
Setelah cukup lama lukaku dibersihkan serta pecahan botol yang menancap dilenganku berhasil dikeluarkan oleh Dokter, Alhasil ada beberapa jahitan dilenganku.
Setelah selesai semuanya, Aku langsung dipindahkan ke kamar VIP. Mami dan RR langsung mengikutiku dari belakang. Aku masih belum sadar karena pengaruh obat bius.
Mami dan RR stand by menungguku di kamar. Untuk makan malam pun, RR pesan online karena Mereka berdua tidak ingin meninggalkanku.
" Cin, Aku kasihan bangat sama Ranti deh .... Dia yang kena imbasnya. Entah apa masalah Kamu sama Bos nya Ranti, Mami tidak tau. Hanya saja Mami jadi merasa bersalah sama Ranti karena menyuruh Dia datang ke kafe tadi. " kata Mami meneguk air mineral yang ada di meja.
" Aku juga minta maaf sama Mami ya ..... Ini semua salahku. "
" Sebenarnya masalah apa sih Kalian sampe Bos nya Ranti itu bisa ingin mencelakai Kamu Cin ??? Mami bingung deh sama Kamu !! "
__ADS_1
" Ceritanya panjang Mi. Sebenarnya Aku gak begitu kenal sama Dia. Tapi pernah sekali pas Aku ngantar Ranti ke kantor, Dia menghampiriku dan menanyakan Aku siapanya Ranti ???? Aku jawab dong kalau Aku itu Pacarnya Ranti. Entah kenapa Dia tidak suka, terlihat jelas dari raut wajahnya saat itu. Saat Dia meminta nomorku, Aku memberikannya karena menurutku tidak apa apa karena Saya gak ada salah atau berpikir aneh. Hampir tiap hari Dia chat untuk memberi tahu bahwa Ranti itu hanya miliknya. Dan bahkan Aku disuruh untuk meninggalkannya dan kembali ke Negaraku. Mungkin Dia pikir, Aku hanya Orang asing kali disini yang hanya jalan jalan saja. Dia tidak tau siapa Aku. Selama Aku diluar kota pun, Seakan akan Dia makin tidak jelas Mi. Makanya tadi Aku suruh ketemuan dong biar gentlemen, jangan hanya lewat chat ngomongnya bahwa Dia itu milik Ranti!! Eh gak taunya, malah Dia merencanakan semuanya dan ingin mencelakaiku. Makanya Aku benar benar bersalah sama Ranti, Mi. " jawab RR menjelaskan panjang lebar.
" Lah trus kan Rantinya gak ada perasaan toh sama Bos nya itu ??? Kok Dia kepedean ??? " cetus Mami kesal.
" Nah itu Dia, Mi. Aku juga gak tau dan rencananya Aku bakal tanyain ke Ranti langsung setelah pertemuan dengan Steve itu. Eh, malah jadinya begini !!!! Aku benar benar pusing Mi. Aku takut Ranti salah paham nantinya. "
" Makanya jelasin sejelas jelasnya sama Dia. Kamu kan tau Dia gimana ??? Cukup deh ini yang terakhir Mami melihat Dia sedih. " cetus Mami menyilangkan kakinya.
Dengan panik dan syok, Bibi buru buru untuk siap siap ke Rumah Sakit karena RR belum memberi tahu Bibi alasan kenapa Aku dirawat di rumah sakit.
Seperti biasa, Bibi yang selalu siap siga samaku langsung membawa perlengkapanku termasuk vitamin yang biasa Aku konsumsi begitu juga Bibi.
__ADS_1
Bibi sedikit berlari kedepan gerbang karena taxi yang dipesanin RR sudah datang. Bibi langsung menggembok gerbang dan langsung masuk ke dalam taxi itu.
Tidak lama setelah kurang lebih 30 menit, Bibi sampai di lobby Rumah Sakit. Mami turun menjemput Mami.
" Gimana keadaan Ranti, Nak ???? Apa yang terjadi sama Dia ???? " tanya Bibi dengan mata berkaca kaca.
" Tidak apa apa Bi. Ranti baik baik saja kok. Ayo naik, Ruangannya ada diatas. " jawab Mami berusaha senyum dan langsung membawa tas yang ditenteng Bibi.
Saat pintu kamar dibuka Mami, Bibi langsung berlari ke arah kasur dan syok melihat tanganku yang bengkak, biru serta di perban itu. Bibi belum melihat lenganku yang ada beberapa jahitan.
Bibi menangis melihatku yang masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius itu, Bibi tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya itu.
__ADS_1
Bibi hanya bisa menangis dan tiba tiba pingsan .....