Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 62


__ADS_3

2 Hari setelah bertemu dengan Dia, Aku disibukkan dengan pekerjaan di kantor. Aku tidak berkomunikasi dengannya setelah itu.


Aku fokus untuk pekerjaan di kantor dan dibutuk yang sangat banyak.


Tubuhku benar benar lemas bekerja sampai larut malam mengurus semua pekerjaan di butik termasuk mengecek stok barang yang tersisa karena besok awal bulan dan Seorang Manager yang Aku interview dan sesuai kriteria akan bergabung di Butik. Aku melanjutkan pengecekan stok setelah semua karyawanku pulang duluan.


Hanya tinggal beberapa saja sih yang bel selesai saat Mereka pulang. Tapi Aku melanjutkan pekerjaanku untuk membuat laporan yang baru agar Mba Nita bisa melanjutkannya besok.


Aku menyelesaikan semua data dan keuangan sampai bulan ini dengan posisi balance agar Nita bisa memulai yang baru.


Kurang tidur, makan juga kadang kelewat membuatku sedikit pusing. Tapi Aku selalu berusaha untuk minum vitamin untuk menjaga ketahanan tubuhku walau harus tetap masuk nasi juga.


Aku menghela nafasku sembari merabahkan tubuhku diatas sofa.


" Arggghh akhirnya semua kelar juga. " kataku sambil melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 9 malam.


Akupun langsung pulang ke rumah dan mandi setelah sampai.


Aku sengaja berendam di bath up untuk memulihkan semangatku.


Aku memejamkan mataku sambil menikmati rendamannya.


Setelah hampir satu jam di kamar mandi, Aku turun untuk makan.


" Bi belum tidur ??? " tanyaku yang melihatnya masih nonton di ruang tamu.


" Belum Non... belum ngantuk. Mau makan Non ???? biar Aku panasin dulu lauknya. "


" Iya. Aku lapar Bi. " jawabku dan Bibi langsung bergegas ke dapur.


Aku menunggu Bibi di ruang meja makan sambil nonton.

__ADS_1


" Makan lagi Bi, Ayoo biar ada temanku. "


" Gak ah .... Bibi kenyang. "


" Mereka sudah pada tidur iya ? "


" Mungkin lagi nonton kali dikamarnya. Eh Non, jangan terlalu capek kerja. Ingat kesehatan. Tadi Ratna ngasih tahu Bibi kalau Non menyelesaiin pekerjaan di butik. Jangan terlalu di porsir Non.... "


" Iya Bi. Gak kok .... Tadi nanggung makanya Aku selesaiin dulu karena besok Manager baru sudah mulai bekerja. Jadi biar balance dulu semua. Nanti kan bisa ditinggal dan tiap akhir bulan ajah Stok opname dan ngecek laporan keuangan. Jadi Aku udah bisa sedikit santai. Hehehe.... " jawabku senyum karena memang Bibi sangat perhatian.


" Iya lah Non .... Kesehatan nomor satu. Kalau Kita sehat kan semua bisa Kita lakuin. "


" Iyap, betul. "


***********


Hari ini Aku akan menghadiri acara Alumni SMAku. Aku duduk didepan meja riasku dan memegang hair dryer yang sudah menyala. Bukannya rambutku yang Aku keringkan tapi malah Aku jadikan kipas di depan mukaku.


Aku memang tergolong Anak yang mudah bergaul dan banyak teman saat sekolah waktu itu. Tapi semenjak kejadian itu Aku memutus hubungan dengan semua temanku dan bahkan di grup WA juga Aku jarang bangat komen.


Aku juga berusaha untuk menolak acara temu kangen itu tapi Anna teman terdekatku saat SMA yang sudah jadi Seorang Dokter memohon untuk datang.


Dia bilang kalau Aku tidak datang, Dia juga gak bakalan datang sehingga Aku meng iyakan.


Dia bahkan mengubah jadwal operasinya hanya untuk biar bisa ketemu sama Aku, Jadi Dia hanya datang untuk mengecek pasien saja paginya.


Aku sudah beritahu Dia untuk Aku jemput dari RS nya dan Dia meng iyakan.


Aku berusaha untuk berpikir positif saja untuk pertemuan ini dan Aku langsung menuju RS Anna.


Anna bekerja di salah satu RS terbesar di kota ini dan Dia Seorang Dokter kandungan.

__ADS_1


Sampai di depan RS nya, Aku langsung menelpon Dia dan menunggunya di parkiran. Tidak lama setelah Aku menelponnya, Dia keluar dan berjalan menghampiri mobilku.


" Hai ... "


" Heiii ... "


Kami pun langsung berpelukan dan cipika cipiki.


" Astaga .... Kamu makin cantik ajah iya Ran .... " godanya samaku.


" Astaga.... Ibu Dokter yang satu ini jago bangat dah memuji. Kamu jauh lebih cantik ...


" bisikku mendekat melihatnya dan mengedipkan mataku.


" Auu .... akhirnya jurus andalanmu keluar juga iya. Aku jadi ingat banyak Cowok yang minta kenalan sama Kamu dulu. hahaha .... " jawab Anna sambil memasang seat belt nya.


" Kamu bisa ajah dah ah .... Oh iya, gimana kerja disini ???? ''


" Lumayan lah Ran .... "


" Syukurlah An .... Akhirnya terwujud juga yang Kamu cita citakan. Hehehe.... " kataku senyum sambil menatapnya.


" Kamu juga sudah sukses kan .... Aku lihat Butik Kamu sudah melebar kemana mana. Aku sering tahu belanja online di butik Kamu. "


" Oh iya ????? "


" Iya Ran .... Udah berapa kali Aku belanja online karena gak pernah sempat datang langsung. "


" Iya lah ... Kamu kan sibuk sekarang, hahahah... Tapi makasih loh iya... udah belanja di Butik. "


" Oh iya, kapan kapan main dong ke butik... "

__ADS_1


" Siap Bos."


__ADS_2