Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 228


__ADS_3

Jam 5 Sore, RR sudah selesai mengerjakan pekerjaannya dan semua berkas sudah ditanda tangani sama Dia.


Dia membereskan mejanya sambil mematikan PC nya.


" Kita jadi Yang ke Mall ??? " tanyanya.


" Jadi Yang .... Kan mau beli jam .... !!! '' tatapku melihatnya karena Dia pura pura lupa.


" iya iya Sayang ....Biasa ajah dong tatapannya. ''


" Habis Kamu mah pura pura lupa. " kataku manyun.


" Bukan lupa Yang .... Tapi Aku mau langsung pulang biar bisa enak enak sama Kamu, Hehehe ..." jawabnya main mata.


" Apa Hubungannya ???? Emang kalau pulang cepat gimana ??? Kamu mau ngapain ??? " tatapku melotot.


" Kan Kita udah lama gak bercumbu mesra lagi Yang .... Aku mau malam ini Kita menghabiskannya dengan melakukan itu. "


" Pikiran Kamu cuma kesitu ajah iya !!!! Kalau Aku gak mau ????? " cetusku melihatnya sinis.


" Jangan dong ... Udah nyut nyutan ini. Hehehe .... Aku gak mau memaksa Kamu tapi Aku hanya memberi tahu saja agar Kamu mau tersentuh dan merasa kasihan samaku. Hahahaha ..... '' jawab RR berjalan ke arahku.


" Bakar ajah kalau udah nyut nyutan. Hahahaha .... " kataku tertawa kencang.


" Kalau dibakar gak ada lagi dong yang bisa memuaskan Kamu. "


" Kan tinggal cari yang lain toh ...... ''


" Kamu mah jawabnya gampang bangat !!!! Udah ayo buruan .... " cetusnya ngambek dan berjalan duluan keluar ruangannya.


" Tungguin Yang ..... " teriakku sambil mengejarnya.


Dia mungkin kesal dan marah karena jawabanku tadi padahal cuma bercanda doang.


" Yang .... Rein gak ikut ???? " kataku saat menunggu lift.


" Dia langsung pulang. "


Kami langsung masuk lift dan di lantai bawah ada yang masuk juga beberapa Karyawan. Tapi karena melihat Kami berdua disana, Mereka menolak masuk dengan alasan belakangan saja karena ada RR.


" Gak apa apa Mba. Masuk ajah santai ajah Hehehe .... Ayooo masuk ajah. " kataku sambil menahan liftnya.

__ADS_1


Mereka pun dengan sedikit senyum dan menunduk masuk ke dalam lift itu. Aku berada di dekat tombol lift dan RR langsung mendekat ke arahku serta memegang tanganku. Aku hanya senyum melihat tingkahnya Dia.


" Mba, Aku boleh nanya gak ??? " tanyaku sama Mereka.


" Iya Bu. Nanya apa ??? '" jawabnya sembari mengangguk.


" Kenapa Kalian tidak mau masuk tadi ??? Apa karena ada Pak RR ??? " tanyaku sambil melirik RR yang lagi asyik melihat ponselnya serta memegang tanganku.


" Hehehe .... Iya Bu. Kita segan. "


" Kenapa ???? Gak apa apa atuh ..... Iya gak Pak ???? Atau emang kalau ada atasan yang sedang berada di lift gak boleh masuk atau gak boleh bareng ??? " tanyaku sambil melihat RR.


" Hehehee .... Kitanya ajah yang merasa segan Bu. Hehehe ...''


" Iya Bu. " timpal yang lain.


" Hhmm .... Iya selaku ada Dia bersamaku, Kalian gak usah segan segan. Biar Aku gak kena semprot sama Dia. " jawab RR menatap ke pintu lift sambil berdehem.


Mereka pun hendak ketawa dan langsung menahannya karena bisa dilihat dari wajah Mereka.


" Iya gak gitu juga kali Pak !!!! Bunga kali ah di semprot .... " cetusku.


" Hahahaha .... Ibu bisa ngelucu ah .... " kata salah satu dari Mereka.


RR menatapku dan Aku Kami juga saling tatapan hingga membuatku menahan ketawaku.


" Aaapppaaa ??? apaaa ??? " kataku senyum melihatnya.


" Gigit juga nih .... " katanya pelan sambil meremas jemariku yang di genggamnya.


Mereka hanya senyum melihat reaksi Bos nya itu sementara Aku menahan sakit sambil mengerutkan keningku.


" Hati hati Pak ..... Hati hati Bu ..." kata Mereka saat keluar dari lift.


" Iya. Kalian juga hati hati. '' jawabku sementara RR diam saja dan berjalan memegang tanganku ke arah parkiran.


" Sayang !!!! Sakit ih ...." kataku dengan sedikit nada tinggi karena Dia tidak melepas tanganku.


Ponselku tiba tiba bunya dan Rein yang menelponku.


" Halo, Kenapa Dek ??? ''

__ADS_1


" Kak, Nanti Kalian jangan lama lama iya pulangnya. Kita makan di rumah. Udah disiapin tuh sama Mami dan Mba. Aku juga langsung pulang bentar lagi. ''


" Oh iya iya. Oke oke Re. "


" Hati hati Kak, Byeeee.... ''


RR langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkanku masuk sementara Aku melihatnya dengan tatapan marah dan kesal. Dia hanya menunjukkan wajah tidak bersalahnya itu di depanku.


" Untung ajah Aku sayang .... " cetusku lalu masuk meliriknya kesal.


Dia senyum senyum dan langsung masuk. Dia menyalakan mobilnya dan mulai menyetir sementara Aku mengelus jemariku yang di genggamnya tadi dengan sedikit keras.


" Sakit tau Sayang .... Kamu mah .... " gerutuku tanpa melihatnya.


" Aku kenapa ??? Hhhmm ??? " jawabnya sambil menoel hidungku.


" Ini namanya kekerasan dalam hubungan loh, Bisa Aku laporin Kamu. " kataku menatapnya dengan mengancam.


" Mau yang lebih sakit lagi dari itu, Hmm ????" katanya sambil melihatku dengan senyuman.


" Tau ah .... Aku tau, Pikiran Kamu udah kemana mana tuh. Jadi mending Aku diam ajah !!! "


" Hahahaha ..... Habis Aku pengen Sayang .... Udah pengen minta nih, Gimana dong ??? Hayolah, Nanti malam iya ??? Hmmm ??? Kamu mau apa ??? "


" Gak ah Aku capek. Aku mau langsung tidur. Oh iya habis beli jam tangannya Kita langsung pulang ajah iya ??? "


" Oke. Biar banyak waktu iya .... "


" Biar banyak waktu, biar banyak waktu ..... Mba sama Mami udah masakin buat makan malam !!!! Aduh, Ampun deh Yang .... Pikiran Kamu itu iya .... " kataku sambil menarik kupingnya.


" Kan sudah Aku bilang kalau Aku lagi pengen. " jawabnya manyun seperti Anak kecil yang minta jajan.


" Dasar .... Aku capek Yang .... "


" Ayolah .... bentar ajah pun Yang .... Kamu tau kan, Aku gak bisa maksa kalau Kamu gak mau. "


" Lah ini Kamu maksa .... !!!! "


" Itu bukan maksa tapi hanya minta persetujuan dari Kamu ajah. Hahaha.... "


" Dasar ..... Jadi Kamu mau berapa ronde emang ???? " tanyaku sambil menaruh tanganku di atas pahanya hingga Dia sontak merinding.

__ADS_1


" Aish .... Sayang ..... !!!!!! "


__ADS_2