Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 219


__ADS_3

" Eh udah jam 12 Kak ... '' kata Rein melihat jam tangannya.


" Ayoo siap siap ajah Kita cus .... " kata Mami.


" Yang keberapa Abang Re ???? " tanyaku senyum dan menahan ketawa.


" Tuh kan pacar macam apa Kamu itu Cin ???? " sindir Mami.


" Wkwkwkwk .... " Aku tertawa mendengar perkataan Mami itu dan ada benarnya juga karena Aku tidak tahu bahkan ulang tahun RR.


" Harap maklum Mi, Kakak lagi berbunga bunga sampai tgl lahir Kekasihnya juga belum tahu. Wkwkwkwk .... " goda RR mengedipkan matanya sambil mencolek Mami.


" Hahahaha ..... Dasar iya Kalian ..... Eh lilinnya dimana ??? " tanyaku saat membuka cakenya tidak ada disana.


" Oh iya, Ada di tasku Cin .... Sebentar Mami ambil dulu. " jawab Mami sambil sedikit berlari manja ke kamarnya.


Setelah lilinnya dikasih Mami, Kami langsung berjalan ke arah kamar RR sembari berjalan pelan.


Mami dan Rein sudah siap sambil memegang kado masing masing dan Aku memegang cake.


Kami berjalan pelan ke dekat kasurnya RR dan melihat Dia sudah sangat terlelap pules tidurnya di balik selimutnya.


Mami memberi aba aba untuk hitungan ketiga nyanyi. Aku udah hampir ketawa melihat reaksi Mami.


" Happy birthday to You .... "


" Happy Birthday to you .... Happy birthday, Happy Birthday, Happy Birthday to You .... "


Kami bertiga menyanyi serentak membuat RR sedikit kaget dan membuka matanya.


" Happy Birthday Sayang ....''


" Happy Birthday Cinta..... "


" Happy birthday Bang .... "


RR langsung mengusap matanya dan duduk bersandar di kasurnya.

__ADS_1


" Emang sekarang tanggal berapa ???? " tanyanya dengan sembari menguap.


" Make a wish dulu Yang .... Ini lilinnya udah mau habis nih .... " kataku sembari duduk disampingnya.


" Iya ayo Bang ... Nanti ajah lihat tanggal. '' kata Rein.


RR langsung menutup matanya sembari berdoa dan memegang tanganku. Aku sedikit terharu dan kagum saat Dia memegang tanganku saat Dia berdoa di hari ulang tahunnya itu.


Dia langsung meniup lilinnya setelah Dia selesai berdoa. Dan Kami secara bergantian menyalam dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.


Dia memelukku lama saat Aku mengucapkan selamat bertambah umur di usianya yang baru.


" Terima kasih sudah hadir dihidupku Yang .... " katanya pelan saat memelukku dan memejamkan matanya .


Mami pun langsung mengelus pundak RR begitu juga Rein mendekat dan ikut duduk di kasurnya sembari mengelus pundak Abangnya yang sekaligus Bos nya itu.


Hampir beberapa lama masih berpelukan membuatku berkata.


" Ini sampai berapa lama iya ???? Aku capek nih duduk begini. " kataku membuat Mami memukulku dan Rein ketawa.


" Bukan ngelawak Mi. Ini benaran sakit loh .... " jawabku membela diri dan RR ketawa mengelus rambutku.


Kami menyuapi Dia cake ulang tahunnya lalu Mami dan Rein memberikan kado untuk RR.


" This is for You Cin .... " kata Mami senyum dan centil.


" Widih .... Udah pintar bahasa inggris iya .... " kataku menggoda Mami sambil mencoleknya.


" Ih jangan colek colek Cin ...... Nanti kekasihmu marah lagi ... " jawab Mami memukul tanganku.


" Bilang ajah Kamu merinding kalau Aku colek pake alasan segala !!!! " cetusku senyum meliriknya.


" Hahahahah ..... " Mami ketawa mendengar perkataanku karena memang itu benar.


" Terima kasih Mi, Re .... Aku ajah gak ingat kalau Aku ulang tahun sekarang loh .... " jawab RR sambil senyum melihat tanggal di ponselnya.


" Udah hal biasa mah itu. " sindir Rein.

__ADS_1


" Trus Cin, Kalau misalnya Kalian berdua disini kayak tahun lalu, Kamu Cin yang ngasih cake sama RR ??? " tanya Mami melihat Rein.


" Iya Mi. tapi palingan paginya Aku kesini. Dia mah gak ingat sama sekali. Udah datar semua per tanggalan di Dia. " kata Rein ketawa dan mengejek Abangnya itu.


" Iya namanya juga udah gak mikirin itu Re. " jawab Abangnya membela diri.


" Bukannya gak mikirin Bang, Tapi karena gak ada Kekasih jadi pura pura lupa wkwkwk .... Padahal sebenarnya ingat. Hahaha .... " ejek Rein.


" Bisa juga sih Hahahah .... '' sahut Mami membuatku ketawa mendengar perkataan Rein.


" Omagait .... Kakak ketawanya itu loh .... Senang bangat kayaknya. " kata Rein.


" Kamu omongannya parah bangat sih Re .... Tapi ada benarnya juga sih yang Kamu bilang itu... Maaf. iya Sayang ...." kataku menahan ketawa sambil melirik RR yang melihat Kami ketawa karena Dirinya.


" This is for You Kak .... " kata Rein sambil memberiku satu buah paper bag.


" Apa ini ???? Kan bukan Aku yang ulang tahun Re. " kataku melihatnya.


" Iya tidak apa apa Kak. Aku beliin buat Kakak juga biar Kakak selalu ingat Aku juga. Jangan cuma Abang doang, Hehehe .... Peace Bang ... " jawab Rein sambil nyengir sama Abangnya.


" Makasih iya Re. "


" Semoga Kakak suka iya. "


" Pasti. " jawabku senyum melihatnya.


" Iya udah besok ajah Kita nongki nongki malam iya sekalian ngerayain ulang tahunnya Abang pulang kerja. Aku mau tidur dulu soalnya besok kerja. " kata Rein.


" Iya Mami juga Cin .... Ini tak taruh di kulkas iya .... " kata Mami sambil membawa cake itu.


" Makasih Mi. Makasih Re. " kataku.


" Iya Kak .... Good night .... "


" Iya Cin .. Good night ...."


" Good night too.... "

__ADS_1


__ADS_2