Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 217


__ADS_3

RR menemaniku meeting bersama Agus sampai selesai. Dia juga bekerja disampingku sembari mendengar pembicaraan Kami.


Setelah meeting Kami selesai, Agus memujiku.


" Ran, Kamu makin cantik ajah deh setelah liburan iya ..... Kayaknya senang nih disana. " goda Agus.


" Trus maksud Kamu dari dulu gak cantik gitu ???? Hahaha.... " cetusku sembari ketawa.


" Cantik dong .... Buktinya Aku terpikat sama Kamu. Hahahaha .... " kata Agus sembari ketawa.


Mendengar perkataan Agus, RR langsung batuk batuk dan Aku meliriknya dengan senyum dan sengaja ingin buat Dia cemburu.


" Dasar Kamu. Eh, Gimana persiapan pernikahan Kamu ???? '' tanyaku.


" Udah hampir 100% sih Ran .... Tinggal nunggu souvenir doang nih .... ''


" Oh iya ???? Syukurlah .... Jaga kesehatan Gus, Jangan sampai sakit hati H kan bisa brabe. "


" Iya nih Ran .... Aku udah makin sehat nih setelah mendengar suara dan melihat Kamu. Hahaha .... "


" Bisa gitu iya ???? Calon Orang bisa ngomong sembarangan wkwkwk .... " kataku sambil ketawa tanpa mempedulikan RR yang sudah melirik lirikku dengan mengerutkan keningnya.


" Bisa dong .... Hahahaha .... Kan Aku klepek klepek sama Kamu Ran .... Kamunya ajah yang gak pernah melihatku, Hahaha .... Aduh kalau ingat itu iya, Kadang ketawa sendiri deh Aku. "


" Wkwkwkw .... Dasar Kamu. Iya udah deh lancar sampai hari H iya. Pokoknya Kalian harus sehat. Salam sama Calonmu sama Bapak, Ibu iya. " kataku.


" Iya iya. Byeeee Ran ... "


" Bye ... "


" Eehheeemmm "


RR batuk setelah Kami sudah selesai.


" Kamu batuk Yang ???? " tanyaku pura pura bersikap biasa.


" Bisa bisanya itu Orang masih bisa ngomong begitu padahal sudah mau Nikah !!!! .... " cetus RR mengangkat dagunya sambil melihat laptopnya.

__ADS_1


" Namanya juga Agus .... Lagian Dia kan bercanda dong Yang .... "


" Bercanda mah gak sampai begitu kali, ang Dianya ajah kali yang kegenitan !!! ''


" Hahaha .... ih, Kamu ngapain mikirin ucapannya. " kataku sambil memukul pundaknya.


" Iya dong !!!!! Dia gak tau, Kamu itu milik siapa ????? Sembarangan ajah ngomong!!! " kata RR kesal dan cemburu tanpa melihatku.


" Oalah .... Baru ngomong gitu, Gimana nanti kalau ketemu Dia memujiku ???? Bisa bisa Kamu naik darah lagi .... Hahahaa .... "


" Kalau sampai begitu mah Dia udah gak beres itu .... "


" Bukan gak beres Yang .... Kamunya ajah yang terlalu cemburu loh .... Gimana nanti Kamu disini, Pasti Kamu gak akan percaya dong samaku ???? Apalagi Aku banyak teman ???? Kamu mau tinggal di Indo ??? " kataku senyum sambil memeluk tangannya.


Dia diam dan hanya mengecek dokumen yang ada di laptopnya tanpa menjawab perkataanku tadi.


" Kamu harus percaya Yang .... Kalau hanya bicara seperti itu mah hal biasa. Emang Dia kalau ngomong emang kayak gitu. Dan kalau misalnya Aku suka sama Dia, Udah dari dulu Aku terima Dia. Tapi karena Aku gak suka iya Aku anggap biasa saja. Walau Dia dulu selalu mencari cara agar bisa dekat tapi Aku bersikap biasa ajah, Nah Kamu juga harus gitu. Gak usah cemburuan begitu ah. Aku juga tau kok bahwa Aku punya hubungan dengan Seseorang dan gak mungkin Aku melakukan hal hal yang tidak Kamu suka. Aku bahkan selalu percaya kok sama Kamu karena Aku tahu bahwa Kamu juga percaya samaku. " kataku sambil menempelkan daguku di lengannya sambil melihat dokumennya yang dilaptopnya.


" Aku emang cemburuan Yang .... Gak tau kenapa, Aku sangat cemburuan sama Kamu. "


" Itu tandanya Kamu sayang samaku. Tapi Kamu harus percaya sama seperti Aku percaya sama Kamu. " kataku sambil mengelus tangannya hingga Dia menyenderkan kepalanya di kepalaku.


" Awas bentar Yang .... Rein nelpon tuh .... " kataku dan mengambil ponselku yang disamping laptopku.


" Halo Re .... "


" Halo Kak .... Kakak lagi disamping Abang iya ??? "


" Iya kenapa ???? "


" Kakak speakerin gak ??? "


" Gak. Kenapa ??? "


" Kak kecilin volume ponsel Kakak, Aku mau ngomong .... "


Aku melihat RR dan mengecilkan volume ponselku sesuai yang Rein bilang.

__ADS_1


" Kenapa ??? "


" Kak, Besok Abang ulang tahun. Jadi nanti jam 12 teng, Kita kasih suprise iya .... "


" Oh iya ???? ''


" Iya. Ini Aku sama Mami lagi beli persiapan buat nanti. Pokoknya Kakak amanin Abang ajah biar gak nanya mulu Kami dimana soalnya Dia pasti lupa juga ulang tahunnya besok .... Oh iya, Kakak mau nitip kado gak ???? "


" Apa iya, Aku juga bingung Re .... Yang cocok apa iya ??? Besok ajah deh Re .... Aku perginya sama Abang .... " kataku sambil melirik RR.


" Oh oke deh Kak .... Iya udah iya Kak .... Bye .."


Aku melihat RR dan sedikit menyalahkan diriku karena sama sekali Aku gak tahu ulang tahunnya. Pernah sekali Aku lihat KTPnya tapi udah lama bangat dan Aku sudah lupa karena memang dulu belum pacaran dan hanya masih hubungan semalam saja.


" Rein ngomong apa Yang ???? Mereka dimana ???? " tanya RR.


" Biasa Yang lagi di mall jalan jalan. Gak capek kali itu Orang iya .... Aku ajah bentaran udah kaki kayak kram gitu. " jawabku biar Dia gak curiga.


" Oh .... Cocok tuh yang Dua itu. "


" Besok temanin Aku iya Yang habis ngantor ... "


" Kemana ???? "


" Aku mau beli tas. Temanin Aku iya .... " kataku manyun sambil mengedipkan mataku.


" Iya iya. "


" Makasih Sayang .....Muachh .... Kamu mau ngopi gak Yang ??? Aku mau bikin kopi. " kataku setelah mencium pipinya.


" Minta Mba ajah yang buatin. Jangan Kamu. "


" Gak apa apa Aku ajah. Kamu mau kopi apa ??? Mau yang manis atau yang pahit ??? " godaku senyum sambil main mata.


" Astaga .... Ini Wanita bikin Aku gak bisa fokus kerja deh .... " kata RR lalu menarikku dan menciumi pipiku berulang kali hingga Aku merasa geli sambil ketawa.


" Awas ih .... Geli Yang .... " kataku sembari ketawa mendorong wajahnya.

__ADS_1


" Habis Kamu selalu mengalihkan perhatianku Yang .... Peluk dong .... " kata RR mengulurkan tangannya dan melebarkanya.


Aku hanya senyum sambil memeluknya.


__ADS_2