Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 42


__ADS_3

Dia tidur disampingku sambil mengelus elus rambutku dan menciumku lembut. Aku menatapnya yang sudah mulai tertidur di sampingku sambil mengelus rambutnya.


Wajahnya yang tampan dan bodynya yang macho tinggi membuatku sedikit tertarik dengannya. Ditambah Dia orangnya lembut dan penyayang.


Berkali kali Dia selalu menciumiku hingga Aku tertawa geli dan memukul tangannya. Dia menggenggam erat tanganku sambil memulai permainan Kami lagi.


Sungguh, Aku sangat puas hari ini. masih jam 11 siang, Kami sudah menikmati cumbuan dan melepaskan kerinduan dan hasrat Kami.


Dia bermain dengan cara yang begitu lembut sehingga Aku larut dalam kenikmatan. Yang biasanya Aku yang bermain banyak dengan Pria lain, kali ini Dia membiarkan Aku menikmatinya hingga Aku terbelenggu oleh permainan dan sodokan yang Dia berikan.


Luar biasa sekali. Dia melakukan apapun itu dengan menanyakannya terlebih dahulu. Apakah Aku puas, Apakah Aku merasa enak atau tidak.


Dia memperlakukan Aku sangat berbeda sekali. Kepribadiannya yang lembut dan penyayang membuatku merasa tenang dan happy saat bersamanya.


Sudah hampir 2 jam Kami melepaskan semuanya, Akhirnya Dia tertidur lelap disampingku sembari memelukku.


Aku memeluknya sambil menciumi wajahnya yang tampan dan bersih itu sembari mengganggunya tidur.


Aku tertawa kecil melihat Dia mulai sedikit kesal karena keusilanku hingga akhirnya Dia mengunci kedua tanganku dengan menggenggamnya.

__ADS_1


Aku yang tidak pernah habis akal langsung meniup niup kecil di wajahnya hingga Dia langsung mencium bibirku dan tidak mau melepaskannya.


Aku tertawa tapi tidak bisa karena ditahan Dia hingga akhirnya Aku menggigit bibirnya dan Dia sontak kesakitan dan melepaskan tanganku lalu memegang bibirnya.


" Aaoooo sakit Sayang !!!! " katanya menatapku sembari memegang bibirnya.


" Muuuuuaaaachhh .... Udah gak sakit kan ???? lagian Kamu tidur sih, Aku kan masih kangen .... " ucapku manja dengan mengerutkan bibirku setelah mencium bibirnya yang Aku gigit.


Dia langsung mendekat dan memelukku dengan senyum.


" Kamu mau apa hhmmm ??? Mau jalan jalan ???? atau mau main lagi ???? " bisikknya lembut.


Aku langsung mengecup bibirnya dengan memejamkan mataku dan memegang dadanya yang kekar dan berbulu itu. Aku mengelus elusnya dengan lembut.


Tanpa menunggu lama, Aku memainkan permainan itu dengan sangat berirama sehingga Dia merem melek dan menikmatinya dengan terlena didalamnya.


Sesekali Dia mengeluarkan suara bahagia dan kepuasan. Aku membuat Dia menggeliat keenakan akan servisanku. Aku melihat airmatanya keluar membuatku tersenyum dan belum juga mengakhiri permainan itu.


Sesekali Dia melakukan sentuhan sentuhan manja untukku sembari menikmati permainanku.

__ADS_1


Aku menarik tangannya untuk duduk dan menikmati bersama permainan itu. Wah siang ini puncak kenikmatanku sudah kudapatkan hingga Aku mulai sedikit kelelahan.


Dia melihatku yang mulai kelelahan dan Dia mempercepat permainan hingga menyelesaikannya dan akhirnya Kami tertidur pulas.


Aku tidak pernah lepas dari pelukannya, bahkan saat Aku menggerakkan tubuhku sedkit pun dan bahkan hanya menggeser sedikit, Dia langsung mendekat dan memelukku.


Suara detak jantungnya bisa Aku dengar karena pelukannya yang sangat erat dan tidak mau melepasku.


" Sakit Sayang aaahhhh .... awas tanganmu .... " kataku dengan manja sambil melepas tangannya yang masih memelukku. Tidak tau kenapa setiap sama Dia, Aku sangat manja sekali.


" Apanya yang sakit ???? kan Aku melukknya lembut... " jawabnya tidak mau melepas dan masih memejamkan matanya.


" Sakit Sayang .... Aku gak bisa bergerak loh .... " kataku menghela nafasku hingga Dia membuka matanya dan melihatku menatapnya dengan tatapan marah.


Buru - buru Dia langsung melepas tangannya dan mengelus Pipiku.


" Jangan marah iya .... Aku gak mau jauh dari Kamu. Aku mau disisi Kamu terus .... Emang sakit ???? kan Aku meluknya biasa kok .... " katanya membesarkan matanya menatapku.


Aku mengganggukkan kepalaku melihatnya dan Dia langsung mengelus punggungku.

__ADS_1


" Aku gak bisa bergerak, Kamu terlalu dekat hingga Aku susah nafas... " jawabku pelan.


" Maaf iya.... " jawabnya sambil mengelus tanganku.


__ADS_2