
Aku membuka pintu kamar mandi dan ......
" Astaga ..... Iiiihhh Apaan sih ???? " bentakku yang sangat kaget karena Dia berdiri didepan kamar mandi.
Rasanya jantungku mau copot dan nafasku tak beraturan saking kagetnya.
Aku langsung memukul dan menampar Dia karena kesal.
" Maaf Maaf mengagetkanmu Sayang .... "jawabnya sambil memelukku.
" Gak mau!!!! awasss ....!!! " bentakku sambil melepas tangannya dengan kasar.
" Maaf Sayang ...." jawabnya sambil berusaha memelukku dari belakang dan melingkarkan kedua tangannya didadaku dan mencium leherku.
" Aku kaget tau !. " kataku pelan.
" Maaf iya. Aku hanya iseng dan mau mengagetkanmu dan ternyata Kamu kaget benaran. "
" Udah ah ... sana mandi dulu. " kataku sambil mendorongnya.
" Sayang mandiin Aku dong ... " bisiknya sambil mencium leherku dan rambutku yang masih basah.
" Gak mau. Awas ih .... " kataku manja.
" Ayolah ... Hmmm ... " katanya menatapku dan mengedipkan matanya sembari membalikkan badanku dan membuka gulungan handuk yang melilit di tubuhku dan melilitkannya di badan Kami berdua hingga Kami berada di dekapan satu handuk sambil tangannya memengang handuknya di belakangnya.
" Hmmm ... " Dia senyum mengedipkan matanya membuatku terlena dengan senyum indahnya.
" Ihh geli ... awas .... " kataku bermanja manja sambil menekan dadanya agar berjarak samaku.
Dia langsung menarikku hingga Aku terjatuh dipelukannya dan sontak Aku merinding karena Miliknya tersentuh olehku karena tarikannya.
Aku terdiam memegang dadanya dan Dia hanya senyum senyum menatapku.
" Gimana ???? Jadi pengen lagi kan ???? Enak nih di bath up bermain, Ingat kan dulu pertama Kita bertemu. Aku kangen ...." bisiknya seraya memancing dan menggoda.
" Gak mau. Aku mau tidur. " kataku bermanja melihat Dia dengan manyun.
Dia langsung menggendongku didadanya hingga handuk itu terjatuh dilantai dan menunjukkan wajah senyumnya sambil membelalakkan matanya.
" Gak bisa nolak lagi kan ???? Kamu udah kotor lagi. Mau digesek disini ??? " godanya sambil melihat dadanya yang sudah Aku duduki sembari mendekatkan wajahnya ke Aku.
Aku hanya senyum menggelengkan kepalaku melihat kelakuannya.
" Dasar Kamu mesum .... " cetusku sambil melihatnya.
" Gak apa apa asalkan sama Kamu. " jawabnya sambil memutar mutar badannya seperti Aku Anak kecil yang lagi digendong dan ajak bercanda.
Tiba tiba HP ku bunyi dan Aku melihatnya kearah meja untuk memberi isyarat agar Aku diturunin. Dia menatapku dan masih tetap menggendongku sambil berjalan ke arah meja untuk mengambil HPku.
Nama Pak Agus muncul di layar HPku hingga Aku menatap Dia karena Dia melihat nama itu. Dia langsung mengambil HPku walau Aku sudah bilang tidak usah setelah melihat nama yang itu.
Dia langsung mengambil dan memberikannya samaku.
__ADS_1
" Udah gak usah diangkat. " kataku menatapnya dan menutup panggilannya.
" Kenapa ??? siapa tau penting Sayang ???? "
" Gak. Kan sekarang bukan jam kerja, Ngapain Dia nelpon ??? " cetusku sambil menatap RR.
" Iya kali ajah ada yang penting Sayang ??? Dia satu kantormu ???? "
" No. Dia hanya vendorku. " jawabku santai sambil memonyongkan Pipinya dengan kedua tanganku.
" Ohhh .... " angguknya dan tiba tiba Agus nelpon lagi membuat RR memaksaku untuk menjawab panggilan itu.
" No, Sayang. " bentakku.
'' Why ???? Siapa tau penting Sayang, Ayolah angkat, udah sampai dua kali loh di telpon kan bisa jadi ada sesuatu yang penting. Hm??? " tatapnya melihatku.
" Oke Aku akan jawab, Tapi turunin Aku dulu. " ancamku.
" No. Jangan jadikan itu alasan. Atau Aku yang mau jawab ???? "
Aku melihat mata RR dan dengan manyun Aku mengangkat panggilan dari Agus.
" Halo .... "
" Halo Ran .... Lagi sibukkah ???? "
" Sedikit sibuk Pak, Ada apa iya ??? "
" Besok ada acara gak Ran ??? Nonton konser yuk, Aku udah pesan tiketnya. "
" Wah .... setiap Aku ajak Kamu, Selalu ada acara iya Ran ???? Aku mau ngomong sesuatu padahal sama Kamu. Kenapa Kamu selalu menolak iya ???? Apa Aku ada salah??? Papa juga ingin ketemu sama Kamu. "
Aku menatap RR dengan kesal karena Dia yang menyuruh Aku untuk menjawab panggilan itu dan Dia juga mendengar perkataan Agus.
" Kok Kamu diam Ran ??? Boleh gak Aku dekat sama Kamu ??? Kamu kan udah kenal sama Aku. Apa sih yang Kamu takutin ???? Masa depan Kamu akan terjamin loh. Kamu tau kan apa yang Aku pikirkan ???? "
Aku menarik nafasku kesal mendengar itu. Pede sekali Dia mengumbar umbar hartanya yang tidak seberapa itu. RR tiba tiba mencium bibirku hingga Aku menggigit bibir bawahnya karena kesal.
" Aww .... Aduhh ... " rintih RR.
" Maaf iya Pak, Maaf bangat. Aku gak bisa. Aku kan udah pernah bilang sama Bapak bahwa Aku menganggap Bapak hanya rekan bisnis saja. Tidak lebih dari itu. Jadi tolong hargai. " cetusku.
" Oke oke Aku terima. Tapi Boleh gak Kamu ketemu Papa dulu agar Dia tidak selalu menanyakan Kamu samaku. "
" Maaf iya Pak Saya lagi diluar ada urusan, Boleh gak nanti Aku telepon lagi atau gak Aku telepon Papanya Pak Agus deh. " kataku masih menahan kekesalanku.
" Aku maunya ketemu langsung Ran biar enak ngomongnya. "
" Iya Pak nanti Saya kabari iya. Malam .... " cetusku lalu mematikan teleponnya.
Aku langsung menatap tajam RR dengan penuh amarah.
Dia hendak mencium Aku tapi Aku langsung buru buru menampar bibirnya sedikit keras.
__ADS_1
" Aduhhh sakit, Sayang .... "
" Bodoh Amat. Awas turunin Aku. " cetusku.
" Gak mau. Itu tadi pasti suka sama Kamu iya ??? "
" Kalo iya kenapa ??? " cetusku kesal.
Dia langsung menciumi leherku dan seluruh tubuhku hingga Aku merasa geli dan memukul punggungnya.
" Aaa aaaduuhhh .... Geli ih .... Ahhh Aku mau turun .... " kataku sambil mencubit dadanya.
Dia tidak mendengarku dan malah makin menaikkanku lebih atas lagi hongga Dia ******* lembut gunung kembarku.
Aku merintih dan menggelitik merasakan geli tapi enak. Aku memegang kepalanya yang masih menikmati indahnya tubuhku sambil mendesah.
Aku menggesek gesekkan milikku di dadanya hingga mengerang menikmati. Dia juga menurun naikkan tubuhku didadanya hingga Aku memejamkan mataku.
Dia berjalan cepat membawaku ke dalam kamar mandi.
" Awas jatuh Sayang ... " kataku sambil melingkarkan tanganku dilehernya.
Dia langsung membawaku masuk kedalam bath up yang masih kosong belum ada air. Disana Dia menindikan Aku diatasnya sambil berusaha memasukkannya.
Aku pun ikut membantunya agar cepat cepat masuk dan melakukan goyangan mesra lagi.
Aku duduk diatasnya sambil melakukan sodokan sodokan mesra. Terkadang Aku menghentikannya karena Aku melihat Dia sudah diposisi yang sangat nikmat. Hingga Aku ingin manariknya perlahan dan Tangannya langsung memegang pinggulku.
" Jangan .... Tolong tahan Sayang .... Aaaa ... aaawww ... aaahhh ... Enakkk ... Arrrhhhh .... " desahnya sambil mengangkat pinggulnya dan kakainya sudah tegang.
Makin lama Aku makin menjadi jadi menaikka n tempo dan irama permainan itu hingga akhirnya Aku menyenderkan tubuhku diatasnya sambil memeluknya.
" I Love You Sayang .... I love you I Love You ... " Dia menciumiku berulang kali.
" Aku lelah. " bisikku dengan ngos ngosan.
Aku merasakan denyutan denyutan milikku yang lumayan cepat. Aku memejamkan mataku didadanya sementara tangan kanannya menyalakan air untuk mengisi bath up itu.
Dia menyalakan air hangat sehingga Kami makin merasakan kehangatan membaluti tubuh Kami.
" Aku lelah bangat Sayang .... Ayo udahan, Aku mau tidur dulu. " jawabku sambil menatapnya.
" Hah ???? Bibir Kamu berdarah Sayang .... " kataku sambil memegangnya dan mengusap darahnya yang beberapa tetes saja.
" Kan Kamu yang bikin .... Ih pelan, Perih Sayang .... " rintihnya sambil memegang tanganku yang mengusapnya.
Aku melihat bekas gigitanku tadi masih jelas terlihat disana karena kekesalanku. Aku padahal menggigitnya pelan doang.
" Sori sori, Lagian Kamu suka iseng sih ... " kataku menyentil pipinya.
" Iya Aku gak mau kehilangan Kamu. Aku gak mau Orang Orang menyukai Kamu. " katanya manja.
" Lah bagaimana ceritanya ??? "
__ADS_1
" Cukup Aku saja!!!!! "