Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 274


__ADS_3

" Mba, Git. Kamu masih di ruangan Pak Steve kah ??? " tanyaku mengirim pesan ke Mba Gita saat Aku berada di dalam lift.


Ada rasa cemas di dadaku saat melangkahkan kaki keluar dari lift. Aku berjalan perlahan menuju ruangannya yang tidak jaub dari arah lift. Aku masih menunggu balasan pesan dari Mba Gita.


Aku langsung mengetuk pintu ruangannya saat sudah berada di depan pintu.


Tok .... Tok ... Tok .....


" Silahkan masuk. " terdengar jawaban dari dalam yang mempersilahkanku untuk masuk.


Aku membuka pintu dengan tangan kiriku lalu berjalan masuk serta menutup kembali. Steve yang melihatku langsung berjalan menghampiriku dengan raut wajah panik dan bersalahnya.


" Ran, Gimana keadaanmu ??? Maafin Saya. " katanya didepanku dan berusaha memegang dan melihat tanganku.


Aku mundur satu langkah dan mengangkat kedua tanganku.

__ADS_1


" Saya baik baik saja. Tolong jangan menyentuh Saya !! " kataku menatapnya tajam.


" Oke oke. Maafin Saya ..... Saya benar benar menyesal. Saya sangat bersalah sama Kamu. Apa yang akan Saya lakukan untuk menebus kesalahan Saya, Ran ??? "


Memang diraut wajahnya terlihat sekali rasa bersalahnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Dia sangat sedih melihat kondisi tanganku itu.


" Saya hanya ingin pengunduran diri Saya berjalan dengan baik. " jawabku.


" Baik baik. Silahkan duduk dulu. " kata Steve mempersilahkanku untuk duduk.


" Aku sudah melihat Form pengunduran diri Kamu. Apa tidak bisa Kamu pikirkan lagi, Ran ??? Aku memang salah, Tapi apakah imbasnya ke pekerjaan juga ??? Apakah Kamu menghukumku dengan cara seperti itu ??? Beberapa hari ini, Aku dipenuhi rasa bersalah sama Kamu. " katanya pelan dan sedikit memohon bahwa Aku bisa berubah pikiran.


" Maaf Pak, Steve. Saya ingin keluar baik baik dari Perusahaan ini. Kalau Saya ada salah, Saya benar benar minta maaf. " tatapku melihatnya tajam membuat Dia menunduk dan menghela nafasnya.


" Setidaknya, tolong beri Saya waktu, Ran untuk bisa melihat dan mengobati tangan Kamu sampai benar benar sembuh baru Kamu bisa resign dari sini. " katanya sambil menggenggam kedua tangannya sambil melihatku.

__ADS_1


" Saya bisa menjaga diri Saya sendiri. Tolong jangan buat Saya ingin mengundurkan diri secara tidak terhormat karena Saya benar benar ingin melakukannya dengan baik baik. " jawabku spontan.


" Maafkan Saya, Ran .... "


" Saya sudah memaafkan Bapak. Dan Bapak juga tidak punya salah sama Saya. Minta maaflah sama Rein jika Bapak benar benar menyesal. "


" Iya. Saya akan minta maaf juga ke Dia. Tapi Saya juga punya salah sama Kamu karena perbuatan Saya jadinya Kamu seperti ini. Aku benar benar minta maaf, Ran ... "


" Aku benar benar sudah bosan mendengar kata maaf melulu. Aku benar benar gak marah atau apapun sama Pak Stev, Jadi tolong jangan mengatakan hal itu lagi. Saya ingin hidup tenang !!! Tolong tanda tangani surat pengunduran diri Saya hari ini. Karena Saya juga terakhir hari ini. Jika ada sesuatu yang melanggar SOP Perusahaan, Maka Saya akan membayar biaya pinaltinya. Saya berharap Bapak bisa mengerti. " kataku sambil berdiri dan hendak meninggalkan Beliau.


" Apa Aku salah jika menaruh harapan dan rasa cinta sama Kamu ??? Apakah ketulusan Saya salah ??? " kata kata itu menghentikan langkahku dan menolehnya.


" Saya tidak pernah menyalahkan Kamu karena mencintai Saya. Tapi cara Kamu itu benar benar salah dan fatal. Kamu sudah tau kan kalau Saya sudah punya Pasangan yang bahkan Kamu bisa lihat setiap pagi ngantar Saya kekantor. Tapi dengan gampangnya Kamu mengatakan bahwa Kamu yang berhak memilikiku ???? Kamu mengangung agungkan hartamu ???? Maaf tapi Saya tidak butuh itu !!! Jangan pernah menyombongkan diri sama siapapun itu, Stev. Apalagi Kamu tidak kenal dan tidak tau Orang itu. Mencintai Orang bukan seperti itu, yang bahkan sudah tau bahwa Saya sudah memiliki Pasangan tapi Kamu dengan gampang untuk menyuruhnya meninggalkanku. Berpikirlah dewasa, Agar Orang lain juga mencintaimu dengan tulus !!!! Saya berharap, Saya akan meninggalkan kesan yang baik untuk Perusahaan ini dihari terakhir Saya. Terima kasih untuk kerja samanya selama ini. "


Aku langsung pergi meninggalkan ruangannya dan meninggalkan Dia yang terdiam berdiri.

__ADS_1


__ADS_2