Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 289


__ADS_3

Pagi ini, RR menjemputku ke rumah untuk ke beberapa Butik melihat lihat Gaun Pengantin. Aku juga sudah memberi tahu Bibi dan Mami bahwa Kami akan menikah tanggal 20 bulan depan. Bibi yang mendengarnya sangat bahagia begitu juga Mami yang menjerit histeris karena bahagia.


" Cin ..... Omaigat .... Akhirnya ya, Cinta Kalian berlabuh juga. " kata Mami ke RR.


" Terus maksud Mami ??? " cetusku meliriknya.


" Secara kan Kamu selalu menggantung perasaan RR, Cin ..... Jadi kapan Kita mulai persiapan buat semuanya ??? Biar Mami bantuin. "


" Mati dong kalau di gantung !!! Hahahha .... Iya, Mami ikut ya, Kita mau cari cari baju sekalian WO. " jawabku.


" Hhm, Tapi Mami pagi ini mau cek kontrakan yang di gang Mawar Cin, Soalnya kemarin Orang yang ngontrak nelpon Mami, katanya wastafelnya mampet. Jadi Mami mau ngecek kesana dulu. Nanti deh siangan Mami susulin Kalian, ya .... "


" Emang Orangnya gak bisa panggil Tukang atau apa gitu ???? Mesti nelpon Mami ???? " gerutuku.


" Iya namanya juga pengontrak Cin .... "


" Iya udah nanti Mami nyusul sama Kita ya ??" kata RR.


" Siap Cin .... Oh ya, Kapan mau prewed Kalian ??? " tanya Mami.


" Nah, kapan Sayang ??? Untung Mami ingatin loh. " kata RR melihatku.


" Sekalian ajah nanti Kita cari, Mami ada tau gak Fotographer yang bagus ??? " kataku.


" Ada sih, Ada sosmednya juga Cin .... Nanti tak kirim ke Kamu ya. Mami lihat sih bagus bagus hasilnya, Ada juga beberapa Artis yang make jasanya itu. "


" Iya udah nanti Mami kirim ke Aku ya ??? Kita jalan sekarang ajah, Sayang ?? Mumpung masih pagi. Kita ke tempat WO ajah dulu, nanti Kita ke Butik setelah Mami datang ajah. " kataku.


" Oke oke. Mami Kami jalan duluan ya .... " kata RR sembari berdiri dan membawa tasku yang Aku letakin di meja.

__ADS_1


" Bye Mi. Sini tasku, Sayang ..... Ngapain Kamu yang bawa ??? " kataku memanggilnya yang sudah berjalan di depanku.


RR menoleh ke belakang dan menungguku serta memberikan tasku dan menggandeng tanganku menuju mobil.


" Awas dulu tanganku, Aku mau ngambil ponselku. " kataku dan menarik tanganku yang di genggamnya.


" Kan bisa tuh pake tangan kiri. " gerutunya dengan melirik tangan kiriku.


" Iya, tapi lepasin dulu tanganku, Aku susah ngambilnya, Sayang .... " kataku melotot membuat Dia mendaratkan ciumannya di bibirku dan berbisik.


" Aku kangen. " bisiknya di telingaku membuatku tertawa melihat reaksinya yang bermanja manja.


" Kangen mulu dah ah !!! " cetusku mencubit pinggangnya.


" Aduh !!! Tuh kan, Kalau sama Rein, Kamu bisa bilang kangen. Masa Aku bilang kangen sama Calon Istri sendiri gak bisa ??? " gerutu RR manyun sambil membukakan pintu mobil untukku.


" Karena Kamu itu terlalu lebay ..... " jawabku serta mengelus pipinya lalu mencubitnya sembari masuk kedalam mobil.


" Sayang, Nanti Kita ke hotel lagi ya, Aku masih kangen dan mau lagi. " katanya nyengir melihatku.


" Mau apa ??? " pancingku.


" Mau itu, tapi nanti ajah. Jangan sekarang. " jawabnya was was dan langsung menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya.


" Kenapa gak mau sekarang ??? Emang Kamu mau apa sih ??? " tanyaku pura pura gak tau sembari menatapnya senyum senyum membuatnya salah tingkah lalu mencium tanganku yang di genggamnya.


" Mau enak enak dong, Sayang .... Aku masih belum puas. " jawabnya sedikit ketawa tanpa melihatku.


" Emang Kamu udah gak sabar nunggu setengah bulan lagi ??? Nanti kan Kamu bisa melakukannya kapan pun Kamu mau, Sayang."

__ADS_1


" Iya tetap ajah harus persetujuan Kamu juga dong.... "


" Lah kenapa ??? kan bukannya nanti harus memenuhi kewajiban sebagai Istri ??? "


" Iya. Tapi kalau Kamunya gak lagi pengen, buat apa ??? Buat apa kalau hanya Aku saja yang menginginkannya ??? Harus sama sama dong, Biar sama sama puas dan nikmat. Kalau hanya satu Orang saja, itu bakalan gak enak, Sayang.... "


" Iya tapi kan kalau Kamu lagi pengen, kan Aku harus melayani Kamu, Sayang. "


" Trus kalau Kamu lagi gak mau begituan ??? "


" Tetap ajah Aku harus melayani Kamu karena kan itu sudah kewajibanku sebagai Istri. "


" Gak lah. Aku nanti bisa tau saat Kamu lagi pengen atau gak pengen. Aku gak mau kalau berhubungan itu hanya semata untuk memeuaskan Aku saja, Tapi Kita berdua harus sama sama puas dan merasakannya. Menikah itu bukan hanya untuk melayani Suami dalam segi ranjang, Sayang .... Untuk apa kalau Kamu gak puas atau gak dari hati ??? kan sama ajah. "


" Aku tau yang Kamu maksud. Trus kalau Kamu benar benar lagi pengen bagaimana ?? Dan misalnya Aku gak mau ??? "


" Iya, Aku tahan sendiri lah. "


" Emang bisa ???? "


" Bisa dong. "


" Trus kalau misalnya sebaliknya, bagaimana ??? "


Dia menatapku senyum.


" Kalau Kamu lagi pengen begituan, Pasti Aku juga mau dan tidak akan menolak. Karena sentuhan Kamh ajah sudah membuatku merinding. Bagaimana bisa Aku tidak pengen ???? "


" Dasar, Kamu mesum !!! "

__ADS_1


" Mesum sama calon Istri kan gak apa apa. "


" Dasar .... "


__ADS_2