
Wangi makanan sudah tercium dan makin membuat perut berdendang saat Ayam dan yang lainnya dihidangkan di meja Kami.
Tidak berapa lama, Nasi di bakul pun sudah diantar dan semua pesanan sudah datang.
Aku dan Mami mulai makan dan mencicipi semua pesanan Kami.
" Astaga .... Aku selama ini kemana ajah iya ??? " katanya sambil membanting meja dengan pelan.
" Rugi kan, kalau ingat makan di resto tapi tidak seenak ini. " kataku sambil meneguk minumanku.
" Betul sekali. Kayaknya Kita makan next time kesini ajah deh Cin... Ini sumpah gak ada makanannya yang gagal di mulut. Mantap semua ... "
" Oke ... banyak menunya juga kan ??? next Kita harus cobain semua. "
" Hhmmmm .... wait wait, Ada panggilan masuk nih dari si Model itu. " jawabnya sembari menggigit kepala ikan itu.
" Heellloo.... " kata Mami dengan suara centilnya.
" Halo.... Sudah Saya booking tuh hotelnya sesuai rekomendasi Kamu. Jam berapa kesana ???? Soalnya Saya dekat kesana daerah itu. Oh iya itu udah Saya Transfer iya, Tolong di cek. " paparnya.
" Oke Sayang .... Masih ada waktu 2 jam lagi. Nanti habis makan, Kami langaung otw kesana iya Sayang .... "
" Oke. Saya tunggu. Sampai ketemu nanti .... "
" Baik Sayang .... Bye.... "
" Dia udah booking hotelnya Cin, sesuai rekomendasi dari Mami, Hahahaha .... Dan wait Aku cek dulu Mbankingku. Katanya Dia juga sudah Transfer. "
__ADS_1
" Oh .... Gercep juga Dia iya. "
" Udah masuk Cin ..... " kata Mami dengan senang menunjukkan mutasi Mbankingnya.
" Mantap Mantap. Itu buat Mami ajah iya. " kataku sambil main mata.
" Ogah... Gak mau. Aku transfer sekarang nih... Aku juga dapat uang jajan nanti dari Cintaku. Udah iya! Udah Mami Transfer. " jawabnya sambil senyum pamer samaku.
" Astaga .... Mentang mentang dikasih uang jajan jadi uangku ditolak iya. Baiklah.... " cetusku mengerutkan keningku.
" Bukan gitu Cin .... Uang Kamu kan udah banyak habis selama Kita di Bangkok. Jadi biarkan itu buat Kamu. Oke!!!!! " jawabnya sok tegas sambil melototi Aku.
" Oke oke. Baiklah Mami cantik. " kataku senyum.
" Pokoknya nikmati malam ini dan Kamu harus puas. Hempaskan semua rasa capek yang ada ditubuhmu. "
" Aishh .... Kamu sungguh benar benar membuatku merinding ah .... Jangan main mata gitu ah samaku. " cetus Mami sambil mengusap kedua tangannya.
" Hahahaha .... Kamu langsung ciut iya. Hayo ngaku ?? " ledekku.
" Gak lah. Aku hanya merinding saja. Suara Kamu sungguh menggelegar sekali. "
" Ah alasan saja Kamu. Bilang ajah Kamu luluh atau merinding takut suka kan ???? "
" Gak lah. Aku gak pernah tertarik sama Wanita Cin .... " cetusnya sembari menatapku.
" Oke oke. Terserah. wkwkwkwk ..... " jawabku sambil ketawa karena merasa geli melihat pandangannya yang sok serius.
__ADS_1
" Apaaan sih ketawa ???? "
" Kamu lucu. Pengen tak cubit. "
" Bodo amat. "
" Wkwkwkwk .... Udah hayo, Nanti Dia menunggu lama disana. " jawabku sambil berdiri menenteng tas slempang kecilku setelah melakukan pembayaran.
" Yuk.... "
Kami berdua langsung menuju hotel itu dan kebetulan juga Brondong Mami memesan disana. Mungkin Mami sudah memberi tahu terlebih dulu.
Aku senang dan membayangkan bagaimana rasanya bermain dengan Pria yang pekerjaannya sebagai model majalah dewasa. Pasti Dia sudah banyak pengalaman karena tidak mungkin dong Dia Pria baik baik.
Tidak mungkin. Tidak bakalan mungkin. Pasti Dia sudah banyak bermain bersama yang lain juga sehingga Aku makin penasaran semantap apa reaksi Dia. Pasti Hot.
Tidak lama menunggu ternyata benar Dia sudah sampai duluan dan seperti biasa saling sapa. Well. Aku melihatnya macho dan tampan layaknya seperti Model. Kulitnya bersih.
Dia langsung menggandeng tanganku. Mami pun mengedipkan matanya memberi isyarat untuk Kami langsung naik saja karena Brondongnya sudah berada dilantai kamarnya.
Sambil berjalan, sesekali Dia mengelus tanganku yang digenggamnya sambil melihatku senyum.
" Kamu lebih cantik dari foto iya. " bisiknya di dalam lift.
Aku menjawabnya dengan senyuman hingga Dia ingin langsung nyosor.
Aku langsung menghentikannya dan menahan dadanya untuk tidak melakukannya dan memberi isyarat ada CCTV sehingga Dia menghela nafasnya dan senyum mengelus rambutku.
__ADS_1
Aku melihat reaksinya yang sudah tidak tahan dan sesekali Dia memegang pinggangku.