
Durian disana memang the best dan juara sekali. Aku yang pecinta duren bisa makan banyak dan tidak pernah mabuk atau muntah karena makan kebanyakan layaknya Orang Orang yang sering muntah karena katanya kebanyakan makan durian.
Tapi bagiku itu tidak berlaku. Durian memang benar benar mantul dan top.
Malam itu begitu banyak kulineran yang Kami nikmati. Setelah kenyang menikmati beberapa makanan, Kami langsung lanjut jalan jalan ke mall yang tidak jauh dari sana.
Disana Kami membeli beberapa pakaian yang Kami suka. Sesekali Aku ngasih dan nunjukin ke Mami baju baju Wanita hingga Supir Kami itu terkadang ketawa melihat tingkah Kami.
Untung saja supirnya masih muda, jadi enak kalau diajak bercanda. Dia juga ngikutin Kami kemana pun Kami pergi padahal udah Aku bilang nunggunya di mobil saja.
Tapi Dia menjawab bahwa itu pekerjaan dari Hotelnya juga.
" Mi ... ini cocok sekali sama Mami. " kataku sambil menunjuk satu set baju mini yang terpajang di patung.
" Ahhh .... Kamu mah .... itu cocoknya sama Kamu cin .... "
" You know kan kalo Aku gak suka pake baju baju begitu .... Emang pernah ngeliat Aku pake baju gitu ??? " tanyaku melotot.
" Iya gak sih .... Tapi coba saja Cin.... pasti cantik. "
" Aku gak suka. Kalo Kamu bilang jeans sobek, Nah baru mau .... "
__ADS_1
" Aish .... Kamu itu Cewek apa gak sih ???? Kalo celana Kamu bolong semua ... "
" Lah emang kenapa ???? Bagus tau. "
" Kamu harus feminim Cin... Kamu sangat cocok loh .... " jawabnya sambil menunjuk tubuhku.
" Aku mah yang simpel simpel saja. Kalau ada yang simpel ngapain nyari yang ribet ???? "
" Mana ada itu ribet Cin ???? Astaga .... "
" Sudahlah Aku orangnya barbar .... No feminim feminim... Tapi sekali feminim wah semua mata melotot sampai mau keluar .... wkwkwkw .... "
" Iya coba deh Kamu feminim tiap hari. " katanya sambil melihatku.
" Iya sih Kamu juga gak pake bedak cantik apalagi pake.... "
" Nah Kamu ngakuin juga kan ??? " kataku sambil berbisik di telinganya.
" Arrgg .... udah ah .... jangan buat Aku merinding disini. "
Belanja Kami malam ini lumayan banyak dan sudah larut malam, Kami memutuskan pulang untuk istirahat.
__ADS_1
Si supir membantu membawa paper bag yang berisi belanjaanku. dan Kami pun langsung pulang ke hotel.
" Arrggghh .... Akhirnya sampai juga. " kataku merebahkan tubuhku di kasur yang di luar kamarku.
" Arrrghhh .... Aku mau mandi dulu ah badanku udah lengket lengket nih .... "
" Iya udin sana. " jawabku sembari membuka kulkas yang ada disana dan mengambil minuman dingin yang sudah disediakan.
" Ahhh segar bangat. " kataku sambil menyalakan TV sembari mwngambil HPku.
Aku membaca pesan yang dikirim Angel.
" Ran .... Kamu lagi apa ???? Aku lagi sedih nih .... Adikku kecelakaan ... Dia lagi diruang ICU. Hari ini Aku benar benar sesih dan tidak tahu mau cerita sama siapa. Aku pusing Ran .... " Angel mengirim pesan itu dengan menggunakan emoticon sedih dan menangis.
Membaca pesan itu Aku sontak bisa merasakan apa yang sedang dialami Angel.
Dadaku serasa sesak mendengarnya.
" Hai Jel .... Hah ??? kecelakaan kenapa ??? Gimana keadaannya sekarang Jel ???? Sori Aku gak bisa kesana, Aku lagi di bangkok. Cepat sembuh buat Adek Kamu iya... Tetap kuat dan semangat buat Kamu iya supaya Adek Kamu juga kuat melewatinya. Di rawat di RS mana Jel ???? " kataku dan tidak menelponnya takut Dia menangis karena Aku tahu bangat Dia selalu berusaha membuat Adiknya itu bahagia tanpa memikirkan dirinya sendiri. Apapun Dia lakukan untuk Adeknya.
Aku menunggu balasan dari Dia agar Aku bisa menelpon pihak RS nya tapi Dia tak kunjung baca pesanku hingga Aku menelponnya berkali kali tapi tidak ada jawaban juga. Aku mencoba menunggunya karena mungkin Dia lagi menemani Adeknya sehingga Dia tidak mendengar teleponku.
__ADS_1
Aku sangat mengenalnya bahwa Dia itu Orang sangat peduli sama Adeknya karena Hanya Dia yang Dia miliki sekarang. Aku juga sedih disaat seperti ini, Aku tidak ada disana untuk menguatkan Dia.
Aku hanya berharap Dia langaung membalas pesanku sehingga Aku tahu dimana Adeknya dirawat.