
Seperti sudah tidak ketemu selama setahun, Permainan Kami kali ini benar benar memuaskan dan sangat amat memuaskan. Bak pengantin baru dimalam pertama yang benar benar baru menikmatinya, Begitulah kira kira yang Kami lakukan dan rasakan hari ini.
" Sayang .... Tolong jangan marah iya .... " kata RR sembari merangkulku tidur disampingnya.
" Kenapa ??? " tanyaku sembari mencium aroma tubuhnya yang wangi.
" Mari menikah dan jangan lagi pake pengaman kalau Kita melakukan itu. Aku ingin punya Anak Anak yang cantik dan baim seperti Kamu. Aku benar benar tidak mau kehilangan Kamu, Sayang .... " jawab RR sembari mencium dan menggenggam tanganku dan Dia takut kalau Aku langsung menjauh ataupun bad mood kalau Dia membuka dan memulai percapakan hal seperti ini.
Benar saja, Aku tidak menjawabnya dan diam memejamkan mataku. Aku benar benar belum siap dengan semuanya. Pikiranku masih kemana mana.
" Sayang .... ???? " elus RR di rambutku.
" HHmm ??? " kataku berdehem.
" Kok diam ??? Kasih Aku sedikit penjelasan Sayang ..... Biar hubungan Kita jangan melulu seperti ini. Aku ingin benar benar memiliki Kamu secara utuh dan sah dimata Agama, hukum dan Negara. Tolong beritahu Aku apa yang sebenarnya Kamu takuti ???? "
" Aku ngantuk Yang .... " kataku memejamkan mataku tanpa melihatnya membuat RR melepas tangannya.
" Aku mau pesan makan dulu Yang ... " katanya yang mungkin beralasan dan melepas tangannya.
Dengan sigap Aku tidak mau melepasnya, Aku malah memeluknya erat.
__ADS_1
" Sayang .... Kalau Kamu hanya butuh tubuhku saja, Bagaimana dengan hati dan perasaanku ini ???? Bagaimana Aku harus menjelaskan sama Kamu ??? Apa sih yang salah ??? Apa sih salahku ???? Tolonglah, beri penjelasa. sedikit. Tolong dewasalah Sayang .... Jangan apa apa diam, apa apa diam .... Aku juga butuh penjelasan Sayang .... Kalau Kamu hanya butuh tubuh dan milikku ini yang hanya bisa memuaskan hasratmu, Aku bisa mencarikan Kamu Laki Laki yang sepertiku !!!" cetus RR dengan sangat kesal dan marah melihat tingkahku yang seperti Anak Anak.
Disaat ditanya hanya diam saja tapi Aku selalu mengatakan kalau Aku sangat nyaman saat bersama Dia.
" Jangan marah .... Aku hanya saja masih belum siap. Tolong beri Aku waktu. " kataku melihat atap atap kamar hotel itu.
" Tapi sampai kapan Sayang ???? Apa Aku masih kurang dimata Kamu ??? HHM ??? "
Aku melihatnya yang sudah berkaca kaca dan airmatanya perlahan mengalir. Aku langsung memegang tangannya.
" Beri Aku waktu satu bulan untuk memikirkannya. Tapi tolong jangan marah marah, Jangan emosi, Aku gak suka. Aku takut kalau Kamu marah. " kataku mengusap airmatanya dan mencium lembut bibirnya.
" Aku takut, Benar benar takut kalau Kamu hanya menginginkan tubuhku saja. Aku takut kalau Kamu tidak mencintaiku. " bisiknya.
" Beri Aku waktu satu bulan lagi iya .... "
" Setelah itu Kita persiapkan untuk pernikahan Kita iya .... Iya sayang ????? " katanya menatapku penuh harap.
Aku mengangguk senyum melihat RR. Dia langsung memelukku dan menciumi pipiku karena saking bahagianya Dia.
" Akhirnya .... Penantianku berujung manis Sayang .... Terima kasih telah mau untuk membuka lembaran baru bersamaku Sayang.... "
__ADS_1
" Hei ... Kamu ngomong apaan sih ??? " tanyaku senyum karena Dia benar benar sangat yakin satu bulan kemudian akan langsung persiapan pernikahan Kami.
" Aku yakin dan benar benar yakin bahwa Kamu dan Aku bersama hingga maut memisahkan. Muuuachh ... I Love You ... "
" Agus ajah belum nikah, Kamu udah dengan pedenya ngomong pernikahan Kita. dasar .... wkwkwkwk "
" Lah kan Dia tinggal lusa. Kamu harus memperkenalkan Aku sama Teman Teman Kamu sudah sebagai Calon Kamu. " jawabnya mencolek hidungku senyum.
" Hahahaha .... Pengen bangat Kamu ??? Ngebet amat dah ah .... "
" Biarin .... "
" Hahahahaha .... "
" Aduh .... Aaaaa .... Sayang .... geli ih.... Hahahaha "
" Aaaaaa .... Aaaaa .... eemmm .... Asrrhhh ... Hayo lakukan dengan keras lagi .... "
" Tolong tahan seperti itu !!! Iya itu !!!! Aaaaaa ..... Aaaaasa "
" I Love You .... "
__ADS_1