Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 117


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Kami tertidurdalam keadaan tidak mengenakan apapun. RR bangun dan melihat jam sudah malam, Sementara Aku masih tidur pulas dengan wajah kelelahannku.


RR tidak menggangguku tapi Dia tak kuasa menahan nafsunya saat melihatku dengan keadaan begitu. Dia mengelus tubuh indahku perlahan.


Dia menyibak rambutku yang halus, membelai pipiku lalu melihat tubuh indahku dan tak kuasa untuk menahannya untuk tidak membelai dan tidak tergoda.


Saat sedang menggeriangi indahnya tubuhku, Dia sontak kaget mendengar HPnya berdering membuatnya sontak menghentikan reaksinya.


Aku terbangun saat mendengar suara itu dan menyuruh Dia untuk menjawab panggilan itu karena Aku masih ngantuk.


Dia malah mematikan HP nya dan tidak menjawab panggilan itu. Dia menghampiriku dan memelukku dari belakang karena Aku posisi tidurku miring.


" I Love You. " bisikknya sambil memcium punggungku.


" Kenapa Kamu tidak manjawabnya ???? Apa tidak penting ??? " kataku dengan memejamkan mataku.


" Itu Sekretarisku. " jawabnya masih terus menempel bibirnya di punggungku sambil menciuminya.


" Siapa tau penting ???? "

__ADS_1


" Palingan nanti Dia Chat kalo memang urgent. "


Aku menarik nafasku dalam dalam dan menarik selimut untuk menutupi sampai ke leherku. Aku mengelus dan memegang tangannya yang melingkar diperutku.


Aku memejamkan mataku tetapi tidak bisa karena sudah terlanjur bangun karena suara HP itu.


Aku membalikkan badanku dan melihat Dia yang sudah tidur terlelap. Aku memandangi wajah tampan, mulus dan coolnya. Bibirnya yang manis membuatku perlahan memegang dan mengelusnya.


" Bagaimana bisa Dia tidak punya Kekasih ????? Wajahnya yang tampan begini membuat para Wanita terpikat saat melihatnya saja. Apa Dia masih trauma akan ceritanya itu ???? Tapi kenapa Dia menyatakan cinta dan tulus samaku yang hanya bercinta satu malam saja ???? " gumamku bingung sambil menatap wajahnya dengan dekat.


Aku meremas dan mengelus elus dadanya dan menyenderkan kepalaku di atas dadanya. Dia terbangun dan menxium rambutku sembari mengelus elusnya.


Sesekali tanganku meengelus dan meraba raba dadanya itu.


" Bagaimana bisa Kamu tidak mempunyai Kekasih sih ???? " kataku pelan sambil mengelus bibirnya seakan tidak percaya hanya karena Dihianati Kekasihnya di hari menjelang pernikahannya bisa menutup hati begini, Tapi malah bisa menjalin hubungan seperti ini dan mengatakan bahwa Dia tulus ????


Aku tidak menyangka Dia mendengar perkataanku tadi. Dia membuka matanya dan melihatku sehingga Aku sontak kaget dan menatapnya juga.


Aku langsung menahan tanganku yang masih berada diatas bibirnya. Dia menatapku dengan tatapan indahnya. Sorot matanya sungguh tajam membuatku tersenyum walau Aku memaksa senyumku dan nyengir.

__ADS_1


" Kamu udah bangun ??? " kataku basa basi.


" Dia menarik dan memlukku hingga tubuh Kami berdua saling bersentuhan karena masih belum mengenakan apapun.


Aku menatapnya senyum sementara Dia terus menatapku.


" Kenapa ??? " bisikku sambil mengelus Pipinya.


" Pembuktian apa yang akan Aku lakukan agar Kamu bisa percaya samaku???? Banyak Wanita yang menyukaiku tapi Aku hanya tertuju sama Kamu setelah Kita bertemu pertama kalinya. " katanya sambil menatapku penuh harap.


Aku tertawa kecil mendengar itu. " Sebelum bertemu Aku ??? Kan Kamu bilang ada beberapa tahun Kamu tidak menjalin hubungan dengan siapapun, Katamu iya.... But O dont know... " jawabku menggelengkan kepalaku.


" Trust Me Dear .... Aku menyendiri selama itu dan tidak pernah untuk berkenalan dengan siapapun. Aku menyembuhkan lukaku dan itu butuh waktu yang cukup lama Sayang ... " jawabnya menyakinkan.


" Oh anggaplah Aku percaya akan hal itu. But kenapa Kamu sampai berpikir untuk melakukan hal seperti ini ???? Kenapa ??? " kataku dengan santai sambil senyum melihat Dia yang menatapku dengan penuh harapan.


" Jujur iya Sayang, Aku ingin mencoba melampiaskan hasratku dan mencoba ingin melupakan semua dan Percaya gak percaya, Aku baru melakukan itu bersama Kamu untuk pertama kalinya dan akan selamanya. Itu harapan Aku Sayang ... Aku sungguh sangat bersyukur bisa ketemu Kamu. " jawabnya sambil mengelus rambutku dengan mata berkaca kaca.


Aku hanya tersenyum kecil mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2