Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 249


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Aku sudah bersiap siap untuk mandi karena hari ini Aku ngantor. Aku melihat Mami masih tidur pulas sementara RR sudah mengecek ponselnya.


Pagi ini Aku memakai Dress selutut dibalut dengan Blazer membuat styleku ke kantor hari ini sangat terlihat elegan dipadu dengan hels yang dibelikan Rein untukku.


Aku sengaja memakaianya karena perpaduan yang cocok untuk dress yang Aku pakai saat ini dan kebetulan juga hak nya tidak terlalu tinggi dibanding dengan sepatu helsku yang lain.


Sebelum turun untuk makan, Al tidak lupa untuk mengoles salep itu kelututku supaya memarnya cepat hilang dan tidak membekas. Dia selalu memaksaku untuk selalu mengolesinya walau sebenarnya Aku malas dan merasa tidak sakit lagi walau masih ada memar birunya. Aku hanya bisa menurutinya.


" Mami ..... Nanti Mami turun makan iya, RR mau ngantar Aku dulu ke kantor. Nanti Dia balik kesini lagi. " kataku berdiri disamping Mami dan membenarkan bajunya yang kelihatan perutnya kemana mana.


" Hhmmm ... Oke Cin ... Hati hati ... " jawabnya dengan tidak membuka matanya.


" Nanti Aku kesini untuk jemput Mami iya. Temanin Aku cek proyek nanti iya Mi. " kata RR.


" Oke Cinta. "


Aku dan RR langsung turun untuk sarapan. Aku dan RR menikmati masakan Bibi sambil cerita cerita. Setelah selesai makan, Aku memotong beberapa buah untuk Aku bawah ke kantor dan untuk dimakan RR nanti. Aku taruh di tuppaware.


Hari ini Aku sengaja datang ke kantor agak siangan.


" Bibi mana Yang ??? " tanya RR yang tidak melihat Bibi sejak Kami berada di meja makan.


" Mungkin lagi di kamar. " jawabku.


" Oh ... Oh iya jangan lupa Kamu bawain oleh oleh itu buag ke kantor. "

__ADS_1


" Oh iya .... " kataku yang memang lupa.


" Kamu iya ... lupa melulu deh.... Untung ajah Mami udah siapin tuh di meja ruang tamu. " jawab RR geleng geleng melihatku.


" Iya nih, Aku kadang lupa tau Sayang .... Makanya kalau ada Mami, Aku merasa tenang dan enak bangat. Makanya bujuk Mami dong Sayang biar Dia tinggal disini. Kalian kan kompak kalau ngomong. " kataku meminta bantuan sama RR.


" Kamu mau kasih apa samaku kalau Aku berhasil bujuk Mami ??? " kata RR senyum melihatku.


" Hhhmm ... Aku udah tau apa yang ada dipikiranmu itu Sayang .... Udah gak usah sok sok an pura pura ngomong gitu. " ledekku sambil mencubit kupingnya.


" Hahahaha .... "


" Dasar .... "


" Emang apa yang ada dipikiranku ??? Pura pura tau ajah deh Kamu ... " kata RR senyum senyum.


" Is ...Kamu tuh yang pikirannya kotor mulu. Soudzon ajah sama Orang !!!! Udah ayo, Nanti Kamu telat. " katanya sambil berdiri.


" Aku sengaja biar gak kepagian datangnya. Aku masih malas nih kerja, Masih pengen rebahan. " kataku merengek mengikuti langkahnya sambil memegang box buah yang sudah Aku potong potong itu.


" Cacingan Kamu kalau rebahan mulu ... " jawabnya sambil menjitak kepalaku.


" Lah Mami cacingan dong berarti ??? " kataku ketawa.


" Hahahaha .... Beda mah kalau Mami. "

__ADS_1


" Mana ada begitu bisa beda. Wah wah Kamu iya ngatain Mami cacingan .... " kataku geleng geleng.


" Tuh Kamu sudah berpikiran kotor ajah masih pagi Sayang .... Udah ayo buruan ... " katanya sambil menarik hidungku.


Aku senyum dan mengikuti langkahnya ke ruang tamu karena Dia harus mengambil beberapa papaer bag yang berisi oleh oleh yang akan Aku bawa kekantor.


" Banyak juga iya .... Udah tinggalin ajah sebagian Sayang .... Nanti gimana Aku bawainnya ke atas ???? " kataku karen malas.


" Ada satpam atau CS kan Sayang ..... Udah deh gak usah nyari nyari alasan Kamu !!!! Apa perlu Aku antarin ke ruangan Kamu nanti ??? " kata RR melotot dengan nada bicaranya yang sedikit pelan tapi menekan.


" Hahahaha .... " kataku ketawa dan nyengir.


" Aku udah tau Mamu, Jadi jangan banyak alasann deh .... Udah, Ayooo ... "


" Kalau Kamu gak tau Aku sih itu udah benar benar gak bisa dibiarin Yang..... Udah perlu dipertanyakan itu. " kataku sambil membuka pintu mobil belakang.


" Tapi Kamu gak pernah mengerti Aku kan ?? " cetusnya sambil membukakan pintu depan untukku.


" Kata siapa ??? " tanyaku saat Dia menutup pintunya kembali.


" Kata siapa ???? Kata Aku barusan. " jawabnya sambil menyalakan mesin mobil itu.


" Haallllaaa .... Kamu mah pintar bangat cari muka. " kataku sambil melihat ponselku yang ada pesan dari sekretarisnya Steve untuk memberitahukan bahwa hari ini ada meeting jam 10.


" Ah Kamu mah gak mau ngalah .... " kata RR sambil meletakkan ponselnya di sampingnya.

__ADS_1


" Aduh .... Aku mau ngisi energi dulu ... Hari kayaknya bakal melahkan ..." kataku menghela nafasku sambil memeluk lengannya.


Dia hanya senyum dan mencium rambutku lembut.


__ADS_2