Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 181


__ADS_3

Setelah selesai makan, dan sedikit cerita cerita sembari menikmati hidangan kopi yang disajikan, Ternyata sudah siang dan menjelang sore. RR meminta Mami untuk membawa baju gantiku dari hotel dan malam ini Kami akan tinggal di rumah RR bersama Mami dan Supir Kami.


" Eh tapi emang bisa Supir Kami ??? Beda beda Yang peraturan Hotel, Jangan samakan seperti milik Kamu. " kataku.


" Tidak apa apa. Nanti sampai di Hotel saat Nona ini mempersiapkan perlengkapan Kalian, Aku tanya personalia dulu. Kalau memang bisa Aku stand by bersama Kalian tidak apa apa dan kalau misalnya tidak bisa, Aku langsung pulang dan besok pagi datang lagi. Its Oke.... Santai. " jawab Supir Kami.


" Terima kasih Pak. " kataku.


Setelah Mami dan Supir itu pergi, Kami juga langsung menuju Rumah RR. Dimobil RR langsung mengirim alamat rumahnya sama Mami.


Sambil menggenggam tanganku, Dia menelpon Orang rumahnya untuk menyiapkan makan malam untuk 5 Orang.


" Ih gak usah repot repot Yang .... Kita pesan ajah nanti. " kataku menatapnya.


" Gak apa apa Yang .... Biar Kamu rasain masakan Orang rumah. Hehehe .... " katanya mengelus pipiku.


" Tadi Aku sangat terpesona loh sama Kamu Yang .... "


Aku menatapnya dan mengerutkan keningku karena sedikit bingung.


" Itu loh saat Kamu nyanyi tadi yang To Love You More .... Aku terpesona sekali sekali. Bukan hanya cantik parasnya tapi suaranya juga merdu sekali. "


" Oalaaaahhh .... Kamu lebay deh .... " kataku menyentil hidungnya karena menatapku dengan sangat dekat membuatku sedikit canggung.


" Auu ... sakit .... "


" Lebay. " kataku meringis menatapnya judes.


Dia langsung memelukku dan '' Aku kengen bangat sama Kamu. Hhhmmmmm ..... " kata RR memelukku erat membuat Aku sedikit susah bernafas.

__ADS_1


" Aiss .... Awas ih .... Sakit Yang .... Tuh Pak, alihat kelakuan Tuannya menyakiti Orang ... " kataku sama Supirnya membuat Dia tertawa kecil melihatku dari spion.


" Aku baru pertama kali melihat Tuan bermanja manja sama Orang terkasihnya Non .... Hehehe .... Maybe Dia sangat merindukan Nona. " kata Pak Supir itu membuatku mengerutkan kening sembari melirik RR yang memejamkan matanya.


" Tuan sering menceritakan Wanita yang Dia cintai dan Wanita itu tinggal di Indonesia dan sedikit judes tapi baik dan perhatian. Ternyata itu Nona. Hehehe .... Baru kali ini Tuan membawa Wanita bersamanya di mobilnya ini dan apalagi mengajak ke Rumah, Itu berarti Tuan tulus mencintainya. "


" Oh No. Itu bukan Aku.... " jawabku langsung sambil melambaikan tanganku ke Supir itu untuk menyatakan tidak. Tapi RR langsung memegang tanganku sehingga Aku susah untuk bergerak di pelukannya.


Supir itu tertawa melihatku.


" Aaaa sakit Yang .... Aku gak bisa nafas loh .... " kataku dengan pura pura sesak.


" Kamu alasan saja. " jawab RR menyenderkan kepalanya dibahuku.


" Yang serius!!. Aku sesak loh ini. Jangan gitu ih Kita baru makan nanti bisa muntah loh Akunya Kamu peluk kayak gini. " sambil melepaskan tangannya dari tubuhku.


Dia langsung melepaskan pelukannya.


" Plakkk .... Ih apa apaan sih Kamu .... Main nyosor ajah, Lihat tuh Bapaknya, Kamu gak malu ??? " kataku dengan nada suara pengen menggigitnya serta menampar pahanya.


" Aduh .... Sakit Yang .... Hahaha ... Emang kenapa ??? Kan gak salah ??? Kamu sengajakan menampar bagian itu agar Dia langsung tegang ??? " jawab RR tanpa merasa malu dan bersalah dan malah menggodaku.


" Dasar Kamu mesum !!!! " cetusku.


" Biarin .... Kan yang penting sama Kamu. Muuachh muacch muachhh ... " Dia malah makin menciumi tanganku dan sengaja membuatku marah.


" Yang, Jangan gitu!!! " tatapku kesal membuat Dia langsung menghentikan tingkahnya karena Dia tahu kalau Aku sudah marah.


Untung saja Supirnya itu tidak tahu bahasa indonesia, Coba kalau tahu bisa bisa kan malu.

__ADS_1


" Nanti bangunin Aku iya, Aku mau tidur dulu. " kataku melihatnya dan menyenderkan kepalaku kebelakang.


" Jangan kayak gitu Yang, Sini tidur dibahuku saja. " katanya sambil mendekatkan bahunya dan menyenderkan kepalaku pelan di bahunya dan mengelus elus rambutku.


" Aku capek. " kataku pelan.


" Iya tidur lah tidur ...." katanya mengelus rambutku.


Karena perjalanan dari Kota Paris ke rumahnya lumayan jauh, Aku sampai ketiduran di mobil saking capeknya. Bahkan ponselku juga banyak pesan masuk, Aku mengabaikannya demi mementingkan tidur dulu.


RR meggeser sedikit tubuhnya karena merasa capek dan membuatku terbangun.


" Eh, Maaf Yang ... Udah tidur lagi ajah .... " katanya merapikan rambutku.


" Masih jauh gak Yang .... Leherku sakit.... " jawabku sambil memegangnya.


" Sabar iya, Bentar lagi Kita sampai. " jawabnya sambil memijit mijit kepalaku.


" Mami udah sampai belum iya ??? " kataku dan mengambil ponselku.


" Kayaknya belum deh. Coba telepon Yang ... " kata RR.


Aku langsung menelpon Mami dan benar kata RR, Mereka belum sampai. Kata Mami 20 menit lagi sampai.


Aku bilang sama Mami supaya langsung otw kesini kalau udah selesai ambil pakaian Kami.


" Baik Cinta .... Udah Kalian bercumbu mesra saja dulu iya. Bye .... " kata Mami membuatku ingin menyentilnya.


" Yang, Nanti Aku boleh tidur dulu iya sembari nunggu Orang Mami. Kayaknya Aku mau flu deh ... " kataku.

__ADS_1


" Iya iya. Itu karena perubahan cuaca Yang .... Makanya Kamu Flu. Nanti minum obat iya dirumah. " kata RR.


Aku mengangguk dan memeluknya.


__ADS_2