Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 256


__ADS_3

Pagi ini, Aku bersiap siap dengan cepat cepat setelah habis olahraga. Karena hari ini adalah hari pernikahan Agus. Aku bersiap dan berdandan sendiri dan Mami juga sudah heboh di meja riasku dangan berdandan. RR sedari tadi hanya senyum senyum melihat tingkah Mami yang bersolek di meja riasku.


Aku berdiri didepan RR dan minta tolong untuk menarik restleting dressku ke atas. Iyap dressku hari ini sangat cantik walau bukan baru tapi memang Aku jarang sekali memakai itu.


RR perlahan menarik ke atas sambil berbisik ditelingaku.


" Kamu cantik bangat Sayang ..... Aku hampir tidak bisa menahannya. "


" Aish .... jangan aneh aneh deh Kamu !!! Buruan ah .... Biar Kita jalan. " kataku karena Dia perlahan lahan sambil mengelus punggungku.


" Tahan Cinta .... Nanti saja nikmati. " kata Mami main mata yang melihat RR sari kaca rias.


" Hahahahah .... Mami bisa ajah. " jawabnya ketawa.


" Buruan Mi, Masih belum kelar juga dandannya ???? Astaga ...... " kataku geleng geleng.


Tidak lupa juga, Aku memakai kalung berlian yang halus dan tidak besar itu tapi sangat indah dilihat mata. Memang Aku tidak terlalu suka sama perhiasan perhiasan yang besar besar. Aku suka yang kecil, simpel tapi cantik dan elegan. Aku tidak memperhitungkan soal berat, gram atau apapun itu. Bahkan yang ratusan juta pun Aku beli jika itu cantik, halus, kecil tapi indah akah dilihat.


Karena Aku tidak mau norak dan terlalu memamerkan yang Aku punya. Aku semakin cantik dan anggun saat kalung itu melingkar di leherku. Indah, Cantik Berkilau.


Biarlah harta yang Aku punya tidak untuk dipamerkan untuk Orang Orang. Karena Kita ingin dikenal bukan dari sorotan mata yang melihat ke yang Kita pakai melainkan kebaikan dan ketulusan yang Kita lakukan untuk Orang Orang terutama Orang terdekat Kita.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Kami langsung menuju gedung tempat pernikahan Agus dan Istrinya itu. Kakak dari Agus sudah menelponku untuk menanyakan kenapa Aku belum sampai juga.


Aku sangat bersyukur sakali karena keluarganya sudah menganggapku seperti saudara sendiri.


Aku juga berniat untuk mengenalkan RR ke Mereka karena pas jenguk Papanya di RS hanya ada Agus dan Papanya.


Sampai di lobby, Kami langsung turun dan ternyata Kakaknya Agus sudah memberi tahu satpam kalau memang lagi menungguku. Karena tadi pas nelpon, Aku bilang sudah dekat.


Kami turun dan salah satu satpam memarkir mobil Kami dan mengantar Kami ke dalam. Aku bersama Mami dan RR hendak duduk dikursi yang masih kosong disana, Tapi Petugas yang mengantar Kami itu memberi tahu bahwa Meja Kami berada di depan bersama keluarga dari Agus.


Aku yang mendengarnya sedikit syok dan tidak nyangka bahwa sampai sebegitunya Mereka samaku. Aku juga melihat beberapa Orang yang bekerja sama dengan perusahaannya sudah pada datang. Aku melambaikan tangan ke Mereka dan senyum sambil mengikuti petugas itu mengantar Kami. Tepat di samping meja kakaknya Agus, Meja Kami.


Aku langsung memberi salam sama Papa, Mama Agus lalu diikuti RR dan Mami. Kakaknya yang dari tadi menungguku senyum melihatku yang sudah sampai.


" Iya iya Nak. tidak apa apa yang penting Kamu sudah sampai sekarang toh ... " jawab Mamanya Agus.


" Bapak sudah baikan Ran .... Tadinya hampir kambuh lagi karena Kamu belum sampai disini. Heheheh ... " jawabnya bercanda.


" Ran .... Siapa itu ??? " tanya Mamanya Agus.


Aku langsung senyum sambil mengedipkan mataku ke Mamanya. " Tanya dong Bu ... " kataku sedikit manja.

__ADS_1


" Hahahaha .... Oh iya, Pas Kamu ke RS, Ibu gak ada iya ??? " kata Bapak.


" Iya gak ada. " jawabku.


Aku langsung melihat RR dan Dia langsung mendekat dari belakangku dan memberi salam ke Mamanya Agus.


" Halo Bu .... Selamat untuk pernikahan Anak Ibu .... " kata RR senyum.


" Terima kasih .... Ranti juga anak saya, Tolong jaga dan jangan lama lama iya. " kata Mamanya menepuk lengan RR lembut dan senyum.


" Hehehehe .... Makasih iya Bu. Minta doanya saja Bu. " jawab RR senyum.


Karena acara mau mulai, Jadi Kami langsung duduk setelah menyalami semuanya termasuk kedua Kakaknya Agus dan suaminya.


" Itu iya Calonmu, Dek ???? Jangan lama lama jya, Pokoknya habis Agus, Kamu !!! Nanti mau Kakak introgasi dulu .... " bisik Kakaknya setelah cipika cipiki membuatku menahan ketawa.


Sorotan lampu mulai menyorot dua sosok yang berada di depan dan menyorot kedua MC yang berdiri di depan. Mereka langsung memberi sambutan kepada tamu yang hadir.


Beberapa saat kemudian, Prosesi ijab kabul dimulai dan sengaja acaranya langsung resepsi setelah habis ijab kabul.


Saat kedua mempelai keluar, Wah itu benar benar membuatku merinding hingga Aku menggenggam tangan RR dengan reflek.

__ADS_1


Dia mengelus punggungku lembut.


__ADS_2