
Hari pertama Kami bertemu, Kami sangat menikmati permainan itu untuk melepas semua kerinduan.
Malamnya Dia mengajakku keluar makan malam dan nonton di bioskop. Saat Kami keluar dari hotel menuju lobby, Seorang resepsionist menyapanya dan melihatku dengan senyum.
" Malam Pak .... Semoga liburannya menyenangkan iya Pak .... " katanya sembari senyum melihatku.
" Terima kasih. " jawabnya.
Aku lagi menjawab telepon Mami saat Mereka berbicara, Hingga Aku tidak mendengar semua pembicaraan Mereka. Yang Aku lihat Mereka senyum melihat ke arahku hingga Aku sedikit bingung.
Aku langsung menghampiri Mereka setelah selesai berbicara sama Mami. Dan Pria yang disebelahnya menyapaku dan Dia memperkenalkan Dirinya dan ternyata Dia Manager di hotel itu.
Pantasan Dia agak dekat sama Priaku ini, ternyata ini Manager toh ...... pikirku dalam hati.
Aku pun langsung senyum menyapanya.
" Semoga segera iya Pak ... " jawabnya sedikit senyum melihat kearahku.
Aku langsung membelalakkan mataku melihat Priaku itu seperti menanyakan apa maksudnya itu, tapi Dia malah senyum dan memegang tanganku sembari berkata " Kami pergi dulu iya Pak Frank ..."
Aku berjalan bersamanya sembari menatapnya dan menanyakan yang tadi.
" Kalian ngomongin apa tadi ??? kok tiba - tiba senyum melihatku ??? " tanyaku sedikit penasaran.
" Gak ada. "
" Ohhh. " jawabku singkat.
Dia menatapku " Pak Franky hanya penasaran, Kamu siapa ???? soalnya Mereka tidak pernah melihat Saya jalan dengan cewek apalagi membawanya ke hotel ini. "
__ADS_1
Aku hanya mengangguk datar.
" Kenapa ??? Kamu kepikiran perkataanya tadi ??? Dia hanya bercanda, jangan dipikirkan. " katanya melihatku yang hanya mengangguk datar dan mengelus tanganku yang di pegangnya.
Kami langsung menuju lobby dan ternyata mobilnya sudah siap disana.
Dia langaung meminta Sopirnya untuk tidak ikut bersama Kami dan Dia ingin menyetir sendiri.
Supir itu pun mengangguk dan langsung sedikit berlari membuka pintu Supir setelah Aku masuk ke dalam mobil.
" Thankyou. " kata Priaku sembari masuk ke dalam.
Diapun mengangguk dan menunggu sampai Kami pergi.
" Kita mau kemana ??? " tanyaku menatapnya.
" Makan dulu yuk, Aku lapar ... " kataku.
" Okeoke. Mau makan apa ??? Hmmm ??? " katanya sambil menggenggam tanganku.
" Makan apa ajah !! ''
" Kamu marah Sayang ??? " katanya memelankan mobil.
" No Sayang. Aku karena lapar doang Sayang ..... " jawabku dengan cepat karena Dia sudah menatapku dan meminggirkan mobil serta menyetir pelan.
" Really ??? Aku takut Kamu marah. " jawabnya.
" Gak gak .... " jawabku mengelus tangannya sambil senyum.
__ADS_1
Dia langsung mempercepat laju mobilnya untuk menuju restoran.
Setelah sampai, Kami langsung masuk dan memesan makanan.
Dia langsung memberi tahu pelayan restoran itu agar menyiapkan makanan dengan cepat karena Aku sudah sangat lapar.
Aku hanya senyum terkekeh melihat Dia yang mondar mandir sambil melihat jam karena makanan tak kunjung datang.
Aku langsing menarik tangannya untuk duduk.
" Sayang, ngapain ??? " bisikku.
" Ini makanannya lama sekali, Kamu kan sudah lapar. " jawabnya dengan sesekali melihat ke arah perginya pelayan tadi.
" Sayang!! " tatapku sambil mengisyaratkan untuk duduk dan akhirnya Dia duduk sambil memegang tanganku.
" Udah tunggu ajah, Nanti juga makanannya datang. Gak usah kayak gitu. Aku gak lapar lapar bangat kok. " kataku sambil menghela nafas melihat reaksinya tadi.
" Aku takut Kamu sakit Sayang .... " jawabnya sedikit merengek.
" Gak.... mungkin karena gak makan siang tadi makanya sedikit lapar .... " jawabku.
" Sabar iya .... " katanya sambil mencium tanganku hingga membuatku selalu nyaman berada disampingnya.
Perhatiannya yang sungguh tidak dibuat buat bisa Aku rasakan Sendiri. Tatapannya yang ayu dan dalam membuatku terkadang merasa bersalah atas setiap ungkapan perasaan yang diutarakan samaku.
Tapi Aku tidak mempunyai perasaan selain hanya Pria semalam doang. Aku tidak mau suatu saat mengalami hal yang tidak Aku inginkan.
Tidak untuk mencintai secara perasaan tapi hanya untuk melepaskan hasrat saja.
__ADS_1