Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 49


__ADS_3

Dia melihat tubuh indahku dan sesekali meremas dan meraba rabanya dengan penuh manja. Aku membiarkannya menikmatinya dengan puas. Sesekali Aku menggeliat keenakan menikmatinya.


Dia tidak pernah melepaskan pelukannya dariku. Dia mengelus semuanya dengan lembut.


" Sayang .... besok pulang kerja mau Aku jemput gak ??? "


" Gak usah .... Soalnya Aku belum tau pulang jam berapa karena masih meeting sorenya sama vendor. "


" Baiklah. Aku menunggu Kamu disini iya..


Kalau ada waktu mampir kesini iya Yang.... Semoga pekerjaan Kamu membuahkan hasil yang Kamu inginkan. " katanya sambil mengecup keningku manja.


" Iya ... Kamu satu minggu kan disini ??? "


" Iya .... liburan sambil kerja Sayang.... hehehe... "


" Kalau Aku gak bisa kesini janga marah iya... Yang penting Kita malam ini sama sama puas iya. " kataku menaruh tanganku diatas dadanya sehingga Aku mendengar denyutan nadinya.


Dia mengangguk dengan senyum " Aku tidak pernah memaksamu untuk melakukan ataupun memaksamu untuk menemuiku karena Aku benar benar Sayang sama Kamu. Aku tidak mau Kamu jadi menjauh dari Aku saat Aku meminta Kamu untuk selalu ada untukku. "


" Iya dong... kan Kita gak ada hubungan apa apa toh .... Jangan terlalu baperan Sayang .... " kataku menggelitikkan ****** dadanya yang hitam kecil.


" Aaawww .... " sakit Yang! Dia mengerang kesakitan dan Aku tertawa saja kalau Dia marah karena tidak cocok untuk Dia kalau marah.

__ADS_1


Aku langsung menempelkan bibirku di atas bibirnya dan mulai mengemutnya lembut, begitu juga Dia langsung membalasnya.


Tanganku mulai bergerak ke bawah dan mengelus dadanya yang berbulu itu. Sedikit demi sedikit ku turunkan tanganku ke area itu dan sontak saja Aku melihatnya sudah mengeras dan sudah siap untuk bermain kembali.


Aku langsung bangkit dengan posisi duduk. Lalu Aku menarik tangannya sehingga tubuhnya setengah duduk dan terlihat Aku yang begitu menggairahkan.


Aku langsung naik diatasnya tanpa berpikir panjang lalu memasukkan dan memulai permainan itu lagi.


" Nikmat Sekali Sayang .... " Aku mengeriang sambil lihai bermain diatasnya. Aku melakukan goyangan dasyat sehingga Dia merem melek.


" Pelan pelan Dong Sayang ... " katanya yang mulai kewalahan.


" Oke oke... Aku mengurangi ritme nya iya.... Gimana ??? ini Oke ??? " kataku yang sesekali melakukan sodokan mesra.


" Jangan berpikir begitu. Masih banyak yang lebih hot permainannya loh Sayang.... Kamunya ajah yang tidak mau maybe .... "


" No! Aku tidak mau yang lain. cukup Kamu! " jawabnya cepat.


" Loh... why ???? Bukan Aku yang pertama kan ???? " kataku mulai penasaran sambil melakukan permainan itu.


" Yes... Kamu. Hanya Kamu. "


" Aku tidak percaya. " jawabku menggelengkan kepalaku.

__ADS_1


" Trust Me! Hanya Kamu Sayang .... " jawabnya memegang pinggulku dan melakukan ritme yang lebih cepat lagi.


" Bulsshitt ..... "


" Kenapa Kamu tidak percaya ???? "


" Iya ini buktinya. Omong kosong kalau hanya bersamaku. " kataku sedikit tertawa.


" Trust Me Sayang .... " katanya menghentikan permainan itu.


" Oke oke .... " jawabku cepat karena Aku tidak mau berhenti dulu sebelum Kami berdua puas.


Aku menciumnya dan memeluknya mesra agar Dia lebih bergairah lagi. Aku tidak mau moodnya tiba tiba buruk saat membahas yang tadi itu.


Kalau sudah kelar terserah deh mau marah atau gak, pikirku. Yang terpenting Aku puas dan nikmat.


Dia langsung menaikkan tempo goyangannya hingga berada dipuncak dan dititik paling enak. Aku menahannya dan memegang erat pinggulnya begitu juga Dia.


Aku melihatnya mengerang keenakan dan memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya.


Kutarik perlahan lalu ku sodok lagi hingga Kami berdua mengerang kembali dengan suara suara khas itu.


Sungguh nikmat dan puas sekali. Kami langaung sepakat untuk keluar bersama dan berbaring di atas ranjang sambil menghela nafas lega.

__ADS_1


detak jantungnya bedetak kencang seperti seirama dengan milikku yang nyut nyuta.


__ADS_2