
Satu harian, Aku hanya terkurung dikamar dengan infus yang masih terpasang karena siang itu panasku tiba tiba naik.
RR yang pulang ke hotel untuk mandi dan mengambil mobilnya, belum tau kalau Aku demam tinggi lagi.
Aku melarang Mami untuk memberi tahunya karena nanti membuatnya makin panik. Aku berusaha memejamkan mataku tapi tidak bisa karena mata juga terasa panas.
Makan siangpun Aku tidak nafsu dan Mami dengan sigap membeli jus untukku sebagai pengganti nasi walau hanya sedikit saja yang Aku minum.
Mami sekalu mengkompresku dan selalu siaga disampingku. Bibi yang menelpon untuk menanyakan kabarku pun, Terpaksa Mami membohonginya dan mengatakan bahwa Aku sudah baik dan lagi Istirahat.
Aku takut kalau Aku yang bicara sama Bibi pasti akan ketauan dari suaraku.
Jam 5 Sore, Rekan rekan dari kantorku mampir untuk menjengukku. Membuat seisi kamarku berisik hingga Aku terbangun.
Aku melihat Mereka yang duduk disofa serta berbicara sama Mami.
" Terima lasih Kalian sudah datang kesini. " kataku dengan suara serak.
" Ibu Ranti .... Ibu udah bangun ???? Cepat pulih iya Bu .... " Kata Mereka dan menghampiriku.
" Astaga Bu ..... Aku kaget sekali. "
" Iya nih .... Tiba tiba ini badan gak bisa diajak kompromi. " kataku dengan sedikit senyum.
" Yang penting sekarang Ibu sudah mulai baikan, Kita Kita dengarnya sudah senang Bu. " kata Alex.
" Hehehe .... Makasih iya. Kalian sudah lama iya datangnya ???? Maaf iya Aku tidur. " kataku nyegir dan duduk serta bersandar di Bedku.
" Baru ajah Bu. Hehehe .... "
" Mi, Tolong pesanin minuman buat Mereka. " kataku melihat Mami.
" Siap Cinta .... " kata Mami dengan suara khasnya.
" Gak usah Bu .... "
" Gak usah Bu ... "
* Kita juga bentar lagi mau pulang.... "
Mereka menolaknya.
" Gak apa apa. Masa Kalian langsung pulang sih ??? Masa Aku langsung ditinggal ??? Wah Kalian parah .... "
" Noh kan, Udah sakit masih bisa bercanda .... Hahahaha .... " kata Mba Devi sama yang lain.
__ADS_1
" Iya benar tuh. Aku salut sama Ibu. "
" Jangan terlalu diambil pusing .... Nanti malah makin sakit, Dinikmati ajah. Hehehe .... " kataku senyum sambil melihat Mereka.
Mami dengan sigap memotong beberapa kue yang dibawa Mereka, serta kiriman parcel dari beberapa Temanku.
" Silahkan dinikmati .... " kata Mami dengan main mata membuat Mereka tertawa dengan kelakuan Mami.
" Kayaknya Mereka butuh penghibur kayak Mami deh ... " kataku senyum melihat Mami.
" Boleh dong Sai ..... Mau kapan ???? Berapa jam ???? Saya siap .... " goda Mami sambil melenggok lenggokkan Tubuhnya.
" Arrrghhh .... Aku merinding .... " kata Alex.
" Astaga ...Kalau punya Teman kayak gini, Makin panjang umur iya ... " sambung Lia ketawa geli.
" Nah iya. Makanya Aku menganggap Dia sebagai Teman, Kalau gak??? iya gak bakalan. Wkwkwk .... " kataku tertawa.
" Astaga .... Parah sekali .... " kata Rudi.
" Iya memang .... Dia mah selalu menyakitkan kalau ngomong. Untung Aku Sayang .... " kata Mami dengan raut wajah sedih.
" Eh, Btw HRD udah kesini Bu ??? " tanya Mba Devi.
" Katanya Iya. Kan di Absensi Ibu sakit, Jadi banyak tuh yang mendoakan Ibu agar cepat pulih dan sehat.
" Oalah .... Aku belum buka web Absensi. " jawabku.
" Tapi semoga lah gak datang iya, Hahaha .... "
" Emang kenapa Bu ??? "
" Emang Dia Orangnya gitu Cin .... Dia gak mau kalau Orang lain melihat Dia sakit. Maunya sok kuat terus .... " jawab Mami sambil memoyongkan dan membulatkan mulutnya saat ngomong.
" Sialan. " cetusku ketawa.
" Emang kadang kayak gitu tau, Cin .... Kita gak mau Orang lain melihat sisi saat Kita lagi down atau apalah itu. Kok Aku jadi ikutan manggil Cin sihhh .... hahahaha .... " kata Rudi sambil membulatkkan kelopak matanya.
" Hahaha .... Baru ketemu sehari Rud, Gimana kalau udah tiap hari ???? bisa bisa jadi sama tuhh .... Hahaha .... " jawabku ketawa dan Mereka semua juga ikut ketawa.
Aku melihat Mereka sangat care satu sama lain. Tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi merangkul semua. Itu yang Aku lihat di Mereka bahkan di Perusahaanku. Kalau masalah Kekeluargaan dan kerjasama, Memang Perusahaanku nomor satu.
Kami tertawa lepas hingga Aku terkejut saat ponselku bunyi. Aku langsung melihat dan ternyata itu RR.
" Halo .... "
__ADS_1
" Yang .... Mau makan apa ??? Biar Aku beliin sekalian mau kesana. " katanya.
" Apa iya ???? Aku juga bingung, Belum kepikiran mau makan apa. Kamu masih lama gak ???? " tanyaku.
" Kenapa emang Yang ??? "
" Teman Teman kantorku lagi ada disini. Maksudku sekalian beliin makanan. Hehehe .... "
" Ohh ... Boleh boleh Yang .... Berapa Orang disana ??? "
" Gak usah Bu. Kami mau pulang. Takut kemalaman."
" Iya gak usah Bu. "
" Ih jangan gitu dong .... " kataku melihat Mereka.
" Iya benaran deh Bu, Gak usah. Ini Kita udah pada mau balik. Kasihan yang rumahnya jauh. " kata Mba Devi.
" Katanya Mereka pada mau pulang .... Gak jadi berarti. " kataku sama RR.
" Oalah .... Iya udah nanti bilang ajah sama Mereka, Kapan kapan Kita makan bareng Yang .... " kata RR.
" Kata Temanku, Kalau Kalian gak bisa hari ini, Next time Kita harus makan bareng katanya. " kataku melihat Mereka sambil menaruh ponselku ditelingaku.
" Boleh Boleh Bu. Yang Penting Ibu sehat dulu. "
" Iya udah. Kamu hati hati iya. " jawabku sambil menutup panggilan itu.
" Itu pacarnya Bu ??? " tanya Rudi nyegir.
" Wah ... lancang sekali Kamu Rud .... " kata Alex ketawa.
" Hahaha .... Teman. Makanya nanti biar kenal, Kapan Kita mau makan makan ???? "
" Itu mah gampang atuh Bu. Yang penting Ibu sing sehat dulu. " kata Melda.
" Oke oke. "
" Iya udah Kami pamit dulu iya Bu. Makasih makanan dan minumannya. "
" Iya, Kita yang jenguk malah Kita yang kenyang ... Hahaha ... "
" Hahaha .... Bye Bu..... Cepat sehat iya.... "
Mami mengantarkan Mereka ke sampai ke depan lift. Aku hanya geleng geleng senyum melihat Mereka yang begitu santai.
__ADS_1