Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 290


__ADS_3

Sudah lebih dua minggu persiapan pernikahan Kami sudah hampir selesai semua. Tinggal hanya sesi foto prewed di outdoor saja dan cetak undangan. Selebihnya sudah kelar semua termasuk Gedung dan perdekorasiannya. Kami berdua benar benar sibuk, untung saja Mami ikut membantu Kami.


" Hah, Aku capek!! " kataku sambil menghempaskan tubuhku diatas kasur.


" Sabar ya, Sayang .... Tinggal dikit lagi. " jawab RR sambil duduk disampingku.


Aku mengangguk dan memejamkan mataku perlahan.


" Mau Aku pijit gak ???? " tanya RR lembut.


Dia memang melihatku sudah sangat kecapean selama beberapa hari ini karena selalu sibuk dengan perintilan perintilan untuk pernikahan Kami. Walau Aku tidak mengeluh karena capek tapi Dia bisa melihat dari sorot mataku.


Memang terbilang seperti mendadak sih untuk persiapan pernikahan ini karena Aku tidak mau melihat RR menunggu terlalu lama lagi. Aku juga kasihan sama Dia karena Dia tidak cukup berani untuk selalu menanyakan itu samaku. Dia takut Aku akan menolaknya makanya Dia sabar untuk menunggu.


" Temanin Aku tidur ajah. " kataku pelan sambil menggeser tubuhku dan memeluknya.


" Iya iya, Aku disini kok. " jawab RR sambil mengelus elus rambutku.


" Terima kasih ya, Sayang ..... " kata RR tiba tiba sambil mengecup rambutku.


" Untuk ???? "


" Untuk semuanya. Kamu tau gak, Aku benar benar bahagia sekali. Terima kasih sudah bersamaku. Aku mencintaimu. "

__ADS_1


******


Setelah foto foto prewedding Kami sudah dicetak di undangan, Kami langsung memberikan ke tamu tamu yang akan Kami undang.


Aku tidak pernah memberi tahu RR untuk impian wedding seperti apa yang Aku mau. Karena memang jujur, Aku bahkan tidak pernah untuk memikirkannya. Tapi Dia benar benar membuatnya begitu mewah dan sangat indah.


" Sayang, Kamu harus benar benar istirahat total ya ??? Biar hari H nanti, Kamu tidak kecapean dan benar benar fresh. Untuk hal hal kecil lainnya biar Aku sama Mami yang urus semuanya. Pokoknya Kamu harus istirahat ya nanti habis Spa, Hm ??? " kata RR menatapku yang lagi santai menonton di ruang TV.


" Aku butuh tenaga. " kataku manja sambil merentangkan kedua tanganku melihatnya.


Dia senyum dan langsung memelukku erat. Sebentar Aku memejamkan mataku lalu menatapnya dan mengecup bibirnya sedikit lama. Dia pun langsung memegang daguku dengan kedua tangannya agar leluasa untuk melakukan ciuman itu.


Ciuman dan kecupan berkali kali Dia lakukan untukku hingga Aku membuka kancing kemejanya yang paling atas dan mulai meraba raba dadanya itu.


Dia dengan cepat membaringkan Aku di sofa dan berada diatasku untuk mengecup bibirku kembali. Aku membuka semua kancing kemejanya dan membantunya melepaskannya. Aku ******* ***** dadanya yang begitu kekar saat Dia menciumi leherku dengan cepat.


Dia membantuku untuk melepas pakaianku hingga benar benar lepas begitu juga Dia.


Aku memainkan tanganku menari nari di atas dadanya itu. Dia memainkan kedua gunung kembarku hingga Aku mendesah hebat dan mencengkeram pundaknya keras.


Dia mengecupnya secara bergantian hingga dengan tidak sadar tanganku sudah bermain untuk memasukkan pedangnya ke areaku. Sesekali Aku menganggkat bokongku untuk menahan iramanya. Walau terasa sulit, Aku berusaha untuk mempersatukannya membuat RR sedikit senyum melihatku yang begitu berusaha keras untuk itu.


" Susah .... " gerutuku mengadu melihatnya.

__ADS_1


" Iya. Milik Kamu selalu rapet dan sangat susah untuk mencoblosnya. Aku harus pelan pelan karena Aku gak mau Kamu nantinya akan kesakitan dan merasa perih saat sudah selesai. "


" Boleh gantian ??? " tanyaku ingin bertukar posisi. Aku ingin sekali, Aku yang akan memasukkan itu langsung sehingga Aku ingin mengambil alih karena sudah lama sekali, Dia selalu yang melakukannya.


Perlahan, Aku ayun pelan pelan dulu agar sedikit bisa dengan lancar bisa menerobos masuk ke dalam.


Saat Aku mengayun perlahan, RR sudah sangat menikmatinya. Dia merem melek sambil ******* ***** gunung kembarku.


" Hhmm ..... Kamu memang terbaik, Sayang. " kata RR sembari menggigit bibirnya melihatku yang bekerja.


" Jleb!! Arrrggghhh .... Aaauu ..... Aaaaa .... Akhirnya ..... " desahku hebat dan sangat senang saat usahaku itu berhasil.


Aku langsung mengayun maju mundur dengan tempo yang sedikit cepat membuat Kami berdua mendesah hebat. Makin cepat makin nikmat dan nikmat membuatku menggigit bibirku begitupun Dia yang memegang kedua tanganku.


Saat benar benar berada dipuncak, RR sengaja menahannya agar tidak keluar dulu. Dia menahannya untuk tetap berada disana sampai kenikmatan itu benar benar terasa puncaknya.


" Aku mau, setelah pernikahan Kita nanti. Malamnya harus benar benar tidak bisa terlewatkan karena itu momen yang paling ditunggu tunggu. " bisik RR.


" Sudah gak ada yang spesial, Sayang .... " kataku senyum.


" Itu sangat spesial dong, Walau Kita sering melakukannya tapi saat malam pertama untuk pengantin, itu adalah malam panjang Mereka. Pokoknya nanti malam itu harus benar benar kerja rodi sampai pagi. " kata RR mengelus pipiku.


" Lemas dong. " kataku menyentil hidungnya.

__ADS_1


" Iya kalau bisa satu harian, Kita di kamar saja. " godanya.


" Terserah Kamu deh, Kamu memang dasar tukang mesum !!! " katau tepat di depan mukanya sambil ketawa membuatnya melakukan ronde kedua lagi.


__ADS_2