Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 242


__ADS_3

Sudah beres semua kerjaan Mami untuk pisah pisahin oleh oleh dan buat Orang rumah juga sudah dikasih. Tinggal buat Aku bawa ke kantor lusa dan buat Teman Teman.


" Hayuk tidur, Aku ngantuk. " ajakku sama Mami dan RR yang masih asyik dengan ponsel dan laptop masing masing.


" Dia masih kerja tuh Pacar Kamu .... Udah tidur disini ajah nanti dibangunin kalau udah kelar. " kata Mami.


" Sayang .... Kerjanya diatas ajah yuk .... Atau Kalian naiknya belakangan??? " kataku.


" Iya udah ayo ayo .... " jawab RR sambil menutup laptopnya.


" Kalau sama Kamu mah gak bisa nolak Cin ..." jawab Mami senyum.


Aku senyum mengedipkam mataku sama Mami karena RR langsung memegang tanganku.


Kami langsung naik lantai atas dan ke kamarku. Mami juga melanjutkan film yang Dia tonton tadi di kamarku.


Mami langsung menyalakan tv dan mencari saluran yang Dia tonton tadi, Sementara RR melanjutkan kerjanya duduk di meja kerjaku.


Setelah Aku selesai mencuci muka, Aku langsung keluar dari kamar mandi. Sementara Mami turun lagi untuk mengambil beberapa cemilan dan minuman dingin dari kulkas.


" Mana salep kemarin Kamu taroh Sayang ??? Biar Aku olesin di lutut Kamu." kata RR sembari melihat Laptopnya.


" Aku sendiri akah yang olesin, Kamu kan lagi kerja. " jawabku sambil berjalan ke meja riasku.


" Sini Aku ajah, Biar sekalian Aku urut bentar. " kata RR lalu berdiri dan menghampiriku.


Aku langsung memberikan ke Dia dan menyuruhku untuk tiduran di kasur biar Dia enak untuk mengurutnya.


" Mami masuk iya ..... " kata Mami dari luar.


" Iya Mami. " jawab RR.


" Ijin dulu kan Cin ..... Ntar Mami kena zonk lagi kan, Hahahaha .... " kata Mami ketawa sambil membawa minuman dan beberapa cemilan.


" Kita bertiga disini ajah iya tidurnya. " kataku.


" Iya gak apa apa. Ini Cin, Minum dulu. " kata Mami.

__ADS_1


" Iya iya Mi. Nanti Aku ambil. " jawab RR yang lagi mengurut kakiku.


" Pelan pelan Yang, Masih sakit !!! " kataku sambil menahan tangannya karena Dia ngurutnya keras sehingga Aku meringis kesakitan.


" Oh iya. Maaf maaf ..... "


Aku tidur sambil memegang bajunya RR. Karena setiap Aku tidur pasti ada yang harus Aku peluk. Karena Dia lagi mengurut lututku sehingga Aku tidak bisa memeluk guling makanya Aku memegang bajunya sedikit.


Beberapa menit setelah Dia selesai mengurutku, Aku sudah tertidur dan Dia pelan pelan mengelus rambutku dan melepas tanganku dari genggaman bajunya.


Saat Dia melepas tanganku, Aku terbangun dan melihatnya yang langsung dengan cepat mengelus rambutku agar Aku tertidur lagi.


" Ssst .... Maaf iya Kamu jadi kebangun .... " katanya pelan sambil mengelus dan mencium keningku.


Aku langsung memeluknya erat dan kembali memejamkan mataku.


" Sayang .... Bentar, Aku ambil laptopku dulu iya, Biar Aku bisa sambil kerja. " katanya pelan sambil melepas tanganku.


Aku mengangguk dan melepas tanganku serta memeluk guling yang disampingku.


" Mami, Aku temanin Ranti tidur dulu iya .... " kata RR sambil membawa laptopnya.


RR kembali ke kasurku dan duduk menyender disana. Dia langsung mengelus rambutku dan menyingkirkan guling yang Aku peluk.


Aku kembali memeluknya dan Dia juga kembali bekerja.


Beberapa jam kemudian setelah Aku tidur, Aku kebangun karena harus ke kamar kamar mandi untuk buang air kecil. Aku melihat RR yang masih di depan laptopnya dan masih disampingku.


Aku melihat jam sudah jam 11 malam dan Mami juga tertidur di sofa.


" Sayang .... Kamu masih kerja ??? " kataku sambil mengelus tangannya.


" Eh, Kamu bangun Yang .... Iya nih tanggung tinggal dikit lagi. " jawab RR sambil senyum mengusap rambutku.


" Aku mau ke kamar mandi. " kataku sambil beranjak dari tempat tidur..


" Mami .... Mami ..... Tidur di kasur jangan disini. " kataku membangunkan Mami setelah Aku dari kamar mandi.

__ADS_1


" Hhhmmm .... " gerutu Mami sambil mengusap matanya.


" Ayo .... tidur di kasur disamping Aku atau RR. " kataku.


" Mami disini ajah .... " jawabnya.


" Atau gak Kita di kamar sebelah ajah, Ayoo ..." kataku mengajak Mami.


" Disini ajah Kita bertiga Cinta ...., Udah Kalian tidur di kasur ajah, Mami disini gak apa apa. " jawab Mami dengan suara yang sudah mengantuk.


" Gak mau ah .... Itu kasurnya gede loh Mi. Mami disamping RR ajah kalau gak mau disampingku. Berempat ajah muat disana. " ajakku menarik tangan Mami.


Mami membuka matanya dan melihat kasurku yang ukurannya besar. Mami mengangguk dan langsung berjalan kearah kasur dan di samping RR.


" Good Night Cinta .... " katanya melihat RR lalu tidur menarik selimut bedcover itu.


" Night Mami. " jawab RR.


Aku kembali ke tempat tidur setelah minum.


" Sayang, Besok ajah dilanjut. Ini udah jam berapa .... " kataku yang melihatnya masih tetap fokus sama data data di laptopnya.


" Iya iya. Sabar iya ... " jawabnya.


Aku langsung tiduran disampingnya dan memeluknya serta menemaninya kerja.


" Udah Kamu tidur ajah Yang .... Hhmm ??? " kata RR sambil melihatku dan mengelus pipiku lembut.


Aku tidak menjawab dan memeluknya serta melihat laptopnya yang mengecek data data dan angka yang Aku juga tidak mengerti.


Tidak lama kemudian, Aku melihat Dia menandatangi dokumen itu secara digital lalu dikirim bye email ke Rein.


" Done Sayang .... " katanya melihatku dan senyum mengelus rambutku.


Dia langsung menyimpan laptopnya di meja dan kembali ke kasur untuk tidur.


Dua langsung menyelimuti tubuhku dan memelukku serta mengecup keningku.

__ADS_1


" Good Night Sayang .... " bisiknya sambil mengecup keningku.


Aku mengangguk dan memeluknya erat.


__ADS_2