Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 197


__ADS_3

" Udah ah gak usah pake botol ini, Langsung tanya ajah satu satu. Terbuka satu sama lain soal kehidupannya. Karena Kita sudah seperti Keluarga. Bahkan Mami sudah menganggap RR dan Rein seperti Keluarga Mami sendiri. Mami sangat bersyukur dipertemukan dengan Orang baik. " kata Mami.


" Iyap. Me too Mami. Aku sangat bahagia Mami selalu ada buatku. " jawabku senyum sambil memegang tangan Mami.


" Nah sekarang giliran Kamu Bang ... Seberapa tulus Kamu sama Kakak ??? " tanya Rein melihat Abangnya itu.


" Kalau ditanya soal ketulusan, mungkin tidak bisa dikategorikan dalam hal apapun itu karena semua rasa sayang dan semuanya dalam mengungkapkan perasaan cinta sudah semua Aku bicarakan saalma Ranti. Semua ketulusan yang selama ini Aku lakukan bisa Dia nilai dari situ. Sekarang Aku hanya bisa berharap sama Dia bahwa suatu saat Aku bersamanya selamanya. Sekarang bukan waktunya untuk mengatakan hal hal cinta atau apapun itu, Karena semua sudah Aku berikan dan lakukan untuknya. Tinggal Dia menilainya atau gimana. Aku hanya mengikutinya sekarang. Aku bersyukur sekali, Dia memberiku kesempatan untuk menjalin hubungan dengannya. Semoga melalui hubungan ini, Kamu bisa menilai dan melihat isi hatiku yang paling dalam. " jawabnya menatapku.


" Wah luar biasa sekali Kamu Bang .... Aku salut sama perjuangan cintamu. Kamu bisa bangkit dan Kamu juga ber hak untuk bahagia Bang. " kata Rein menepuk pundak Abangnya itu.


" Tapi boleh gak Aku nanya sama Kakak ??? " kata Rein melihatku.


" Boleh. Apa itu ??? " jawabku.

__ADS_1


" Semenjak Abang kenal sama Kakak, Setelah Bang RR pulang dari Indonesia, Dia cerita samaku bahwa ada Seorang Wanita yang benar benar Dia cintai dan ingin menjalin hubungan dengannya. Saat Abang bilang samaku begitu, Aku sontak kaget campur bahagia karena selama ini yang Aku tahu, Dia selalu sibuk kerja dan kerja karena masa lalunya itu. Mungkin Kakak sudah tahu itu.


Abang selalu bercerita tentang Kakak dengan penuh bahagia yang terpancar di raut wajah Abang. Tapi kenapa Kakak tidak begitu yakin setelah Abang mengutarakan isi hatinya sama Kakak ???? Apa karena beda Negara ???? Kalo itu jawabannya Aku rasa tidak masuk diakal karena sekarang banyak yang nikah beda negara dan sangat bahagia. Apa Kakak pernah mengalami masa lalu yang membuat Kakak down atau apapun itu, Aku hanya penasaran soal itu Kak, Karena banyak Wanita yang suka sama Abang tapi kenapa Dia malah memilih Kakak dari Mereka Mereka itu ???? "


" Aku lebih ke trauma Rein. Trauma karena takut kehilangan dan trauma karena takut ditinggal. Aku gak pernah mengalami masa lalu yang menyakitkan dengan Laki Laki. Tapi Aku lebih trauma sama kehilangan. "


" Kenapa Kakak trauma ???? Sori Kak terlalu kepo. "


RR langsung memelukku dan mengusap airmataku.


" Maafkan Aku yang tidak tahu akan hal itu. Maafkan Aku yang selalu memaksa Kamu untuk mencintaiku dengan menjalin hubungan denganku. Maaf iya ..... " kata RR mengecup keningku.


" Tapi perlahan, Aku sudah bisa melepaskan itu semua. Aku bersyukur untuk Orang Orang terdekatku. Bibi yang selalu ada sejak Aku kecil, Mami dan juga Kamu. Terima kasih telah membuka mataku untuk tidak larut dalam masa lalu itu. Terima kasih untuk selalu ada dihidupku. "

__ADS_1


" Wah .... Perjalanan kehidupan Kakak benar benar sangat luar biasa. Tapi iya, Aku tadi ngira Kakak Seorang dari kalangan Artis loh ... Serius .... " kata Rein senyum sambil ketawa.


" Dasar .... " jawabku sembari senyum.


" Tapi banyak emang yang bilang Dia Artis Cin .... Apalagi pas Kami liburan ke Bangkok, Dibandara pada minta foto ke Dia bahkan Pramugarinya minta foto, Mami sampai ketawa melihat itu. "


" Masa sih ???? Trus akhirnya gimana ??? "


" Iya Dia juga udah bilang bahwa Dia bukan Artis, Tapi tetap ajah pada minta foto. "


" Tapi emang iya sih Kakak cantik sekali. "


" Masa ??? "kataku senyum sambil mengerutkan keningku.

__ADS_1


__ADS_2