Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 24


__ADS_3

Aku mengirim pesan ke Mami untuk menanyakan bagaimana permainan Mereka. Aku sembari tidur disampingnya sambil mengelus elus rambutnya.


Mami tidak membalas pesanku berarti Mereka lagi menikmatinya.


Aku bete malam ini karena masih belum bisa tidur sementara Pria yang berada disampingku ini sudah pules.


Aku membuka sosmed ku dan membaca serta melihat apa yang ada disana. dan tiba tiba pesan masuk dari Agus masuk ke HP ku di malam yang sudah hampir larut ini.


Aku langsung membukanya dan membacanya.


" Halo Mba ..... Selamat malam .... Maaf mengganggu malam - malam, Besok Mba Ranti ada acara gak ??? Kita jalan cari makan yuk.... hehehehe .... bosan Saya di rumah terus tidak tahu mau kemana. Semua teman Aku ajak pada sibuk jadi Aku bingung mau ngajak siapa dan tujuan terakhir Mba Ranti hehehehe. "


" Malam Pak ..... Oh iya kayaknya Saya besok ada urusan deh sama Teman. Tapi coba besok Saya pastikan iya Pak.... Masa semua temannya pada sibuk Pak ?? hehehehe. Harusnya kan Mereka kangen atuh sama Bapak kan Bapak baru balik dari Amerika. " balasku sedikit tertawa kecil.


" Tau nih Mba.... maybe karena hari Minggu kali besok jadi pad ngedate sama pasangan masing - masing.... "


" Lah Bapak aturan ngajak pasangan Bapak dong ngedate nya .... hehehhee..."


" Aduh... Kamu bikin Aku jadi malu deh Mba Ran.... Saya belum punya pasangan... "


" Waduh.... maaf iya Pak. Tapi masa Bapak yang setampan dan sekeren itu tidak ada pasangan ???? Bapak kali yang terlalu pemilih. " sindirku dengan senyum sinis.

__ADS_1


" Hahahaha .... Bukan ..... Mereka ajah yang gak mau Mba Ran .... Makanya ini Aku ngajak Mba Ranti siapa tahu jadi makin dekat kan ???? hahahaha... "


" Bapak bisa saja. " balasku dengan kalimat itu saja.


Aku juga sudah melihatnya saat pertama ketemu di dalam lift tingkahnya melihatku sudah sedikit buat Aku ilfil sih karena Dia Seorang Bos tapi masa berkelakuan seperti itu sama Orang yang belum kenal apalagi Dia tahu bahwa Saya itu Kliennya. Setidaknya Dia bertingkah layaknya Bos lah.


Aku geleng - geleng ajah melihat kelakuannya.


" Baru juga kenal dan klien di kantornya tapi sudah bertingkah seperti sudah sangat dekat. Apa Dia tidak memikirkan citranya di kantor iya ??? atau apa Dia kaget melihat dan bertemu Wanita cantik ??? astaga ..... buat Aku ilfil saja. Dasar Pak Agus .... Pak Agus ...


Beda bangat sama Papanya yang tegas dan berwibawa. Percuma dong sekolah di luar negeri tapi perilakunya masih kurang. " gumamku.


Aku memandang Pria yang tidur di sebelahku dan mengelus rambutnya. Tidurnya sangat pules sehingga Aku juga berusaha tidur sambil memeluknya.


Masih kalah jauh yang disampingku ini dibanding Dia. Bukan hanya dari segi permainan tapi Dia benar - benar seperti mengayomi dan bukan hanya karena sudah dibayar jadi Dia seenaknya saja mau melakukan seperti apa. Dia benar - benar bukan tipe yang seperti itu. Dia sangat lembut dan perhatian bahkan saat melakukan seperti apa Dia selalu bertanya dulu atau minta ijin dulu sehingga membuatku sangat nyaman saat berada di sampingnya.


Dia tertidur nyenyak dan akhirnya bangun jam 5 dan tiba - tiba memelukku dari belakang membuatku sedikit kaget.


" Pagi Sayang .... " katanya senyum.


" Hhhmmm pagi ...m " jawabku sambil membuka dikit mataku menatapnya persis depan mukaku.

__ADS_1


Dia langsung mengecup dan menciumku di semua wajahku hingga Aku begah akan ciumannya.


Dia memelukku erat dari belakang dan mencium punggungku serta rambutku yang terurai. Aku mengelus tangannya yang melingkar ditubuhku.


" Aku bahagia dan puas bisa kenal sama Kamu. Kamu sangat berbeda dengan Wanita Wanita yang Aku kenal." bisiknya.


" Semua punya kelebihan dan kekurangan masing - masing seperti Kamu yang tidak tahan lama. Hehehe .... " cetusku dengan jutek.


" Ternyata Kamu judes dan jutek iya, persis seperti yang Mami bilang. Dari omonganmu barusan membuatku sedikit malu utung Kamu cantik, tapi Kamu sangat lincah sehingga Aku kewalahan dan cepat capek. Tapi dibalik itu semuanya enak. Aku bahkan baru merasakan hal indah itu dari Kamu. "


" Itu masih belum seberapa!! "


" Wah .... wah .... Kamu luar biasa. Bukan main .... " katanya sambil menarik Aku untuk berbalik badan kearahnya.


Aku menatapnya dengan senyum lalu mencium bibirnya.


" Sudah pulih dong tenaganya ??? " kataku sambil mengedipkan mataku sembari meraba manja dadanya.


Tanpa menjawab Dia langsung melekatkan tubuhnya denganku dan memulainya. Kami memulainya lagi dengan penuh semangat.


Permainan demi permainan Kami lakukan sampai puas dan bahagia hingga akhirnya Dia menerima telepon dan ternyata itu dari rumahnya Dia.

__ADS_1


Dia langsung buru - buru pergi tanpa mandi. Aku sontak tertawa geli melihat tingkahnya Dia. Aku geleng - geleng melihatnya.


__ADS_2