
Setelah beberapa lama Aku mengecek laporan dari butik maupun dari kantor, Aku tertidur disofa itu karena mungkin pengaruh obat uang Aku minum itu.
Dengan sigap Mami langsung mengambil Ipad dan Ponsel yang ada di pahaku yang hampir terjatuh.
" Habis minum Obat iya Dia ??? " tanya Mami sama RR.
" Iya. Mungkin pengaruh itu kali, Mi. " jawab RR sambil menghampiriku.
Dia langsung membenarkan kepalaku yang miring agar tidak sakit membuatku terbangun.
" Panjangin ajah kakiMu Yang, Tidurnya jangan kayak gitu. " kata RR sambil memeluk dan mengangkatku agar tidur benar disofa itu.
" Tolong kecilin AC dong Yang, Aku kedinginan. " kataku lalu mengambil jacketku dan menjadikan selimut.
" Iya iya. Dingin iya ??? " tanya RR dan Mami langsung mengambil remote AC yang ada di meja lalu menaikkan suhunya.
RR jongkok dan mengelusku yang tidur serta memegang tanganku agar Aku tidur lagi.
Tidak tahu sudah berapa lama Rein datang dan sudah ada di ruangan RR, Aku tidak tahu.
Saat Aku bangun, Dia sudah ada disana.
Mereka bertiga menikmati kopi serta membicarakan beberapa pekerjaan. Mami yang ikut nimbrung hanya mendengar dan menatap Rein dengan senyum senyum membuat Rein terkadang salah tingkah akan tatapan Mami kepadanya.
Aku mengambil ponselku dan membukanya. Beberapa pesan masuk dan panggilan tidak terjawab.
" Kamu sudah bangun Yang ???? " tanya RR dan langsung menghampiriku saat Aku hendak duduk.
" Iya. " jawabku sambil memakai jacketku itu karena dingin.
" Kamu masih kedinginan ???? " tanya RR sambil memegang tangan dan keningku dengan sigap.
" Ini AC nya yang terlalu dingin atau gimana iya ???? Kalian kedinginan gak sih ???? " kataku memegang tangan dan lengannya RR.
" Aku biasa ajah Cin .... " jawab Mami.
" Saya juga. " jawab Rein dengan terbata bata.
Rein langsung datang menghampiriku dan menyalam serta memperkenalkan dirinya.
Dia ikut senang akhirnya RR mempunyai Kekasih.
" Aku turut senang, Pak RR sering menceritakan Nona samaku. " kata Rein senyum melihatku.
" Terima kasih. Dia juga banyak bercerita tentang Kamu. " jawabku senyum.
" Kamu nanti tidur dirumah kan ??? " tanya RR sama Rein.
__ADS_1
" Hhhmm .... "
" Jangan kebanyakan mikir Kamu. Mau keluar sama Teman Teman Kamu lagi ???? Punya Teman gak ada yang benar. " cetus RR.
" Iya iya. Aku tidur disana. Eh, Kita makan dikuar ajah Bang, eh Pak .... Kan ada Nona disini, Masa gak hang out sih ???? Aku yang traktir deh .... " kata Rein sambil main mata membuat Mami makin klepek klepek.
" Hhmm ... Banyak uang Kamu iya .....! Mau pamer ???? " cetus RR mengerutkan keningnya.
" Bukan gitu Pak... Aku hanya ikut senang ajah makanya ingin mentraktir Mereka. " jawab Rein manyun serta mengambil kopinya dan meneguknya.
Aku hanya senyum senyum melihat Mereka berdua yang adu mulut.
" Udah gak usah banyak alasan Kamu. Nanti Kita makan dirumah ajah. Dia juga gak bisa keluar dulu, Kemarin habis kena racun makanan. " jawab RR sambil nunjuk Rein.
" Hah ??? Kok bisa Bang ???? Trus gak kenapa napa kan ??? " tanya Rein kaget.
" Iya namanya juga gak tahu. Kemarin badannya merah merah semua. Itu udah mendingan. Nanti mau cek ke Dokter lagi habis dari sini. "
" Oalah .... Pasti Kamu tuh Bang .... Ngasih makanan sama Nona yang tidak pernah Dia makan sebelumnya. " kata Rein sambil geleng geleng.
" Hehehe .... Bukan salah Dia kok Rein .... Akunya ajah yang makan dan pengen tahu rasanya seperti apa, Eh tau taunya gak sesuai sama lidahku mungkin .... Kasihan Dia, Udah kena omelan mulu. " jawabku sambil senyum melihat Rein.
" Iya, Emang Dia kayak gitu tuh .... " sembari duduk diatas meja.
" Udah deh jangan sok tahu Kamu. Gimana masih ada yang perlu di tanda tangani gak ???? " tanya RR mengalihkan pembicaraan.
" Mau ngapain Kamu cerita cerita segala ....!!!? " cetus RR menaikkan alisnya.
" Iya emangnya kenapa ??? Ih kok Kamu gitu, Kan gak ada salahnya Aku cerita sama calon Kakakku sendiri. " jawab Rein tidak mau kalah.
" Gak bisa!!!! " cetus RR.
" Iya nanti Kita cerita cerita iya Rein. Selow .... " jawabku mengedipkan mataku.
" Nah itu dia ..... Siap Kak .... "
" Udah kamu sana keruanganmu !!!! Menganggu ajah disini. " cetus RR.
" Ih Kamu apaan sih ??? " kataku menatap RR.
Rein hanya geleng geleng senyum melihat tingkah RR.
" Tuh urusin yang tender kemarin biar dokumennya cepat kelar. " cetus RR menatap Rein.
" Iya iya ..... Baik. Sampai ketemu di rumah nanti Kak, Mi .... " jawab Rein senyum main mata sambil pergi dengan menunjukkan muka judesnya sama RR.
Rein Orangnya baik dan ramah serta cepat bergaul. Kelihatannya saja Dia seperti Pria nakal tapi sebenarnya Dia Pria penyayang dan bertanggung jawab. Sama seperti Kakaknya RR.
__ADS_1
RR langsung duduk dimeja kerjanya menatapku sembari dengan tatapan cemburu. Aku yang melihat tatapannya itu senyum dan berkata.
" Kamu kenapa ???? "
" Mau ngapain cerita cerita segala sama Dia ??? " kata RR sembari melihat dokumen yang ada didepannya.
" Lah emang kenapa ??? Kan Dia AdikMu toh .... " kataku senyum melihat reaksinya.
" Iya gak ada yang harus diceritain. " jawabnya ketus.
" Hahahaha .... Adik Kamu cool bangat sih Sayang .... " kata Mami senyum senyum.
" Noh noh .... Mulai deh ..... Awas Loh nanti Mami kepincut. " kataku.
" Iya ini udah kepincut Cin .... Tapi masalahnya Mami gak mungkin lah nyolek Dia kan ???? Hahaha .... "
" Awas loh Abangnya Galak Mi. Wkwkwk .... "
" Bagaimana Sayang ???? " lirik Mami sama RR sambil menyilangkan kakinya.
" Dasar Mami ..... Itu Adik Mami juga loh ... " jawab RR ketawa melihat reaksi Mami.
" Mami hanya bercanda kok. Habis Dia tidak kalah Tampan dari Kamu Sayang .... Membuat Mami terpesona aduhai deh .... " jawab Mami centil.
" Udah udah jangan menghayal berlebihan Mi. " cetusku.
RR langsung menyelesaikan semua dokumen yang ada dimejanya dan langaung menelpon Rein untuk memberi tahu bahwa semua dokumennya sudah selesai dicek dan ada beberapa yang harus direvisi. RR memberi tahu Rein untuk dokumen yang perlu direvisi agar dibawa nanti pulang supaya RR bisa mengeceknya dirumah.
Kami langsung meninggalkan kantornya RR dan menuju ke mall untuk jalan jalan sebelum ke Dokter.
RR mengajak Kami ke salah satu Mall terbesar disana.
Kami berjalan mengelilingi Mall dan beberapa Store untuk belanja.
RR membelajakan Aku sama Mami walau Kami sudah menolaknya tapi Dia selalu memaksaku.
Dia membelikanku tas branded dan Aku langsung menolaknya karena Aku tidak menyukainya.
" Gak usah Yang .... Aku gak suka model dan bentuknya. Sayang loh gak dipake. Kamu tau kan, Aku punya tas yang kecil kecil doang ??? Aku gak suka yang kayak gitu. Gak usah. " kataku menatapnya.
" Iya udah pilih yang lain yang kecil. Ini ??? atau itu ???? " tunjukknya.
" No. Aku gak suka. " jawabku.
" Jangan dipaksa Sayang .... Dia emang kayak gitu Orangnya. Kalau gak suka iya gak suka. Kalau Dia suka pasti langsung diambil sama Dia berapa pun harganya. Dia emang mood mood an Orangnya. Kamu pasti tau lah. " kata Mami.
" Iya udah iya udah .... Kita kemana ???? " kata RR sembari memegangp
__ADS_1