Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 128


__ADS_3

" Kamu nelpon sama siapa Yang ???? Ketawanya kencang bangat. " kata RR saat meluar dari kamar mandi sambil mengusap usap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


" Biasa. Siapa lagi kalau bukan Mami. Dia mau kesini, Buruan pake bajumu. " cetusku yang melihat Dia masih santai dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


" Biarin ajah lah. " jawab RR santai membuatku melotot melihatnya kesal.


" iihh Ayo buruan Yang ..... " kataku menarik tangannya.


" Iya kenapa sih ???? Sabar Sayang .... " jawabnya sambil mencubit kedua pipiku sembari mengecup bibirku.


Aku tidak mau Mami melihat indahnya dadanya kekarnya itu. Apalagi Dia yang penyuka sesama jenis pasti langsung terangsang saat melihat RR.


Karena pas ketemu pertama kali juga Dia mengakui bahwa Mami menyukainya. Bahkan sampai menoleh dan tidak melepas pandangannya dari RR.


Dasar Bencong memang.


Aku sengaja duduk disofa karena malas pindah lagi apalagi Mami mau datang, Nanti bisa bisa Dia mengejekku karena berjalan tidak seperti biasanya.


" Tok .... tok tok ... " terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" Itu kayaknya Mami deh Yang .... " kataku sambil berdiri.


" Udah Kamu duduk ajah. Biar Aku yang buka. " jawabnya sambil main mata membuatku tersipu malu dan senyum senyum sendiri.


Saat RR membuka pintu Mami langsung bersorak sambil mencolek pinggang RR dan menerobos masuk kedalam.


" Suara Kamu ya .... Dasar Bencong .... " cetusku.


" Hmmm .... Kamar ini penuh dengan aura aura cinta bergejolak ya .... " kata Mami sambil menghirup udara yang ada dan memejamkan matanya.


" Udah udah ... Kamu gak cocok jadi dukun. Tuh minumannya ambil dan bawa keluar ajah. " cetusku.


" HAH ???? Trus Kamu langsung nyuruh Aku keluar ???? " cetus Mami kesal sambil menatapku tajam membuat RR tertawa.


" Opps .... Aku salah ya .... Hahahaha ... " jawabku sambil ketawa melihat Mami yang memasang wajah cemberut.


" Aishh ... Sayang .... Help Me ... " gerutunya manja sambil mendekati RR yang duduk dikursi.


" Why ???? " kata RR senyum sambil memegang tangan Mami.


Mami langsung sontak berteriak antara kaget dan senang. Dia menatap RR dengan speechless karena RR tersenyum sama Dia.


" Aish .... Tahan Mi ..... Tahan .... Ini milik Nona Ranti ... Jangan, Nanti Kamu bisa bisa jadi telor dadar .... " kata Mami pelan sambil mengelus dadanya sembari melihatku yang geleng geleng ketawa melihat reaksi Dia.


" Iya. Kamu ijin dulu sama Dia kalau mau nyolek Aku. " goda RR sama Mami.


" Arrrghh .... Aku ngaku kalah deh kalau gitu. Aku takut dikatain sama Dia. Omongannya selalu menyakitkan. " rintih Mami dengan wajah sedihnya.


" Apanya yang menyakitkan, Mi ???? Kamunya ajah yang terlalu baper ah .... " kataku sembari membuka buka medsosku.


" Omonganmu yang pedas tau !!!! tajam bangat, Sampai hatiku terkadang sak iiiittt bangat .... " gerutu Mami dengan suara cempreng khasnya.


" Setajam apa ???? " sambung RR.


" Setajam silet kali ah ... " jawabku ngakak.


" Eh makan yuk, Aku laper nih ???? Kamu udah lapar kan Yang ??? Kita belum makan soalnya. "


" Iya yuk... ditempat kemarin ajah yang lesehan itu Cin .... " sambung Mami.

__ADS_1


" Boleh tuh. " jawab RR.


" Aku mah gak terlalu lapar sih soalnya kan tadi udah makan roti sembari ngopi. Kamunya ajah yang molor, itu ajah punya Kamu belum Kamu minum. " cetusku tanpa melihat Mereka berdua.


" Tuh kan, Sakit bangat tau omongannya. ceplos ceplass ... Aisshhh untung Sayang .... " gerutu Mami melihat RR.


" Iya iya Mi. Untung Sayang ... Ayolah, Nanti Kita lanjut minumnya ajah disini ...."


" Iya mantap tuh Sayang ... Kita harus minum nanti. Ayo Cin .... "


" Aku ngantuk Mi. Aku mau tidur dulu. " jawabku dan masih sibuk dengan HPku.


" Atau Kita pesan ajah Yang ???? Hhmm ???? " tatapnya.


" Itu gak ada Online nya. Mau gak mau harus kesana. " jawabku santai.


" Ayolah Cin .... Seberapa berat sih ngantukmu itu ???? Apa Kamu semalaman gak tidur ???? kuat sekali ah .... Letoi dong ah .... Aduh jadi merinding Aku. " ceplos Mami malu malu.


" Iya nih Mi, Gimana dong ???? " pancingku lagi tanpa melihat Mereka.


" Aishhh .... Udah ah ... makin buyar nanti konsentrasiku. Hayolah .... " gerutu Mami sambil duduk disampingku dan melihat HPku.


" Apa mau Aku yang kesana ???? biar Kita makan disini Yang ??? Aku kesana, Kamu bisa tidur dulu. " kata RR sembari bersandar di meja yang ada didepanku.


" Atau Kita berdua ajah Sayang yang kesana. Biar Ranti tidur disini. " kata Mami.


" Iya boleh tuh. Aku juga malas jalan nih. " jawabku sambil melihat RR.


" Gak Aku sendiri ajah Yang ... Kalian disini ajah iya. Mau dibeliin apa ??? " tatapnya senyum sambil melihatku.


Mungkin Dia mengerti maksudku karena Aku berjalan agak pincang karena sedikit perih.


" Aku bingung mau makan apa. " jawabku mengerutkan keningku.


Aku selalu luluh sama Dia. Walau Aku sering ngatain Dia bencong segala macam tapi Dia tidak pernah marah samaku walau Dia bilang sakit hati. Makanya Aku selalu gak bisa nolak ajakannya kalau lagi bisa.


" Iya udah iyaaaa. " jawabku melebarkan senyumku.


" Aaaaaa .... Kamu terbaik deh Cin .... Moodku hari ini langsung naik. " kata Mami senyum memelukku.


" Jangan peluk peluk, Nanti Kamu tergoda. " bisikku ditelinganya sambil senyum membuat Dia sontak merinding dan melepas pelukannya.


" Aiishhh .... Aarghhhh ... Aku merinding .... Jangan berbisik sama Aku ih .... " kata Mami memegang tangannya.


" Hahaha ... Kenapa ???? Kamu takut tergoda iya ???? "


" Ogah bangat. Udah ah .... Hayooo, Eh Kita ketemu dibawah ya, Aku mau ambil HP dulu sama tas di kamar. " kata Mami sambil main mata.


" Ngapain bawa tas segala, Emang Kamu gak bawa HP ???? " tanyaku.


" Gak. Tadi Aku charger makanya gak Aku bawa kesini. "


" Oalah .... ya udah jangan lama lama iya??? ketemu dilobby ajah. ''


" Oke. Siap. " jawab Mami sembari pergi.


" Sayang .... Are You Oke ??? " tanya RR sedikit khawatir.


" Iya. Hhm. " anggukku.

__ADS_1


" Kamu udah gak sakit kalo jalan ???? Aku khawatir Yang .... " kata RR.


" Udalah ayo ah ... Pas main Kamu gak khawatir. " kataku datar sambil berdiri ambil dompet.


" Yang. Jangan ngomong gitu dong .... Aku jadi gak enak. " jawabnya sambil memegang tanganku.


" Enakin ajahlah. "


" Maaf Yang .... " kata RR langsung memelukku.


Aku senyum karena Dia merasa bersalah padahal Aku hanya bercanda ngomong gitu.


Aku mengelus punggungnya dan bekata " Ayoo. Nanti Mami menunggu lama dibawah. " kataku melepas pelukannya.


" Ganti dulu celanamu. " katanya karena melihatku memakai celana yang lumayan pendek bangat.


" Kenapa ??? biarin ajah. Kan Kita makan doang. " jawabku santai.


" Aku gak mau Yang .... Itu terlalu pendek untuk Kamu pake keluar apalagi ketempat makan kayak gitu. Nanti semua mata tertuju sama Kamu. Kamu mau buat Aku sakit hati dan terbakar cemburu ??? "


" Isss Kamu terlalu lebay deh mikirnya. " cetusku.


" Gak Sayang. Kita ke mall ajah Orang Orang pada ngeliatin Kamu, Apalagi ke tempat makan seperti itu ???. "


" Itu bukan Aku yang dilihatin tapi Kamu. " bentakku sedikit kesal karena pikirannya yang terlalu sempit.


" Tolong lah Sayang .... " katanya memohon sambil menggenggam tanganku.


" Trus Aku harus pake apa ??? pake piyama ??? Aishhh moodku benar benar hilang deh karena masalah sepele begini ajah. Mana mana celana yang mau Aku pake Mami udah dibawah tuh. " cetusku kesal lalu duduk disofa.


" Yang, Jangan marah gitu. Iya udah kalau gak mau ganti, Tapi jangan pake suara yang keras gitu. Aku gak maksa Kamu kok. Hayo hayo ... " katanya pelan sambil memegang tanganku dan mengelusnya menenangkanku.


Aku langsung melepas tangannya dan membuka paperbag yang berisi belanjaan Kami kemarin. Aku langsung mengambil celana santai dibawah lutut dan berjalan ke kamar mandi. Aku berjalan cepat dan tidak menunjukkan ke Dia bahwa Aku masih menahan perih saat berjalan.


Setelah Aku ganti, Aku langaung keluar dari kamar mandi dan mengambil jaket yang digantung tanpa melihat Dia. Dia yang melihat reaksiku hanya diam saja.


" Udah ??? ayo jalan. Kasihan Mami udah nunggu dibawah. " jawabku menatapnya.


Dia yang memegang keningnya datang mendekatiku dan memegang pundakku.


" Yang ... Tolong jangan marah. Aku bukannya melarang Kamu untuk memakai itu, Tapi itu kurang pas kalau menurutku untuk makan ditempat seperti itu. Aku bukan melarang Kamu kok. Aku minta maaf kalau perkataanku membuat Kamu emosi dan marah. Tolong jangan marah marah ... Aku takut Kamu membenciku .... " bisiknya sambil memelukku mengelus rambutku.


Aku terdiam dan menenangkan diri. Aku berpikir apa Aku yang terlalu baperan atau bagaimana. Aku berusaha menenangkan diri dan mengelus punggungnya.


" Ayo, Mami dibawah menunggu. " kataku melihatnya yang masih berkaca kaca sambil mengangguk.


Aku senyum menatapnya dan mengelus wajahnya yang masih menatapku.


" Kamu mau pake jaket gak ???? " tanyaku.


" Hhmm, Iya. " jawabnya sambil mengusap matanya.


" Are You cry ???? " tanyaku senyum.


" No. Ayoo .... " jawabnya sambil membuka pintu.


Aku langsung mencium pipinya saat Dia membuka pintu.


Apa Aku terlalu kasar sama Dia ??? Sudah berapa Kali Dia menangis untukku.

__ADS_1


Aku memikirkannya di lift dan Kami belum pernah saling terbuka satu sama lain. Aku tidak tau apakah yang Dia katakan itu jujur dan benar apa adanya. Tapi Aku tidak pernah terbuka sama Dia.


Bahkan Dia menantikan itu makanya Kami beli minuman dan ingin minum berdua tapi tidak jadi karena semalam Dia kerja.


__ADS_2