
Kami langsung masuk ke mobil dan meninggalkan mall itu. Selama diperjalanan, RR hanya diam dan tidur. Aku juga tidak mau mengganggunya.
Aku membiarkan Dia agar tenang dulu karena Aku tahu gimana perasaannya saat ini. Dia selalu menggenggam tanganku walau Dia memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya kebelakang kursi mobil itu.
" Halo Bu, Nanti saya bayar invoice yang baru Ibu kirim tadi iya. Sekalian tolong kirim juga desain yang sudah Ibu buat iya, Saya mau ngecek dulu. " kataku menelpon Manager Batikku.
" Baik Bu. " jawabnya.
" Terima Kasih. " jawabku lalu mematikan panggilanku.
Aku melihat RR masih memejamkan matamya sehingga Aku memilih untuk tidak menganggunya dulu. Aku sangat tahu betul bahwa Dia saat ini lagi trauma berat. Dimana masa lalu yang begitu kelam dan hitam tiba tiba muncul dihadapannya dengan begitu santai dan tidak merasa bersalah sedikit pun.
Aku hendak melepas tanganku yang di gemggamnya karena Aku pikir Dia tidur. Dengan pelan, Aku menarik tanganku dengan ekspreskiku yang begitu hati hati agar Dia tidak terbangun.
Dia malah makin menggenggam erat tanganku hingga Aku sedikit kaget dan sakit karena tanganku terasa pegal.
" Tanganku sakit dan pegal .... " kataku pelan sambil menggerakkan jemariku membuat Dia membuka matanya dan melihatku dengan diam.
Aku berusaha nyengir dan menunjukkan ekspresi bahwa tanganku Aku benar benar sakit dan pegal tapi Dia malah diam dan hanya menatapku membuatku bingung dan serba salah.
Karena tidak mau melihat Dia sedih, Aku langsung kembali menggenggam tangannya walau sebenarnya tanganku emang benaran pegal dan seperti kram gitu.
Aku sedikit takut dan khawatir mengingat ekspresi RR tadi yang begitu marah dan kesal. Tapi Aku berusaha untuk tidak memikirkannya.
Sampai dirumah, Aku melihat pandangannya benar benar kosong dan diam.
Saat mau keluar dari mobil, Dia menahanku sehingga Aku berbalik melihatnya.
" Besok mau gak Kamu ikut Aku Jiarah ka makam Mami sama Papi ???? Aku mau ngenalin Kamu sama Mereka Yang .... " kata RR.
Aku mengangguk dan meng iyakan dengan senyum.
Kami berjalan dan langsung masuk ke kamarnya Dia. Saat Dia hendak membuka pintu kamarnya, Aku langsung menahannya dan " Yang, Aku ambilkan minum dulu iya ... Kamu masuk duluan ajah. Biar Kamu istirahat dulu. " kataku senyum melihatnya.
" No. Biarin Mba yang antar kesini. Tolong jangan pergi. " katanya pelan menatapku.
" Iya udah iya udah .... Kamu istirahat dulu ayo ... " kataku sambil menarik tangannya masuk dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Dia langsung memelukku didalam kamarnya itu dan Dia benar benar menangis di pelukanku. Airmata yang Dia tahan di mall dan diperjalanan pulang, Dia tumpahkan dipelukanku.
" Maafkan Aku, Yang ... " katanya dengan sedikit terbata bata menahan airmatanya itu walau tidak bisa.
" Untuk apa ???? " jawabku sambil menepuk pundaknya.
" Maaf untuk semuanya. Aku sudah menyakiti hati dan perasaanmu. Jangan pergi. "
" No. Kamu gak ada salah. Udah Kamu tenangin diri Kamu dulu. Jangan biarkan masa sulit itu hadir lagi dipikiran Kamu. " kataku memegang bahunya dan menatapnya.
" Aku sudah tidak memikirkan apa apa lagi Yang. Sudah bemar benar lupa dan bahkan tidak menganggapnya ada di dunia ini lagi. Tapi saat Dia berdiri didepanku, hal itu membuatku mengingat Mami dan Papi. Karena itu kesehatan Mami dan Papi tiba tiba menurun dan pergi meninggalkanku. Aku membencinya ..... "
" Aku tau perasaan Kamu. Jangan pikirkan masa itu lagi karena Orang Tua Kamu pasti sudah bahagia dan damai disana. Sekarang Kamu jalani hidup Kamu Yang .... Aku tadi salut dan bangga sama Kamu karena Kamu bisa dengan percaya diri mengatakan hal seperti itu sama Dia. Aku benar benar salut sama Kamu. Tunjukkan ajah ke Dia bahwa Kamu sudah jauh lebih bahagia saat ini dibanding saat bersama Dia dulu. Dan bahkan masa lalumu bersama Dia sama seperti yang Kamu katakan tadi yaitu masa kelam dan suram. I Love You. " kecupku sembari jinjit mengecup bibirnya dengan senyum dan mengusap airmatanya.
Dia langsung memeluk dan mengelus rambutku dengan penuh kasih sayang.
" I Love You so much Sayang .... Aku beruntung memilikimu. " katanya memelukku erat.
" Kamu istirahat dulu iya .... "
" Jangan pergi. " katanya pelan sehingga Aku ikutan tidur disampingnya.
Aku tidur dipangkuan tangannya dan tepat di dadanya. Rasa dan hangat tubuhnya sangat terasa sekali. Aku memeluk tubuhnya dengan menempelkan pipiku di dadanya.
Tidak sadar, Aku tertidur dipelukannya begitu juga Dia. Ponselku yang bunyi berkali kali bahkan Aku tidak dengar karena benar benar ketiduran.
Memang benar, hal ternyaman memang saat Kita bersama Orang yang Kita cintai dan menghabiskan waktu bersama.
Tiba tiba saja Aku kaget sehingga Aku dan RR terbangun karena Dia mendengarku seperti bermimpi.
" Why Yang ???? " bisiknya mengelus pipiku dan mengecup rambutku.
Aku menggelengkan kepalaku karena Aku memang kadang seperti itu. Kayak kaget padahal sebenarnya bukan mimpi.
Aku melihat jam dinding yang ada dikamar RR dan sudah jam 9 malam. Sementara Kami belum mandi sama sekali dan Mami sama Rein juga belum tahu sudah pulang atau belum.
" Kamu gak mandi Yang ??? " kataku sambil bermanja manja mengelus dadanya.
__ADS_1
" Mau bareng sama Kamu. " jawabnya membuatku menatapnya dengan senyum nakalku.
Dia langsung mengecup bibirku dan **********. Aku pun membalasnya dengan kecupan manja.
Dia mulai bermain dengan mencium leherku yang lain membuatku sedikit resah dan bergejolak.
Tangannya mulai bergerak membuka kancing kemeja yang Aku pakai sambil mengecupku.
Hingga semua sudah tidak tersisa ditubuh Kami.
Kami bercinta dengan penuh gairah dan sensasi. Sudah lumayan lama juga tidak melakukan itu sehingga membuat Dia semakin bergairah dan ingin lebih semangat lagi.
Aku juga tak mau kalah dan ikut bekerja sama untuk saling memuaskan satu sama lain.
******* dan rintihan manja karena puas, Kami keluarkan secara pelan pelan.
Genggaman keras kedua tangan Kami menunjukkan bahwa malam itu sangat indah. Ditambah lagi ayunan dan ******* itu membuat semakin ingin tidak mau berhenti.
" Hhhmmm .... "
" Arrrggghhh .... "
" Hhhmmm .... Aaaaa .... aaaa.... "
" Siap ????? "
" Jleb ..... "
Halooo semuanya ..... Jangan lupa mampir juga di novel terbaru Aku iya ....
Masih edisi per hot hot an Bestiiii ....
Tapi dibalik semua itu Pasti ada pelajaran yang bisa dipetik kok karena tidak semua yang kita lihat dari sisi luarnya Seseorang sama dengan sisi dalam kehidupannya.
So Stay tune Cinta Cintanya RR 😘🥰🥰
__ADS_1