Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 279


__ADS_3

" Mau makan dulu atau mau ngisi daya ???? " godanya samaku main mata dengan senyum indahnya.


" Kamu mah pikirannya mesum melulu deh !!! Aku mau makan !!! " jawabku mendorongnya yang sudah mendekatkan wajahnya tepat di depan mataku.


*******


Salama Aku tidur ternyata RR dan Mami teleponan.


" Halo Mi, Besok kan lusa ulang tahun Yesline. Bantuin Aku Mi, Aku berencana sekalian untuk memberikan cincin sama Dia. Aku mau melamarnya. "


" Yakin Kamu Cin ????? Kamu tau kan Dia seperti apa, Gak mau dikasih apapun ??? "


" Kali ini akan berbeda Mi. Tadi di Pemakaman Mama sama Papa, Dia sudah mengenalkan Aku dan Aku yakin bahwa perkataanya tadi jawaban dari yang Aku tunggu tunggu selama ini. "


" Oh .... Baik Baik. Mami akan bantu semuanya. Yang penting Kalian berdua bahagia ya. Mami turut senang mendengarnya, Akhirnya Dia sadar juga, Hahaha .... " kata Mami sambil tertawa.


" Aku sudah info ke Pengelola Hotel ini Mi, dan Kita akan pakai Aula yang ada di hotel ini Mi. Jadi besok boleh dong temanin Aku beliin cincin dan hadiah buat Ranti, ya ??? Jangan kasih tau Dia dulu ya Mi, Oh ya.... Hari ini Dia benar benar marah samaku perkara tadi pagi itu. Hahaha ..... "


" Oke deh Cin, Siap. Pokoknya kalau bisa bikin Dia makin emosi Cin, Hahahahah.... "


" Jangan dong Mi, Kasihan .... "


" Iya iya, Mami hanya bercanda Cin. Mami tau Kamu gak akan bisa melihat Dia sedih kan ???? "


" Hehehe, Mami tau ajah. "


" Iya dong .... Ya udah nanti Mami coba cari cari alasan deh buat alasan ke Ranti besok biar bisa Kita keluar bareng. "


" Siap siap Mi. Makasih ya Mi. "


" Sama sama Cin. "


*******


Dia senyum melihatku yang mendorongnya dengan keras agar menjauh dariku. Dia mengikuti langkahku ke kamar mandi hingga Aku menatapnya tajam dengan judes dan masih emosi.

__ADS_1


" Ngapain ???? " tanyaku dengan nada ketus.


" Eh, Em ... Aku mau ke kamar mandi. " jawabnya kelabakan sambil menggaruk kepalanya.


" Iya udah sana duluan ... " kataku mempersilahkan Dia masuk duluan.


" Berdua boleh gak ???? " tanyanya nyengir melihatku.


Aku langsung kembali ke kamar dan duduk ditepi ranjang sambil membuka ponselku dan melihat lihatnya.


RR datang kembali ke kamar dan senyum melihatku dan duduk disampingku.


" Kamu mau mandi gak, Sayang ??? "


Aku langsung melotot melihatnya karena Aku tau yang dipikiran Dia, soalnya ini masih menjelang siang.


" Kamu itu ya !!!! "


" Kenapa sih, Sayang ??? Marah marah melulu. " kata RR sambil memegang daguku senyum.


" Aku gak ada ngomong apa apa tuh, Kapan Aku bilang mau ngomong sama Kamu ??? " katanya dan langsung tiduran di kakiku.


" Tau ah, awas ih .... Ngapain ???? ''


" Kenapa sih Kamu marah marah melulu, Emang Aku ada salah ??? ''


" Banyak !!! " jawabku melotot.


" Apa, coba jelasin dimana kesalahanku, Hm ??? " tanyanya menatapku dengan senyum.


" Ini salah satunya. " cetusku sambil mengangkat tanganku di depan mukanya.


" Kan Aku udah minta maaf, Sayang. Aku harus ngapain biar Kamu gak marah marah lagi ??? Aku capek juga kalau Kamu marah marah terus. " katanya memancing emosiku.


" Iya udah kalau capek, tinggalin Aku. Ngapain Kamu capek capek buang waktumu bersamaku kalau Kamu merasa capek. " kataku pelan tanpa melihatnya.

__ADS_1


" Kok Kamu ngomongnya gitu sih, Sayang ???? Emang segampang itu ninggalin Orang yang Kita cintai hanya karena capek ???? Emang gak bisa diomongin baik baik gitu ???? Kamu gampang bangat sih ngomongnya !!! " cetus RR.


" Kan Aku udah bilang dari awal, Kalau Kamu udah capek atau apapun itu, Kasih tau samaku karena Aku gak bakalan maksain Kamu untuk tetap bersamaku !!! " kataku dengan nada bicaraku yang sedikit emosi tapi Aku tahan.


" Terus mau pisah, putus gitu ???? Enak bangat Kamu ngomongnya !!!! Maksud Kamu selama ini, Aku hanya mainan Kamu saja ??? " katanya masih dengan santainya tiduran dan memejamkan matanya dipangkal pahaku.


" Apasih maumu ??? " bentakku keras.


" Kan tadi Kamu udah janji untuk bersamaku selamanya di depan Orang Tua Kamu. Masa hanya selang beberapa jam, Kamu sudah ingin mengingkarinya ??? Gimana sih Ran ??? kok Kamu gampangan bangat sih ??? " kata RR masih dengan santainya tanpa melihatku dan masih dengan santainya bisa mengatakan hal seperti itu dengan masih tiduran di kakiku.


" PLAAK !!!! "


Tamparan kerasku mendarat di wajahnya dan Aku mendorong tubuhnya kasar membuat Dia hampir terjatuh ke lantai dan kaget serta melotot menatapku memegang wajahnya yang merah bekas tamparanku.


Aku gak habis pikir, Dia bisa mengatakan itu dengan santainya di depanku. Laki Laki yang sudah Aku cintai dengan sepenuh hatiku ternyata malah mengatakan hal seperti itu samaku. Aku berdiri dan gemeteran melihat Dia dengan air mataku yang sudah berjatuhan. Aku seperti dipermainkan olehnya.


Dia terdiam dan tidak mengatakan apa apa kepadaku. Aku langsung berlari keluar kamar dan mengambil tasku dengan mengusap air mataku. Tubuhku seakan akan sudah tidak berguna lagi saat Dia mengatakan Aku Wanita gampangan.


Saat Aku meraih tasku dan hendak pergi, Di langsung mengejarku dan memelukku dari belakang. Sekuat tenaga Aku berusaha melepas tangannya yang melingkar di pinggangku.


" LEPASIN AKU !!!!! " bentakku keras dengan penuh emosi. Mungkin kalau ada Orang yang lewat depan kamar, mungkin akan mendengar teriakanku itu.


" Maafin Aku !!! Maafin Aku !!!! Aku minta maaf, Sayang ..... Aku seharusnya gak mengatakan itu. " kata RR yang merasa bersalah sambil mencium punggungku lembut.


" Aku gak butuh maaf Kamu !!!! Lepasin Aku !! Aku benar benar menyesal mengenal Kamu dalam hidupku, Dan kesalahan terbesar dalam hidupku !!!! " kataku berapi api membuat RR makin takut.


" Udah dong, Sayang .... Jangan marah, Aku hanya bercanda tadi. " Dia kehabisan kata kata hanya karena ingin mengerjaiku.


" Lepasin atau Aku telepon Polisi sekarang ????? " kataku sambil memegang ponselku hingga Dia harus melepaskanku dengan terpaksa.


Amu langsung berlari keluar dan menuju lift seperti Orang gila. Hidupku benar benar hancur saat Aku mendengar itu dari mulutnya RR.


Dengan berjalan cepat dan menghiraukan para Petugas hotel yang menyapaku karena kebetulan sudah kenal, Aku pun menghiraukannya.


Aku pun berlari ke taksi yang kebetulan ada di lobby itu.

__ADS_1


__ADS_2