Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 276


__ADS_3

Beberapa lama setelah dicek oleh Dokter, Ternyata itu efek dari Aku terlalu banyak melakukan pekerjaan dengan tangan kananku itu. Benar saja, selama di kantor, Aku menyelesaikan semua dokumen dengan menggunakan tangan kananku.


Setelah diberikan obat anti nyeri oleh Dokter, Kami langsung pulang.


" Sayang, Tolong jangan melakukan apapun dulu, ya .... Kamu harus benar benar istirahat dulu agar tanganmu ini benar benar pulih. Hm ??? " kata RR melihatku sembari memegang tanganku sambil berjalan ke parkiran mobil.


Aku mengangguk pelan dan tiba tiba Aku kepikiran sama kotak kecil yang diberikan oleh Steve tadi yang Aku taruh di mobil.


" Sayang, Tadi Steve ngasih sesuatu samaku tspi Aku gak mau terima tadi, Trus kayak dipaksa gitu karena katanya itu hadiah kenang kenangan buat Aku. Tapi gak Aku mau itu, Aku taruh tadi di mobil. " kataku sama RR sambil berjalan di lorong rumah sakit itu menuju ke parkiran.


" Iya udah, Nanti Kita kasih sama Orang ya ??? Udah gak usah dipikirin. " jawab RR mengelus punggungku.


Aku mengangguk senyum melihat Dia.


" Kamu mau makan gak ??? Kita makan di luar ya ??? " katanya mengajakku.


" Iya. Mami dimana ??? "

__ADS_1


" Ada di rumah. Kali ini Kita berdua ajah ya .... Besok ajah bareng sama Mami. Aku pengen berdua sama Kamu. " kata RR dan Aku pun mengangguk.


Dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan menuju restoran yang sudah langsung Dia booking.


" Sayang, Besok Kamu kerja ??? " tanyaku tiba tiba disaat Aku membuka mataku yang tadinya Aku sempat tidur.


" Kenapa ??? Kamu mau kemana ??? Kamu mau jalan jalan ??? " tanya RR dengan dengan cepat sambil melihatku.


" Hhm .... Kalau Kamu kerja, Nanti ajah gak apa apa kok, Aku mau ngajak Kamu jiarah ke Makam Mama sama Papa. " jawabku sambil menyenderkan kepalaku di lengannya.


" Iya iya, Besok Kita kesana, ya ..... Aku gak sibuk kok, Nanti Aku kerja dari rumah saja. "


" Iya. Aku gak sibuk. " jawabnya senyum tulus dan mengedipkan matanya membuatku benar benar merasa bersalah sekali.


Setelah sampai di depan Lobby Restoran, Kami langsung masuk dan menuju meja yang sudah disiapkan Pelayan karena sudah di booking RR tadi lewat telepon.


Dia langsung menghidangkan makanan untuk Kami. Seperti biasa, RR menyuapiku dengan lembut dan penuh kasih sayang hingga Aku tidak bisa menahan air mataku melihat ketulusan dan keseriusan yang Dia benar benar tunjukkan samaku.

__ADS_1


Aku langsung mengusap air mataku yang hampir jatuh agar Dia tidak melihatnya.


" Kenapa, Sayang ??? " tanyanya yang melihatku sedikit menunduk karena Aku tidak bisa menyembunyikan itu darinya.


" Haah .... Gak apa apa. Mataku kelilipan, Hehehe .... " jawabku senyum melihatnya dan berpura pura mengusap mataku pelan dengan tissue.


Dia langsung memelukku dan mengelus elus punggungku dengan lembut.


" Maafkan, Aku yang selalu membuat Kamu sedih dan terluka. " bisiknya pelan.


" Maafkan Aku yang gak pernah melihat ketulusan hatimu. Maaf .... " kataku menahan agar Aku tidak menangis.


" Udah ... Udah .... Gak apa apa, Sayang .... Jangan dipikirin. "


" Bagaimana Aku gak mikirin, Kamu yang selalu ada disisiku. Kamu yang selalu menemaniku tanpa memikirkan hari harimu yang bahkan begitu banyak terbuang sia sia karenaku. " gumamku dalam hati.


" Jangan dipikirin lagi ya, yang penting Kamu tidak pernah meninggalkan Aku, Sayang .... Itu udah lebih dari cukup bagiku. " kata RR memegang pipiku dan mengusap sisa sisa airmataku.

__ADS_1


Aku senyum melihatnya yang begitj tulu. " I Love You. " kataku tepat didepan wajahnya.


" Love You Too. " jawabnya sambil senyum mengelus elus lembut pipiku.


__ADS_2