Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 68


__ADS_3

Acara ulang tahun Perusahaan Pak Agus telah dimulai dan sangat meriah.


Dimulai dari kata sambutan dan ucapan syukur dari Pemilik Perusahaan hingga jajaran jajarannya dan beberapa mewakili klien. Ditambah lagi hiburan stand up komedi dan beberapa Artis yang juga turut memeriahkan acara itu.


Luar biasa sekali, bisa ikut dalam perayaan itu dan bisa menyaksikan dan mendengarkan bagaimana kesuksesan serta lika liku mulai berdirinya Perusahaan itu.


Aku berharap suatu saat nanti, Aku juga bisa mengadakan acara seperti ini.


Saat acara hiburan, Agus datang menghampiri ke meja Kami dan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Dia juga mengajakku berfoto bersama hingga Aku melirik Mba Puput sembari nyengir. Dia tahu bahwa Aku gak srek dengan Pak Agus.


Dia hanya membalas senyumanku sembari memberi isyarat untuk Aku meng iyakannya. Aku berjalan bersama Dia ke arah foto both yang sudah disiapkan. Kami berdua berfoto bersama saat Dia mengambil dari HP nya dengan sendiri sembari menunggu Fotographernya datang.


Saat sang fotografernya datang dan mengambil foto Kami, dengan sigap Dia menaruh tangannya di pinggang Saya hingga saat itu sontak Aku merasa jijik dan tidak enak berdiri berfoto bersama Dia.


Sungguh, menurutku Fia tidak punya etika dan sopan santun sama sekali. Aku makin malas dan muak melihat sifatnya yang seolah olah merasa dekat.

__ADS_1


Moodku saat itu langsung berubah drastis hingga Aku langsung minta ijin mau ke toilet dulu. Disana Aku menghela nafasku dan berusaha untuk tetap sabar dan tidak menghiraukannya.


Saat kembali ke meja, Aku langsung menceritakan kejadian tadi sama Mba Puput dan Dia juga heran dan kaget mendengarnya.


" Wah ... itu sudah gak benar Ran ..... "


" Nah makanya Mba, Aku jijik dan malas bangat kalau sudah berhubungan sama Dia. Najis dah punya cowok yang kayak gitu. Mau sekaya apapun kalau etitudenya tidak ada ogah bangat... " cetusku kesal.


" Iyap. Betul bangat Ran ... dari sikapnya saja bisa Kita nilai bagaimana kelakuannya. Secinta cinta atau sesuka sukanya sama Kamu gak harus gitu juga kali .... Arrgghhh ..." kata Mba Puput geleng - geleng.


" Hayo bareng ajah .... Mau pamitan sama Mereka gak ??? " sambil menunjuk sama Orang Tua Agus.


" Gak usah kali Mba .... itu juga masih ngobrol sama Temannya. Gak enak juga kan, Kita kan hanya serpihan serpihan saja..." kataku sambil senyum.


" Hahahahaha .... iya wes ayohh..."

__ADS_1


Kami berjalan kebelakang untuk ke pintu keluar dan langsung turun ke lobby. Kami berdua saling tatapan dan ketawa di dalam lift.


" Kocak iya .... Baru tau ada cowok kayak gitu loh Ran ... "


" Makanya pas pertama ketemu Dia ajah Aku udah tahu sifatnya kayak gitu Mba ... udah malas. "


" Mungkin Dia gak punya cewek kali Ran, atau jangan - jangan semua pada ilfil sama Dia melihat kelakuannya yang begitu. "


" Bisa jadi Mba. Mungkin Dia langsung memamerkan hartanya kali sehingga menurutnya para Cewek Cewek akan tergoda dan terpesona sama Dia pahadal tidak. "


" Hahahahha .... Aku jadi penasaran siapa yang mau pacaran sama Dia. "


" Gak bakalan ada Mba, kecuali si cewek itu matanya burem atau mata duitan, wkwkwk ... kesal bangat tau ... "


" Atau mungkin sifat dan kelakuan Mereka sama iya ... wkwkwk .... "

__ADS_1


" Nah iya benar ... Yang sefrekuensi. wkwkwk ..."


__ADS_2