Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 124


__ADS_3

Aku sampai ketiduran disofa karena Dia belum selesai juga untuk pekerjaannya itu. Aku tidur dan memanjangkan kakiku diatas sofa itu, Sementata Tabku masih menyala dan masih Aku pegang bersama dengan HPku.


Dia yang fokus sama laptopnya itu sampai tidak tahu kalau Aku sudah ketiduran. Dia bicara sama Aku tapi Aku tidak menjawabnya makanya Dia menoleh kearahku dan Dia baru tahu bahwa Aku ketiduran.


Dia datang menghamipirku dan jongkok didepan wajahku.


" Katanya mau jawab pertanyaanku, Eh Kamunya malah ketiduran .... Dasar, Untung Sayang ..... " kata RR pelan sambil mengelus Pipiku.


Dia mengambil tab dan HP yang ada ditanganku dan melihat desain yang Aku kerjakan di tab itu karena memang tidak Aku kunci.


Dia menatapku dan " Kamu bukan hanya cantik tapi pintar juga. Aku yang tidak tahu pekerjaan Kamu, setelah melihat ini pasti Kamu Orang yang sangat berbakat dan Orang penting. " bisiknya sambil mengelusku.


Dia meletakkan HP dan Tab ku di meja dan Dia menggendongku pelan keatas kasur hingga Aku terbangun dan melihat wajah tampannya senyum tepat di depan wajahku hingga Aku senyum menatapnya dan mengelus wajahnya yang begitu tampan.


" Aku ketiduran. " bisikku pelan.


Dia mengangguk dan senyum serta menidurkanku diatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhku.


Aku langsung memeluknya saat Dia mau berdiri.


" Kamu masih kerja Yang ???? Temanin Aku tidur!!! " kataku manja.


" Bentar iya masih ada satu lagi yang belum selesai, Sabar iya .... " jawabnya mengelus pipiku.


Aku memeluknya manja lalu melepas tanganku dan membiarkan Dia melanjutkan pekerjaannya lalu Aku memejamkan mataku sembari menarik selimut menutupi sampai ke leherku.


Dia yang menatapku langsung mengambil laptopnya dan duduk dikasur disampingku. Sembari Dia bekerja, Dia mengelus elus rambutku agar Aku bisa tidur nyenyak.

__ADS_1


Aku langsung melingkarkan tanganku dipinggangnya dan memejamkan mataku hingga Aku tertidur pulas.


Perhatian dan kenyamanan yang Dia berikan mampu untuk membuatku jatuh hati sama Dia. Tatapannya yang tulus tidak bisa membohongi perasaannya.


Aku tertidur pulas disamping Dia dan Dia tidak menggangguku. Makanan yang udah Aku buka juga masih kebuka diatas meja belum dimakan sama Dia karena Dia masih di depan laptopnya. Mungkin Pekerjaannya sangat urgent sampai Dia begitu serius untuk memeriksanya.


Aku bergeser dan melepas tanganku dari pelukanku dan memiringkan tubuhku arah kesebelah sehingga membelakangi Dia karena Dia masih sangat sibuk takut Aku menganggu konsentrasinya.


Jam 11 malam, Aku terbangun dan mengusap mataku karena ingin ke kamar mandi. Aku melihat RR masih di meja dengan laptopnya itu sembari nelpon.


Aku langsung berjalan ke arah kamar mandi tanpa mengatakan apa apa ke Dia. Dia lagi sibuk sama laptop sembari nelpon Sekretarisnya.


Keluar dari kamar mandi, Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Aku memejamkan mataku dipunggungnya.


Dia mengelus tanganku yang melingkar di perutnya sambil bicara sama sekretarisnya.


" Mau keluar ???? Kamu lapar ??? " tanyanya balik.


" No. Aku nanya Kamu. Itu makanannya kenapa gak Kamu makan ??? " tanyaku setelah Dia menutup teleponnya.


" Aku gak lapar Sayang .... " jawabnya sambil mengelus tanganku yang duduk disebelahnya.


Aku langsung berdiri dan mengambil air putih digelas untuk Dia minum.


" Nih Kamunminum dulu Yang ... Kayaknya dari tadi Kamu belum minum deh .... "


" Iya nih saking fokusnya kesini. "

__ADS_1


" Jangan karena banyak kerjaan Kamu jadi lupa makan dan minum Yang ... Kesehatan itu nomor satu loh, Kalau Kamu sakit gimana Kamu bisa kerja ??? " kataku menatapnya dengan mata yang masih rada ngantuk.


" Makasih iya Sayang sudah ngingatin. "


" Emang itu penting bangat iya sampai Kamu di depan laptop terus ???? "


" Iya nih Yang ... Tiba tiba ada yang harus Aku tanda tangani tapi berkasnya masih ada yang kurang dan banyak yang direvisi. Sabar iya .... "


" Its Oke .... Santai Ajah. "


" Ini tinggal dikit lagi kok. Sini duduk sampingku. "


Akupun langaung menarik kursiku dan duduk disampingnya. Sambil bermanja manja, Dia memelukku disampingnya sambil mengerjakan pekerjaannya.


Aku sempat membaca beberapa isi laptopnya dan pekerjaannya itu tentang surat ijin dan persetujuan beberapa IT yang sangat berkembang pada saat ini.


Aku bahkan tidak bertanya dan pada saat Dia melakukan tanda tangan, Aku baru sedikit kaget melihat nama Dia yang tertera disana sebagai CEO.


Aku bahkan baru tahu nama aslinya setelah melihat Dia menandatanganinya " Reinhard Revandra "


" Reinhard Revandra ???? " kataku membacanya membuat Dia menatapku dengan senyum karena memanggil namanya untuk pertama kalinya.


" Kamu tau gak Sayang ??? Aku senang bangat Kamu manggil nama Aku dengan sangat lembut. "


" Ih biasa ajah, Hahaha .... " kataku sambil mencolek hidungnya.


" Udah kelarin dulu, Nanti Sekretarismu menunggu. "

__ADS_1


Dia langsung membacanya kembali sebelum mengirimnya. Setelah semua sudah pas, Dia langsung mengirim email ke Sekretarisnya itu dan langaung menelponnya agar emailnya langsung di cek.


__ADS_2