Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 288


__ADS_3

Lumayan lama memang Kami tidak melakukan itu. Akhirnya hari ini, siang ini, Kami melepaskan semua hasrat Kami.


Kami saling memadu kasih, saling bekerja sama untuk memuaskan satu sama lain. Aku mulai menggeliat saat Dia sudah mulai meraba di area itu.


" Sayang .... Aku kewalahan nih masukinnya .." kata RR sembari masih berusaha dengan nafasnya yang sudah ngos ngosan.


" Ayo dong, Jangan menyerah. Kamu pasti akan kehilangan capek Kamu nanti setelah udah masuk. " kataku sambil meremas dada kekarnya itu.


" Iya. Kalau udah masuk mah nikmatnya luar biasa sekali Sayang .... Milik Kami selalu sempit dan wangi, Membuatku selalu tidak ingin lepas dari Kamu kalau sudah begini. Arrhh .... Hhmm ... Aaaauu ... aaaaaa... " katanya sambil merem melek.


Aku mencengkeram pundaknya keras saat Dia sudah memasukkan dan mulai melakukan permainan itu lagi. Nikmat dan sungguh menggairahkan sekali. Aku menahannya begitu juga Dia saat Kami sudah berada di puncak kenikmatan itu.


Hingga Dia terkapar tidur lemas di sampingku sambil memelukku erat.


" I Love You, Sayang. " bisiknya dengan nafas yang terpenggal penggal.


Aku memiringkan tubuhku menghadap ke Dia sembari mengelus Pipinya lembut lalu mengecup bibirnya.


Aku meraba raba dan mengelus elus dadanya yang begitu bidang dan kekar. Sudah lumayan lama Aku tidak bersandar di dada yang begitu bidang itu.


Aku tersenyum melihat wajah lelah serta kepuasan yang terlihat di wajahnya RR. Aku sengaja iseng meniup wajahnya karena Dia memejamkan matanya sembari memelukku erat.


Berkali kali Aku tiup wajahnya hingga Dia terbangun dan Aku tertawa melihat wajahnya yang terpancar begitu damai, tenang dan nyaman itu.

__ADS_1


Dia langsung menarik wajahku dan mengapitnya di bawah lehernya hingga Aku mencium dadanya dan bisa mendengar suara detak jantungnya.


Aku menggigit dadanya pelan hingga Dia sedikit kesakitan dan merasa geli.


" Aduh, Sayang ..... " kata RR menoel hidungku pakai hidungnya.


" Makanya awas, Sesak nih lama lama Aku begini. " gerutuku manyun melihatnya.


Dia langsung melepasku dan memelukku dengan benar serta menarik selimut untuk menutupi setengah tubuh Kami.


Dia menarikku untuk tidur diatas lengannya dan merangkulku erat.


" Sayang ... " panggilnya sambil menatap langit langit kamar.


" Kamu maunya kapan Kita nikah ??? " tanyanya pelan.


" Terserah Kamu ajah. " jawabku.


" Jangan gitu dong, Sayang. Kamu yang harus nentuin, karena Aku maunya Kamu yang menentukan dan Kamu maunya seperti apa. "


" Kamu ajah ya, Aku ngikut ajah. " jawabku senyum melihatnya yang masih menatap langit langit kamar itu.


" Aku gak mau maksa atau apa, Sayang. Dan jangan bilang terserah dong, Sayang .... "

__ADS_1


" Bukan seperti itu, Aku ngikut apa kata Kamu ajah Sayang. Kamu maunya seperti apa ??? Aku ngikut Kamu ajah. " jawabku sambil mengelus pipinya.


" Jangan ngikut ajah. Kita tentuin bersama Sayang.... Hm ??? " katanya menatapku dalam.


" Kamu maunya kapan ??? " tanyaku sambil mengangguk.


" Secepatnya. Aku gak mau jauh lagi dari Kamu. " jawabnya sambil mencium keningku.


" Kalau pertengahan bulan gimana ??? " tanyaku.


" Mau tanggal berapa ??? "


" Kamu ajah yang nentuin tanggalnya Sayang. " jawabku manyun melihatnya.


" Tanggal 20 ajah ya ??? Biar Kita bisa siapin semua printilan dan perlengkapannya. Besok Kita cari Gaun Pengantin sekalian cek cek WO ajah ya ??? "


" Iya Sayang .... "


" Makasih ya, Sayang. Kamu sudah menjawab dan mengabulkan semua Doa Doaku selama ini. Makasih sudah menerimaku apa adanya. Maafkan Aku jika sering membuatmu marah dan sakit hati, ya ??? " kata RR mengelus elus Pipiku lembut.


" Muach ..... Maaf ya, selama ini Aku terlalu keras sama Kamu. " kataku senyum sambil mengecup bibirnya.


" Aku mau lagi .... " godanya menarikku kedekapannya.

__ADS_1


" Ih, geli ih .... Hahahaha .... Awas ih ..... Aaaa ... Sayang ...... "


__ADS_2