
Hari ini Aku benar benar full di rumah bersantai dengan para staff dan Bibi. Kami makan bersama, bercerita cerita layaknya Keluarga dan bukan sebagai Bos dan Karyawan.
Aku selalu menekankan sama Mereka kalau dirumah dan di kantor porsinya beda. Dirumah Kita Keluarga dan di kantor seperti pada umumnya di Kantor.
Aku tidak terlalu membuat peraturan yang terlalu berlebihan yang membuat Mereka seperti segan setiap berada di rumah tapi Aku selalu menekankan untuk punya etika dimana pun Kita berada.
Aku menasihati Mereka layaknya sebagai Seorang Kakak dan Aku juga bisa memarahi Mereka habis habisan apalagi pada saat Mereka bekerja tidak bertanggung jawab.
Dirumah Mereka bebas melakukan apapun dan makan apapun asalkan jangan membuat Bibi mengerjakan semua saat Mereka libur. Aku juga paling tidak menyukai dan sangat marah apabila Mereka bermalas malasan, Aku selalu menekankan kepada Mereka agar bersih dan rapih.
__ADS_1
Aku tidak mau alasan apapun karena Juwita pernah mengatakan bahwa Dia baru dari kampung jadi masih kurang tahu seperti apa itu keberaihan dan kerapian. Wah itu benar benar membuatku naik darah.
Bagaimana mungkin seorang anak gadis tidak tahu apa itu rapih dan bersih. Masa iya harus diajari seperti Anak kecil ????
" Emang dikampungmu, kebersihan itu seperti apa yang Kamu terapkan??? dirumah Kamu ??? Kamu tahu apa itu kerapian dan kebersihan???? Masa iya Bibi harus membereskan baju baju Kamu dan membersihan kamar Kamu ???? Bibi bukan untuk Kamu jadikan sebagai Pembantu Kamu !!! Gimana ceritanya Kamu seenaknya menyuruh Bibi membersihkan kamarmu ???? Apa hak mu ????? Kalau Kamu mau nge kos, silahkan !!! Kamu udah dikasih tempat tinggal bukannya bersyukur malah bertingkah Aku lihat. Kamu diterima bekerja juga harusnya Kamu udah sangat bersyukur yang hanya tamatan SD saja. Tapi untuk soal kebersihan bukan soal hanya dari pendidikan saja, Melainkan dari pribadi Kamu, Dari dalam diri Kamu loh Ju ..... Tolong lah Rat, itu Kamu ajari. Aku masih baik loh bisa menerima Dia disini tanpa meminta persyaratan apa apa. Aku percaya karena Kamu yang meminta. " cetusku berusaha menahan emosiku.
Memang Aku lihat beberapa bulan semenjak Dia mulai bekerja setelah Aku ngomong begitu sudah mulai berubah perlahan, Semoga saja Dia bisa lebih baik dan bertanggung jawab saja.
Makanan Mereka dimasakin Bibi saja sudah seharusnya Mereka berterima kasih karena Mereka jarang membantu Bibi paginya untuk masak. Mereka bangun, mandi, sarapan lalu berangkat. Enak bangat memang hidup Mereka tapi setelah Aku marah marah soal si Juwita itu, Mereka sudah mulai ikut membantu bantu Bibi di Rumah saat Mereka libur.
__ADS_1
Mulai saat itu Aku sudah melihat perubahan dari Juwita. Dia sudah mulai perlahan meninggalkan dan mengubah sifat sifat buruknya.
Kemungkinan di kampungnya Dia tidak ada yang mendidik atau mengajari sehingga Dia merasa bahwa bisa melakukan seenaknya dimanapun Dia berada. Apalagi sekarang hidupnya sudah termasuk enak saat berada di rumah jadi mungkin menurutnya sifat dan kelakuannya di kampung masih berlaku disini.
Tidak mudah memang mendidik Seseorang agar bisa seperti yang Kita inginkan. Tapi minimal Dia tidak membebani Kita. Kita harus tahu diri bahwa Kita tinggal dimana dan Kita berada dimana.
Sifat buruk dan kelakuan buruk jangan dibawa kemana Kita akan merantau. Biarlah kelakuan buruk Kita itu, Kita tinggalkan di kampung halaman Kita dan saat Kita pulang juga, Kita sudah dengan kehidupan dan etika serta kelakuan yang baru.
Perubahan dari dalam diri itu harus Kita sendiri dulu yang bertekad untuk melakukannya walau Orang mengatakan dan memberi saran dan nasihat sama Kita, Tapi kalau diri kita memberontak dan tidak mau melakukannya sama saja.
__ADS_1
Makanya Aku lumayan salut sama.Juwita yang mau menerima saran dari Aku dan teman teman disekitarnya.