Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 210


__ADS_3

Paginya, Aku bangun cepat dan duduk sendiri di ruang tamu. Aku duduk sembari melihat lihat isi ponselku. Aku melihat foto foto lama bersama Mama sama Papa waktu Mereka masih ada. Sengaja Aku pindahin ke ponsel supaya bisa Aku lihat saat Aku merindukan Mereka.


Bahkan foto saat Mereka pergi masih tersimpan di ponselku.


Mataku masih terasa bengkak karena nangis semalam.


Air mataku hampir menetes lagi dan Aku langsung menutup ponselku dan berjalan ke arah taman.


Aku berjalan pelan menghirup udara segar pagi ini.


Beberapa bunga mawar yang ada disana sudah bermekaran dan sangat wangi ditambah dengan wangi bunga bunga lain.


Aku mencium beberapa aroma bunga itu dan mengambil beberapa foto disana.


Aku memandang seluruh taman dan pekarangan yang ada disana yang begitu luas.


" Ahh …. Tidak terasa 2 hari lagi sudah balik. " Kataku sambil menghirup udara segar itu.


Tiba tiba Agus menelponku pagi itu. Aku yang melihat namanya di layar Ponselku membuatku sedikit bingung dan kaget. Tumben tumbenan ini Orang nelpon.


" Halo …. " kataku menjawab panggilannya sembari mengerutkan keningku.


" Halo Ran …. Apa kabar ??? " kata Agus.


" Baik. Kamu apa kabar ??? Tumben nih nelpon ???? Hehehe …. " kataku dengan sedikit ketus.


" Baik baik. Iya nih, Aku tiba tiba ajah kangen sama Kamu. Hahahaha …. Bercanda Ran …. Eh, Kamu masih di Paris kah ??? "


" Hahaha …. Dasar calon manten, bisa bisanya …. Masih Gus. Dua hari lagi mau balik. "


" Oh iya ??? Aku kirain Kamu gak bakalan datang Ran. Makanya Aku telepon Kamu. Soalnya meeting kemarin kan Kamu gak datang dan gak ada kabar sama sekali makanya Aku nelpon ini. "


" Oalah …. Astaga …. Aku lupa ih …. Sori iya. Tenang ajah, Aku pasti datang kok. " jawabku.


" Kirain kan …. "


" Gak mungkin lah Aku gak datang, Mau ngomong apa sama Bapak nanti ??? Oh iya gimana hasil meeting Kalian ??? "


" Syukurlah iya. Jangan karena kelakuan Anaknya jadi Kamu gak datang. Hehehe, Aku jadinya meeting per Customer Ran, Jadi tidak sekaligus. "


" Aku udah ada desain baru sih Gus buat bahan produksi untuk barangku nanti. Nanti Kita boleh meeting online ajah gak ??? Biar sekalian Aku share, jadi gak ditunda tunda lagi. Soalnya kan Kamu juga mau nikah pasti banyak yang mau di urus dan nanti bakalan tertunda lagi projectku. "


" Boleh boleh. Nanti share ajah linknya iya Ran ….Oh iya Papi sama Mami salam sama Kamu sama Calonku juga. Hahaha… " kata Agus sembari ketawa.


" Salam balik iya Gus ….  Bilangin Bapak sama Ibu jaga kesehatan. "


" Siap. Oh iya Kamu nanti sekalian ngenalin pasangan Kamu kan ??? " Godanya.


" Lihat nanti iya Gus, hehehe … Kalo Dia mau ikut, Wkwkwkw …" jawabku ngeles.


" Lah bagaimana ceritanya Ran ??? Masa kalau mau ikut ??? "


" Soalnya Dia sibuk Gus. Hahaha…. "


" Sesibuk apa sih ??? Lebih sibuk dari Aku kah ??? Asssekk …. Hahahaha… "


" Dasar !!!! Iya udah nanti Aku share linknya iya. Oh iya Kamu jaga kesehatan sama Calonmu itu. Jangan sampai sakit. " kataku mengingatkan.


" Iya Ran. Kamu juga iya. Sehat sehat Kuta semua. " jawabnya.


" Amin amin. Iya udah Aku mau makan dulu, bye Gus …. " kataku sambil menutup panggilannya.

__ADS_1


Ternyata setelah mengenal Agus lebih dalam sebenarnya Dia Orang baik dan asyik juga. Hanya saja mungkin sebelum kejadian itu Dia seolah bertindak dan mengangung agungkan kekayaannya.


Sekarang Dia jauh sudah dewasa dan matang untuk berpikir. Pasti Orang tuanya bakalan senang dan bahagia melihat Anaknya itu.


" Kak …. " panggil Rein dari depan pintu.


" Iya …. Kenapa Re ??? " jawabku sembari sedikit berteriak.


" Ayo makan Kak. "


" Iya iya. " jawabku sambil berjalan kerumah sementara Rein langsung masuk.


Aku berjalan ke dapur dan melihat Mami dan RR sudah berada disana begitu juga Rein.


" Pagi Sayang …. " sapa RR.


" Pagi Cin …. " sapa Mami.


" Pagi. " jawabku sambil senyum lalu duduk disamping RR.


Selama makan pagi berlangsung, Terasa hening karena Kami hanya fokus sama makanan masing masing dan tidak seperti biasanya.


" Kak, Kamu nangis ??? " tanya Rein sambil melihatku.


" Gak. Kenapa ?? " kataku sambil melihatnya.


" Itu mata Kakak bengkak. "


" Iya. Semalam Aku ngerjain kerjaan Re, jadi tidurnya agak malam. " jawabku bohong hingga RR melihatku.


" Ohh … " angguk Rein.


" Mi, jadi Mami beli buat Adiknya Angel itu ??? " tanyaku sambil minum melihat Mami.


" Maaf iya Mi. Ponselku ditas. Beli laptop ajah yuk, kan Dia masih kuliah. Dia udah ada laptop gak ??? Coba Mami pura pura nanya. " kataku.


" Oh iya. Coba iya nanti Mami pura pura tanyain. "


" Hari ini Kita jalan jalan kan Kak ??? " tanya Rein.


" Abang semalam ngajakin jiarah. Tapi gak tau jadi apa gak Re. " jawabku tanpa melihat RR.


" Nanti Kamu sama Mami duluan saja ke mall, Nanti Aku sama Ranti nyusul kesana." jawab RR sambil melihat Mami.


" Oke Cin …. Atur saja. Mami mah oke oke ajah. Udah langsung tuh kenalin Ranti sama Orang Tuamu. " kata Mami sambil senyum senyum.


" Oke Bang. Sekalian beli oleh oleh buat dibawa ke Indo nanti. Kamu jangan ikin Kakak sakit hati Bang, Oh iya soal semalam udah minta maaf belum ??? " kata Rein menatap judes Abangnya itu membuatku senyum melihat Rein yang menunjukkan raut wajah kesal sama Abangnya.


" Iya Re!!!! " jawab RR pendek.


" Kalau Kakak di sakitin langsung putusin ajah Kak, Biar Dia tahu rasa!!! " ledek Rein sambil melirik RR yang asyik menikmati makanannya.


" Iya. Aku udah ngomong kok sama Dia. Kalau Dia udah gak suka atau apa langsung ngomong ajah biar Aku tau …. " jawabku sambil berdiri dan membawa piring kotorku ke wastafel sehingga Mami dan Rein saling tatap.


" Gak usah dicuci Yang, Biarin Mba ajah. " kata RR.


" Gak apa apa. Kan sekalian cuci tangan. Kalau masih bisa iya Kita lakuin jangan menunggu Orang untuk melakukannya. "


" Biar Kamu gak capek loh Yang …."


" Satu doang ini. " jawabku lalu menghampiri Mereka yang masih duduk dimeja dan mengambil gelasku lalu minum.

__ADS_1


" Aku duluan iya. Soalnya mau mandi, gerah bangat tadi habis dari depan. " kataku lalu pergi membawa pinselku.


Tidak lama kemudian, RR langsung datang saat Aku hendak menutup pintu kamarnya.


" Udah makannya ??? " tanyaku datar melihatnya.


Dia langsung memelukku erat membuatku merasa sedikit sesak karena habis makan juga.


" Awas ih … Aku jadi mau muntah ih … "


" Udah dong Yang marahnya …. Maafin Aku. " bisiknya pelan.


" Aku gak ada marah. awas ih …."


" Bentar ajah …. Aku capek, butuh kekuatan. " bisiknya.


Aku langsung mengigit pundaknya.


" Trus Aku gak capek ???? " cetusku.


" Aishhh …. sakit Yang  …. " gerutunya.


Aku tidak menggubrisnya dan berjalan ke arah lemarinya Dia tapi Dia langsung menarik tanganku hingga Aku terjatuh di dadanya.


Dia langsung mengecup bibirku lembut sembari **********. Tangannya memegang tanganku dan mengarahkannya untuk melingkarkannya di lehernya lalu Dia memegang pinggangku.


Dia langsung mengecup bibirku lembut sembari **********. Tangannya memegang tanganku dan mengarahkannya untuk melingkarkannya di lehernya lalu Dia memegang pinggangku.


Aku memejamkan mataku dan menerima setiap kecupan dan ******* lembutnya.


Tidak lama kemudian, Aku menggigit bibir bawahnya hingga Dia sontak kesakitan.


" Aduh Yang …!!!! " katanya sambil melepas ciumannya dan memegang bibirnya.


Aku menahan senyumku melihat Dia yang kesakitan padahal Aku menggigitnya hanya pelan doang.


" Aish …. " gerutunya sambil ke meja rias dan mengambil tissue.


Aku yang melihatnya mengambil tissue dan melap ke bibirnya langsung mendekatinya dan melihatnya.


" Astaga …. Maaf maaf, Aku gak tau bakalan berdarah, Aku gigitnya pelan kok. " kataku sambil nyegir.


Aku langsung mangmbil tissue dan menyuruhnya duduk di kursi. Ternyata lumayan banyak darahnya. Aku meniup nuipnya pelan karena Dia bilang perih.


Dia senyum melihatku yang begitu panik karena itu.


" Aduh kayaknya Aku harus pake masker nih nanti. " gerutunya.


" Kenapa ??? "


" Pasti ini bengkak. "


" Maaf, Aku bercanda doang. Habis Kamu…. "


" Muach …. Muacchh … "


RR langsung mendaratkan ciuman lagi di bibirku lalu berdiri dan menggerak gerakkan tubuhnya.


Aku hanya geleng geleng melihat kelakuannya itu.


" Yang, Aku minta bajumu dong … tapi kaos ajah kayak yang Kamu bawain dulu." kataku sambil memegang handuk.

__ADS_1


" Ambil dilemari ajah Yang … "


" Iyah Aku gak tau. Ambilin dong, Aku mandi dulu. " kataku lalu ke kamar mandi.


__ADS_2