Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 88


__ADS_3

Kami langsung berjalan ke Hotel dan melihat Supir sudah stand by di Lobby. Aku menyuruh Mami untuk naik keatas mengambil tasku.


Supir itu pun langsung mengambil mobil yang lagi parkir dan menunggu di pintu lobby.


Tidak lama kemudian, Kami langsung masuk ke mobil dan langsung menuju Mall dimana para wisatawan berkunjung untuk membeli Oleh Oleh.


Sesampai disana, Aku langsung memilih beberapa baju untuk staff dan beberapa parfum untuk teman temanku serta beberapa cemilan juga yang asli dari Bangkok.


Hampir 2 Koper hanya untuk Oleh Oleh yang Aku beli, belum lagi Milik Kami berdua sama Mami karena memang kopernya Kami bedakan.


Sesampai di Hotel malamnya, Kami berdua langsung menyusun barang barang ke koper agar besok malamnya tidak buru buru.


Datang kesini, Aku hanya bawa koper kecil dan beberapa pakaianku saja, Tapi saat balik dari sini Koper Milikku Sendiri ada Dua begitu juga Mami.


Dia membeli beberapa baju untukku juga karena Dia baru dapat uang dari hasil memadu kasihnya. Awalnya sih Aku udah nolak, Karena Aku juga punya. Tapi Dia bersikeras untuk tetap membelikanku walau hanya beberapa baju saja karena Dia ingin berterima kasih.


" Ayolah Cin .... Tolonglah pilih beberapa. Aku iklas beliin buat Kamu, Tolong jangan ditolak. Aku tahu ini uang tidak halal tapi please .... Aku iklas beliin Kamu Cin .... " Kata Mami dengan penuh tatapannya sehingga Aku tidak bisa untuk menolak.


Dia memang tahu apa yang Aku suka, Dia langsung menarik tanganku ke salah satu store celana Jeans robek.


" Silahkan Kamu pilih .... " katanya layaknya seperti pelayan Store itu.

__ADS_1


Aku hanya senyum geleng geleng melihat tingkah Mami.


Aku langsung mengambil satu Jeans dan langsung ke kasir.


" Eits .... Ambil satu atau dua lagi!! Ayolahhh .... " cetus Mami sembari menatapku sedikit kesal karena hanya ambil satu pcs doang.


" Ini ajah Mi, Nanti bagasi Kita lebih loh ... " Jawabku mencoba mengelak.


" Aishhh .... Gampang itu. Nanti Aku yang bayar. " jawabnya dengan lantang.


" Iya udah iya udah. Satu lagi ajah iya. " kataku sambil berjalan melihat lihat model lain.


" Makasih Mi. "


" Aku yang harusnya ngomong gitu Cin .... Kamu udah baik bangat sama Aku. Ini tidak seberapa dibanding kebaikan Kamu. " jawab Mami.


" Auww .... Aku merasa tersentuh. " jawabku menatap Mami sambil memegang dadaku.


" Aishhh Kamu mah bercanda mulu dah .... "


" Aku serius loh!!! " jawabku sembari mengejar Mami.

__ADS_1


" Kamu memang berhati mulia Cin .... Membantu siapapun tanpa memandangnya dan tanpa mengharapkan imbalan. " kata Mami.


" Aku berpikir Mi. Aku hanya Manusia yang penuh dosa. Kalau bisa ada sisi baikku yang bisa dilihat Orang, Paling tidak bisa Aku banggakan untuk diri sendiri walau memang tidak patut untuk dibanggakan. '' kataku melihat Mami dengan senyum datar.


" Aku tahu kok maksud Kamu Cin. Aku ngerti kok apa yang Kamu pikirkan. Tidak semua Orang bisa berpikir seperti yang Kamu lakukan Cin.... Percayalah sisi baik yang Kamu tanamkan akan menuntunmu ke dalam kebaikan suatu saat nanti. "


" Aww .... Aku tersentuh. " kataku kembali sambil senyum dan berhenti di depan Mami.


" Ah terserah deh .... " cetus Mami sedikit kesal karena melihatku seperti bercanda.


" Aishhhh ini Bencong emang sensitif bangat dah. " cetusku sambil mengejar Mami.


Aku langsung menggendong tangan Mami dan berjalan di sampingnya sambil senyum menatap Mami walau Mami melihatku dengan wajah jutek dan sinisnya.


" Aarrgghh .... Aku lapar Sayang .... " kataku pelan hingga Dia langsung buru buru menarik dan melepaskan tangannya dari gandenganku.


" Aku merinding hi hi .... " desus Mami berjalan cepat.


Akupun senyum ketawa geleng geleng melihat kelakuan Mami yang super duper sangat sensitif saat Aku berbisik.


" Apa Dia merasakan sesuatu saat Aku berbicara seperti itu ??? " gumamku sedikit bingung.

__ADS_1


__ADS_2