
Aku langsung jalan mondar mandir di kamar karena biasanya Aku pasti olahraga di pagi hari. Mungkin karena sudah biasa, Makanya kalau tidak olahraga rasanya badan terasa berat. Apalagi sekarang Aku diinfus dan terasa makin sesak ajah ini Badan.
Setelah 15 menitan dan sudah merasa sedikit berkeringat, Aku langsung menyiapkan bajuku untuk mandi.
Aku melihat Mereka berdua yang masih tidur.
" Aish .... Maaf iya sudah buat Kalian tidur seperti itu. " gumamku sambil menatap Mereka yang tidur pulas. Bahkan Dokter juga masuk tidak di dengar Mereka.
Aku langsung mandi dan mengambil baju yang sudah Aku pisahkan tadi. Aku mandi dengan sangat hati hati takut hal seperti semalam terjadi lagi.
Cukup lama Aku mandi dan keluar dari kamar mandi, Mereka berdua masih pules tidur.
Aku duduk diranjang pasien itu sembari mengusap usap rambutku yang basah dengan handuk yang kulilitkan.
Sudah jam setengah 7 masih ajah Mereka pada belum bangun dan Aku hanya menatapi Mereka yang masih tidur dengan usil sembari mengambil foto Mereka dan menzoomnya. Apalagi muka Mami yang lucu, Aku menahan ketawa untuk mengambil foto itu.
Ingin Aku nyalakan TV, Tapi takut menganggu Mereka. Aku langsung menekan bel agar infusku dipasang kembali sembari duduk diatas bed pasien serta membuka ipad yang dibawa Mami.
Aku langsung ngecek stok barang di Online shop Butik, Apakah sudah ter update atau belum dan sisa stok barang lain.
Saat Perawat itu memasang infusku, Mba HRD langsung menelponku.
" Halo .... Pagi Mba Ran ..... " sapanya setelah Aku menganggkat panggilan teleponnya.
" Halo Mba .... Pagi juga. "
__ADS_1
" Mba .... Dirawat di rumah sakit mana ???? Sakit apa Mba ???? "
" Dirumah sakit Puri Medika Mba, Iya nih cuma kecapean saja. "
" Oalah .... Semoga cepat sembuh iya Mba Ran .... Kemungkinan nanti Aku akan mampir disana sekalian jenguk Mba Ranti. "
" Gak usah Mba .... Gak usah repot repot. Ini Aku udah mendingan kok .... Kungkinan besok atau lusa udah bisa pulang. " jawabku merasa tidak enak.
" Iya gak apa apa Mba. Mau pulang hari ini atau besok gak masalah. Nanti pokoknya Aku kesana iya. "
" Minta doanya ajah Mba, Hehehe .... " kataku nyengir karena Aku gak mau dijenguk.
" Doa mah gak harus diminta baru didoain Mba. Eh, Aku mau siap siap nih .... Bye Mba Ran .... Cepat sembuh iya ..." jawabnya lalu mematikan panggilan itu.
Memang HRD yang satu ini suka ngeselin deh. Belum juga kelar ngomong udah main matiin segala. Untung dekat dan sudah tau sifatnya kayak gimana.
Aku langsung menelpon Bibi, Agar tidak usah datang kesini. Kasihan karena jarak dari rumah kesini lumayan jauh. Aku menyakinkan Bibi bahwa Aku sudah baikan dan sehat. Mendengar suaraku yang sudah mulai seperti biasa, Membuat Bibi tenang dan meng iyakan untuk tidak datang.
Aku langsung makan sembari ngecek laporan yang dikirim Managerku itu.
" Pagi Sayang .... " sapa RR mendekatiku.
" Pagi ... " jawabku tanpa melihatnya dan Aku tertuju ke report yang ada didepanku.
Dia langsung duduk didekatku sambil menatapku.
__ADS_1
" Kenapa Yang ???? " kataku dengan sedikit canggung karena Dia tidak berkedip.
" Kamu cantik sekali Yang .... " pujinya dengan senyum.
" Baru tau ???? " cetusku datar.
" Gak sih. Tapi pagi ini Kamu benar benar cantik, Yang ..... " katanya smabil menopang dagunya memandangku.
" Aish ... Jangan bikin anu deh .... "
Aku mencubit tangannya.
" Bikin apa Yang ???? " tanyanya dengan senyum nakalnya.
" Udah sana cuci muka dulu. " kataku melihat senyumnya sambil geleng geleng.
" Iya. Bikin apa dulu nih ???? " katanya dengan manja tiduran di kakiku.
" Awas nasinya nanti tumpah Yang .... " cetusku mengerutkan keningku.
Dia langsung nyosor mencium bibirku lembut membuatku terdiam memegang sendok makan itu.
" Muuachh .... I Love You Sayang .... "
Dia mengelus rambutku sambil berdiri.
__ADS_1
" Mami kayaknya kecapean deh .... " liriknya melihat Mami yang masih tidur dan Dia berjalan ke kamar mandi.