Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 178


__ADS_3

Sekitar Jam setengah 8 setelah Kami sudah siap untuk trip hari kedua ini, Kami langsung turun ke lobby dan Supir Kami kemarin sudah stand by disana.


Aku berjalan kebawah bersama Mami. Pakaianku hari ini biasa saja kaos dipadu jeans robek kesukaanku dan hampir semua jeansku begitu.


Dipadu dengan jacket jeans dan tas kecil yang biasa Aku pake. Sementara Mami memakai baju berwarna sehingga kelihatan sangat ngejreng sekali warnanya hingga mata sakit menatapnya.


Perjalanan yang Kami tempuh ke kota Paris lumayan lama menempuh sekitar satu jam an.


Untung saja Mami selalu membawa beberapa minuman dan dimasukkan ke dalam mobil serta beberapa makanan dan cemilan cemilan.


Kami melewati beberapa pengamen jalanan. Tapi sangat berbeda dengan di Negaraku karena disana Pengamen dikelilingi oleh penonton.


Persis seperti para Artis yang konser dikerumuni dan dikelilingi oleh Para Penonton walau ternyata Mereka hanya Pengamen jalanan saja.


Aku melihat masyarakat disini saling toleransi dan berbagi itu sangat menjadi prioritas.


" Wah enak bangat iya disini. " kataku sambil membuka sedikit kaca mobil.


" Hehehe .... Biasanya para turis bicara begitu Non ..... Kemungkinan juga kalau Kita liburan ke Negara Kalian akan bicara begitu juga. Hehehe .... " jawab Supir itu.


" Iya benar sih Pak. Tapi disini kayak jauh lebih tenang dan damai. " Aku mengeluarkan tanganku dan melambaikannya.


Tidak berapa lama lagi, Akhirnya Kami sampai di Paris.


" Its Amazing ... Oh My God .... " kataku terharu bisa melihat Paris dari jarak yang sangat dekat.


" Omaigattt .... Sungguh indah ... Akhirnya Aku bisa melihat Paris secara langsung .... " sambung Mami dengan sangat takjub.


" Biasanya cuma di tv doang iya Mi. Sini Aku fotoin Mami. Nanti Fotoin Aku iya. " kataku sambil mengeluarkan kamera dari tasku.


Setelah beberapa foto Kmai persis didepan Paris, Supir itu mengajak Kami untuk keliling keliling disekitar itu. Sembari berjalan, Aku memvidiokan kota Paris itu.

__ADS_1


Cukup lama Kami keliling disana dan sudah terasa capek, Akhirnya Kami memutuskan untuk istirahat dulu serta beli minuman.


Saat berjalan ke arah cafe yang ada disana, Beberapa Orang pengamen lagi perfom di depan banyak Orang.


" Hayo bentar kesana. Aku pengen melihat Mereka. Suranya bagus bangat itu. Apa benar itu Pengamen jalanan ??? " kataku sambil berjalan ke arah itu diikuti Mami dan Supir Kami.


" Iya itu Pengamen Non. Pengamen disini emang suaranya luar biasa sekali. Makanya banyak yang menikmatinya, Hitung hitung gratis dan hanya kasih sukarela saja. " jawab Supir itu.


" Benar sih Pak. "


Kami agak maju kedepan melewati beberapa Orang.


" Omaigat ..... Cin .... Udah ganteng pintar nyanyi pula. Ahhh .... Aku jatuh cinta. " kata Mami sambil senyum senyum melihat tiga Laki Laki itu.


" Suaranya benar benar merdu bangat.... Wah ... " kataku kagum membuat Supir itu senyum melihat Kami berdua.


Mungkin dalam hatinya, Kami seperti baru keluar dari Perkampungan dan baru melihat dan mendengar suara indah sekelas pengamen.


" Tapi Mereka sudah sangat bagus Pak.... " kataku tidak bisa berkata kata lagi.


Setelah lagu yang Mereka bawakan habis, Beberapa Orang memberi uang didalam kotak yang ada di depan Mereka.


Mami langsung maju dengan melenggak lenggok dengan centil untuk memasukkan uang ke kotak itu.


Salah satu dari Mereka bertanya mau request lagu apa. Dengan sigap Aku langsung menganggkat tanganku sehingga Dia langsung melihatku karena Aku berdiri paling depan.


" Silahkan. Mau lagu apa ??? " tanyanya.


" Boleh Saya ikut bergabung ??? " kataku dengan senyum membuat sang Supir menoleh dan melotot kearahku.


Supir itu mungkin berpikir bahwa Aku cukup berani dan Dia langsung bertepuk tangan memberiku semangat begitu juga Mami.

__ADS_1


" Boleh. Mari silahkan ... Dengan senang Hati. " jawab Mereka.


Aku langsung maju dan memberikan tasku untuk dipegang Mami. Salah satu dari Mereka langaung memberiku kursi.


" You look so beautiful. " katanya.


" Terima kasih. Terima kasih sudah mengijinkan Aku ikut bergabung, Hehehe .... " jawabku.


" Its oke. Kamu mau nyanyi lagu apa ???? " tanya pemain pianisnya.


" Eh tunggu deh, Apakah Kamu Turis ??? "


" Yes .... ini hari keduaku disini. Saya bersama Teman Saya dan Bapak petugas dari Hotel yang selalu menemani Kami selama disini. " kataku.


Mami dan Supir itu langsung melambaikan tangannya kearah Kami.


" Oh My God ..... Kamu Orang mana ??? "


" I am from Indonesian. Kalian tahu??? Aku sangat terpesona dengan kota ini. Aku sangat terpesona dan bahkan ingin tinggal disini, Hahaha.... " kataku bercanda.


" Terima kasih telah memilih Kota Kami untuk berlibur. So, Kamu mau nyanyi lagu apa ???? Btw tidak apa apa kan kalau direkam ???? Soalnya Kami sembari merekam setiap kali Kami perfom. "


" Oh its Oke. Hallo .... Aku mau nanyi lagunya Celine Dion. To Love You More. " kataku sambil melambaikan tanganku kearah kamera yang ada di depan.


" Waooow ... Baik lah silahkan .... "


Semua yang ada disana ikut tepuk tangan dan makin banyak yang datang untuk menonton. Aku tersenyum melihat ke arah Mami yang lagi sibuk telepon atau vidio call an.


Tidak mungkin Dia sedang merekam karena sembari teriak dan melihat kanan kiri sekitarnya.


Saat pemain Pianonya mulai, Aku langsung senyum terhanyut mendengarnya sembari menatap Mereka yang duduk disampingku.

__ADS_1


__ADS_2