Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 114


__ADS_3

Setelah menunggu lumayan lama karena lagi rame bangat, Akhirnya makanan Kami datang.


Dia langsung menikmatinya karena dari Bandara katanya Dia belum makan sama sekali dan langsung ke hotel untuk antar barangnya.


" Hhhmmm .... Ini enak sekali. Astaga .... Ini harusnya Restoran bintang lima Sayang .... " katanya sambil melirikku.


" Nah iya. Udah tahu kan rasanya dan perbandingannya???? kalah jauh kan ???? "


" Iyap .... Ini luar biasa sih .... "


" Habisin lah. " anggukku melihatnya.


" Sikat Cin .... " tambah Mami membuat RR sontak ketawa dan hampir keselek mendengar perkataan Mami itu.


Iya namanya juga Mami, Pasti ada ajah omongannya yang bikin ketawa.


Setelah selesai menikmati makan dan bersantai sebentar, RR mengajak Kami ke Mall untuk jalan jalan karena Dia butuh udara dingin.


Wajar memang karena dari tadi Aku melihatnya kayak tidak nyaman karena berkeringat. Sesekali Dia mengusap keringatnya dengan tissue tapi Dia tetap menikmatinya.


" Oke. Ayooo. " Aku langsung me jawabnya saat Dia mengajak ke mall.


" Hayoo. Lets go. " sahut Mami juga karena Dia tau juga.


Untung saja Dia hanya pake kaos dan jacket, Jadi pas makan Dia bisa buka Jacketnya.


Dia langsung melajukan mobilnya ke Mall yang lumayan besar yang tidak jauh dari Tempat Makan Kami tadi.


Kami keluar dari mobil dan memasuki Mall itu. Luar biasa memang setelah dibantu AC mobil selama diperjalanan, Dia kelihatan langsung adem walau meurutku itu tidak terlalu panas dan saat dimobil juga AC nya dingin bangat.

__ADS_1


Dia menggandeng tanganku dan senyum ke Mami. Kami berjalan mengelilingi mall itu dan banyak Wanita Wanita cantik yang melirik ke arah Kami sehingga membuatku bingung dan melihat ke Mami mengerutkan keningku.


Mami hanya santai dan senyum senyum sambil berjalan bersama Kami.


Aku langsung melihat seluruh tubuhnya RR apa ada sesuatu yang ke tempel atau bajunya basah karena keringat dan ternyata tidak ada sehingga membuatku makin bingung.


" Why ???? " tanyanya samaku yang melihatku sedikit tidak enak.


" Kamu ngerasa gak sih Kita dilihatin ??? atau itu hanya perasaanku saja ???? Apa ada yang salah samaku???? " tanyaku sambil berjalan cepat didepannya sambil berputar.


" No. Tidak ada yang salah. You know kenapa Mereka lihatin Kita ??? "


" Kenapa ??? "


" Karena Kamu cantik. " jawabnya senyum.


" Aww, Sakit Sayang.... Tapi benaran kok Kamu cantik. " tatapnya samaku.


" Bodo amat!!!!! " cetusku dengan wajahku yang sedikit memerah.


Dia langsung merangkulku dan melingkarkan yang tangannya di pinggangku hingga Aku sontak kaget dan menatapnya tanpa berkata kata.


Dia hanya melemparkan senyum samaku dan berjalan membawaku memasuki toko emas.


Langkahku langsung terhenti saat sudah beberapa langkah masuk ke toko emas itu.


Aku terdiam membuat Dia dan Mami bingung melihatku.


Aku menunduk dan menghela nafasku saat melihat Dia sudah senyum ke salah Seorang petugas toko itu. Mungkin Mereka sudah saling kenal atau ada sesuatu yang disiapkan.

__ADS_1


Pikiranku sudah kemana mana saat itu.


" Why Sayang .... " tanya RR melihatku disaat Dia memegang tanganku dan hendak berjalan ke toko itu yang hanya beberapa langkah lagi.


Mami juga tidak mau bicara. Dia hanya diam dan menatapku serta memberi isyarat sama RR, Bagaimana ????


" Kita mau ngapain kesini ??? " tanyaku menegakkan kepalaku sambil melihatnya.


" Aku amu beliin Kamu kado. Karena Aku tidak sempat bawa apa apa. " jawab RR santai.


" No. Aku gak mau. " jawabku sambil mundur dari toko itu dan berbalik badan serta berjalan keluar dari sana.


Dia langsung mengejarku dan memegang tanganku hingga beberapa Orang yang lewat melihat ke arah Kami. Sementara Mami masih disana.


" Kenapa Sayang ???? " katanya sambil memegang tanganku dan mengikuti langkahku.


" Aku gak mau. " jawabku menggelengkan kepalaku.


" Iya kenapa ???? ini hanya oleh oleh atau kado doang, Gak ada apa apa kok. Hhhmm ???!" jawabnya menatapku.


" Aku bilang gak mau, iya gak mau!!. " cetusku marah lalu menarik tanganku dan melepaskan genggamannya.


Aku berjalan cepat meninggalkan Dia. Dia mengejarku tapi tidak berlari hanya mengejarku dengan berjalan saja karena Dia tidak mau Orang Orang akan semakin melihat Kami.


Mungkin juga Dia tidak mau, Aku makin marah sama Dia. Dia mengikutiku sambil berbicara sama Mami.


Aku langsung turun dan menuju lobby serta memanggil taksi yang lagi nongkrong disana.


Aku langsung masuk .........

__ADS_1


__ADS_2