
"Lama amat Yang ??? "
" Iya, Aku sakit perut. Hehehe. "
"Makanan, Datang ....... " kata Rein sambil membuka pintu ruangan RR.
" Gercep amat Kamu Re .... " kataku melihatnya dari sofa sementara RR masih fokus di depan komputernya.
" Iya Kak, Aku sudah lapar soalnya .... ''
" Baru ajah jam 12 Re. " kataku senyum melihatnya.
Rein langsung meletakkannya di meja sofa dan mengambil air minum dingin dari dalam kulkas.
" Yang, Kamu masih kerja ??? Makan dulu yuk ... " kataku mengajaknya.
" Duluan ajah Kalian Yang, Tanggung nih tinggal dikit lagi. " jawab RR tanpa melihatku.
" Eh, Mami udah makan belum iya ??? " tanyaku dan ternyata Rein lagi menelpon Mami dengan panggilan Vidio Call.
" Hai Mi .... Lagi ngapain ??? '' tanya Rein.
" Ini Mami lagi Pijit Cin .... Enak bangat ih ... " jawab Mami sambil melihat Kami berdua sama Rein.
" Iya udah lanjut ajah Mi. Jangan lupa makan iya Mi. " kata Rein.
" Bye Mi .... "
" Kamu belakangan ajah makannya Yang ??? Apa mau Aku suapin ??? " tanyaku melihatnya.
__ADS_1
" Gak usah Yang. Makan duluan ajah makan. " jawabnya senyum melihatku.
Rein membuka kotak nasi itu dan " Kak, Aku mau pake tangan deh makannya kayaknya. Jadi kebiasaan deh pake tangan karena keseringan liat Abang. "
'' Aku juga. Kalau makan pake tangan itu kayak langsung puas gitu tau Re. " kataku.
" Makanya. Setiap Aku ngeliat Abang makan kayak enak bangat gitu .... Aku mau cuci tangan dulu, Kakak mau ikut ??? "
" Mau. tungguin. " kataku sambil berdiri memakai sandalnya RR yang di Aku kegedean.
" Astaga ..... Aku ada sendal Kak, Diruanganku. Lebih kecil dari itu. " kata Rein melihat kakiku yang tenggelam dibandingin sandal dengan ukuran kakiku.
" Gak apa apa lah. Ini enak kok dipake. " kataku.
Kami langsung menuju toilet Direksi yang di kasih tau RR tadi. Aku melihat banyak karyawan yang turun untuk makan dan menyapa Rein saat berpapasan.
" Banyak juga iya yang nge Fans sama Kamu Karyawan disini. " kataku berjalan sambil melihat Rein senyum.
" Tadi gak sengaja Aku dengarin Karyawan Kalian saat Aku ke toilet. Kamu dipuji puji ... Wah wah .... " jawabku senyum sambil geleng geleng.
" Hahaha .... Hal biasanya itu Kak. Bawahan menyukai Atasan seperti yang di Film film itu. Hahahaha .... "
" Iya iya. Tapi emang itu Karyawan sangat mengagumi Kamu deh Re, Aku lupa lagi motoin Dia tadi. Pengen tak kasih tunjuk sama Kamu Orangnya. "
" Aish .... Kakak mah ah .... " jawabnya sedikit canggung.
" Kakak seriusan loh. " tatapku.
" Iya iya deh Kak. " jawab Rein sambil mukanya memerah lalu mendorongku berjalan agar cepat setelah selesai cuci tangan.
__ADS_1
Beberapa Karyawannya melihat Kami apalagi saat Rein mendorongku sambil ketawa membuat Mereka bergosip.
" Tuh liat deh, Kamu pasti digosipin sama Mereka. Mereka pasti patah hati Re .... " bisikku senyum.
" Gak apa apa lah Kak. Biar Mereka pikir kalau Kakak itu Pacarku. Hehehe .... Jadi Aku berlagak sombong dulu... " jawab Rein berbisik juga sambil memegang tanganku.
" Mau Kamu dimarahin Abang ??? " katalu senyum meliriknya.
" Aish .... Kak !!!! " kata Rein lalu melepas tanganku dan bermanja manja.
" Makanya cari pacar yang benar.... " cetusku senyum nyinyir lalu membuka pintu ruangan Al.
" Cuci tangan doang lama amat !!!!! " gerutu Al.
" Aduh Sayang, Merhatiin bangat deh Kamu. Masih banyak emang Yang ??? " tanyaku sambil menghampirinya lalu melihat ke PC nya.
" Iya nih .... " jawabnya sambil merangkulku dan mencium keningku.
" Ehem .... Ehem ...... Ada Orang disini !!!!! " cetus Rein.
" Hahaha ..... Makanya dengarin apa yang Aku bilang tadi. '' kataku melihatnya.
" Tolong cariin napa Kak ??? " gerutunya manyun sambil nguyah.
" Iya jangan Kakak yang nyariin dong Re .... Harusnya Kamu tuh langsung ngenalin ke Kakak mumpung Kakak masih disini !!!! Apa yang kemarin udah gak ??? "
" Gak jelas Kak. ''
" Makanya jangan cari yang cantik Re. Cari itu yang baik dan pengertian satu sama lain, Kalau hanya cantik mah gak ada gunanya. Cantik itu hanya bonus ...... "
__ADS_1
" Dengar tuh !!!!!!!! ''