Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 278


__ADS_3

" Sayang, Kita sudah sampai. Ayo turun dulu, Nanti Kamu istirahat di kamar. '' katanya sambil menoel pundakku pelan.


Aku membuka mataku pelan dan mobil sudah berhenti di lobby hotelnya. RR langsung turun dan membukakan pintu untukku. Aku turun sambil membawa tasku. RR menggenggam tanganku sambil memanggil supir untuk memarkirkan mobil dan memberikan kuncinya.


Aku berjalan bersamanya. Aku sedikit menunduk karena mataku sudah seperti agak bengkak karena habis menangis. Kami langsung menuju ke lantai kamar pribadinya.


" Kamu lapar gak Sayang ??? " tanyanya di dalam lift dan Aku menggelengkan kepalaku tanpa melihatnya. Pandanganku hanya tertuju ke pintu lift itu.


Sampai di depan kamarnya, Dia langsung membuka dan mempersilahkanku untuk masuk. Aku langsung masuk dan meletakkan tas ku di atas meja lalu Aku langsung masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.


Aku menatap wajahku sendiri di kaca wastafel kamar mandi. Aku berdiam, berdiri disana selama beberapa menit. Hanya diam saja disana menatap diriku sendiri.


" Sayang ???? " panggil RR hingga Aku sedikit terkejut dan membuatku keluar dari sana dan menuju ranjang tanpa menjawabnya.


" Kamu mau pesan sesuatu gak, Sayang ???? " tanya RR mendekatiku yang sudah naik ke atas ranjang.


Aku hanya menggelengkan kepalaku dan hendak membaringkan tubuhku diatas ranjang. Tapi dengan sigap RR meraih tanganku dan langsung mendaratkan ciuman dibibirku serta **********. Tangannya langsung memegang leherku lembut.

__ADS_1


Aku tidak melakukan apapun, bahkan kecupan mesra dan lembut tidak Aku nikmati sama sekali. Aku malah memejamkan mataku dan mengeluarkan airmataku hingga RR menyadarinya dan melepaskan ciumannya perlahan.


" Kenapa, Sayang ???? " bisiknya lembut sambil mengusap air mataku.


Aku hanya menunduk dan tidak berani menatapnya.


RR kembali ingin mencium bibirku tapi Aku langsung melihat ke arah lain hingga Dia tidak bisa melakukannya.


" Kenapa, Hm ???? Aku bingung dan kesalahan apa yang sudah Aku buat ???? Tolong jangan menangis dong, Aku gak bisa melihat Kamu begini .... " kata RR memelukku.


Aku menghela nafasku kasar.


" Tolong jangan ngomong seperti itu, Sayang .... Ada Aku. Ada Aku yang selalu bersama dan tidak pernah melepas tanganmu. Kamu istirahat dulu ya .... Kamu pasti capek, Nanti Kita bicarain baik baik ya .... Udah udah jangan nangis ya ..... I Love You ... " kata RR sambil menidurkanku dan mengelus elus rambutku sembari mengecup keningku.


Aku tertidur saat Dia mengelus elus rambutku tapi sesekali Aku sesunggukan karena kecapean menangis.


Hampir satu jam Aku ketiduran dan saat Aku bangun, Aku melihat RR yang lagi bekerja di meja dekat kasur. Aku menatapnya lama dengan tatapan sayuku tanpa memanggilnya. Aku membiarkan Dia untuk bekerja.

__ADS_1


" Tuhan, Apakah pilihanku ini sudah benar ???? Aku takut jika suatu saat tidak seperti yang Aku harapkan. Semoga pilihanku ini tepat, dan Aku bisa bahagia bersamanya. Semoga ketulusannya benar benar dari hatinya. Aku sangat takut, Dia mencintaiku hanya karena sekedar nafsu saja. " gumamku menghela nafasku.


Aku menatap langit langit kamar itu sembari melamun, Entah apa yang Aku pikirkan, Aku jiga tidak tau. Hanya saja pikiranku benar benar kosong saat ini. Sudah terlalu banyak yang sudah Aku lalui. Biarlah ini menjadi yang terakhir, dan apapun yang akan terjadi ke depannya Aku hanya berserah sama yang Diatas.


" Sayang, Kamu sudah bangun ???? " kata RR saat melihatku menatap langit langit kamar itu dengan tatapan kosongku.


Aku tidak mendengar panggilan RR hingga Dia memanggilku lagi.


" Sayang ???? "


Panggilan itu mengagetkanku hingga Dia datang menghampiriku. Aku hanya menatapnya sayu, tidak tau mau bicara apa untuk Laki Laki tampan yang di depanku ini. Banyak kesalahan dan egois yang sudah Aku lakukan untuknya.


Saat Dia duduk di tepi ranjang, Saat Dia mengelus rambutku, Aku langsung memeluk lengannya serta memejamkan mataku memeluk lengannya itu.


" Kita makan dulu ya ???? " ajak RR sambil mengelus lembut bibirku.


Aku mengangguk dan Dia membantuku untuk duduk. Aku bukannya turun dari ranjang tapi langsung memeluknya erat.

__ADS_1


RR senyum dan mengelus elus punggungku.


" Mau makan dulu atau mau ngisi daya ???? " godanya samaku dengan senyum indahnya.


__ADS_2