Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 164


__ADS_3

Diperjalanan, Aku mikir keras agar RR jangan sampai ikut kerumah apalagi tau rumahku. Aku tidak mau.


Aku selalu melirik Mami tapi tidak direspon.


Aku gak mau Dia tahu rumahku dan tau tentangku lebih banyak. Nanti kalau ada sesuatu Dia mendatangi rumahku apalagi Bibi kayaknya menyukai Pria yang disampingku ini.


Aku memejamkan mataku dan berusaha berpikir untuk cari cara, Tapi tiba tiba Aku langsung mengingat saat Aku ziarah bersama Bibi beberapa hari yang lalu itu.


Aku mengingat dengan jelas dimana Papa sama Mama melihatku dengan senyum mengangguk sambil meneteskan airmata Mereka.


Mereka berdiri menatap dan melihatku dengan airmata disertai dengan senyuman di wajah Mereka.


Wajah Mereka benar benar masih terbayang di pikiranku dengan jelas. Senyuman dan airmatanya benar benar seperti nyata Aku lihat.


" Aku kangen .... " gumamku tanpa sadar dan meneteskan airmataku.


Tidak bisa Aku sembunyikan bahwa airmataku sudah menetes dan dengan sigap Aku memutar wajahku kearah pintu mobil agar Mami dan RR tidak melihatku.


Aku menghela dan menarik nafasku secara beraturan agar bisa mengendalikan airmataku.


Aku menggigit bibir bawahku untuk menghentikan airmataku.


Aku tidak bisa berpikir lagi dan Aku pasrah bahwa RR ikut ke rumah.


Sebelum balik dan masih di RS, Aku sudah memberi tahu Bibi bahwa hari ini Aku sudah diperbolehkan pulang.


Mendengar itu, Bibi sangat senang dan akan memasak makanan kesukaanku. Iyap Rendang dan Soup buatan Bibi tidak ada tandingannya.


Mendengarnya saja Aku sudah menelan ludahku. Pasti bakal nambah nanti dirumah.


Mobil RR sudah memasuki kawasan Perumahan. Dia tidak bertanya atau penasaran yang mana rumahku. Mungkin karena Dia sudah tau atau belum tau sama sekali tentang perumahan itu makanya Dia diam saja.


" Nah berhenti didepan pagar hitam Yang ... " kataku.


" Oke baiklah. " Dia langsung menyalakan lampu sennya dan mulai menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Mami langsung turun dan membuka bagasi untuk mengambil barang barang yang ada disana.


Aku juga ikut turun setelah RR mematikan mesin mobilnya.


Aku langsung menekan bel yang ada disamping pagar.


RR melihat Mami karena mungkin Dia ingin menanyakan sesuatu. Tapi Mami hanya mengedipkan matanya.


Mungkin RR penasaran, Siapa Aku sebenarnya dan bisa tinggal dikawasan perumahan itu dengan rumah yang lumayan luas dan mewah.


Karena Aku yang tidak pernah mengumbar dan menceritakan hidupku, Makanya mungkin Dia lebih memilih diam dan menanyakannya sama Mami.


" Halo Non .... Syukurlah Kamu sudah sehat. " kata Bibi setelah membuka pagar dan memegang tanganku.


" Iya Bi. Bibi udah makan belum ???? " kataku senyum.


Bibi mengangguk dan melihat RR dan Mami yang berdiri didepan pagar itu.


" Halo Nak .... Ayo masuk, Masuk. Terima kasih iya sudah menemani Ranti selama di RS. " katanya mempersilahkan Mereka masuk.


" Sama sama Bi. " jawab RR.


Diruang tamu, RR melihat beberapa foto foto Keluarga disana.


" Mi, Ranti Anak Tunggal ??? " tanya RR sambil melihat fotoku yang lagi ulang tahun.


Mami mengangguk.


" Pasti Dia sangat disayang sama Keluarganya .... Kelihatan sekali dari foto foto ini. " kata RR sambil duduk disofa.


" Sebentar iya Nak .... Bibi buatkan teh untuk Kalian .... " kata Bibi sambil membawa beberapa toples makanan ringan dari ruang TV.


" Makasih Bi. " jawab Mami dan RR.


Tidak lama kemudian, Aku turun dan menghampiri Bibi yang lagi dimeja makan hendak membuatkan teh.

__ADS_1


" Bi, Mana Mereka ??? " tanyaku sambil membuka tudung saji.


" Diruang tamu Non ... Kalian makan dulu iya ??? "


" Hhhmmm .... Wangi bangat ini Bi. Aku jadi lapar bangat nih .... Masakan Bibi memang selalu menggoda. Aku panggil Mereka dulu iya Bi. " kataku melihat Bibi senyum.


Aku langsung menghampiri Mami dan RR yang berada diruang tamu. Sementara Bibi lagi menyiapkan makanan di meja makan.


" Yang .... Mi, Makan Yuk .... " ajakku yang melihat Mereka berdua lagi melihat HP Mami.


" Eh .... Hayo hayoo .... " jawab Mami terlihat sedikit kaget mendengar suaraku karena Dia membelakangiku.


" Kami cantik bangat Yang .... " puji RR.


" Udah udah .... Aku makin lapar mendengar kata katamu itu. " jawabku memonyongkan bibirku.


" Fresh iya Dia Sayang .... Kayak langaung beda tuh auranya ... " kata Mami.


" Jadi Aur auran iya Mi. " kataku sambil berjalan bersama Mereka .


" Hahahaha ....Bisa ajah Kamu. "


Bibi langsung melayani Kami makan dan sesekali Dia bercerita sama RR dan mengabaikanku bersama Mami. RR selalu memuji masakan Bibi begitu juga Mami.


" Kalo dilihat lihat bakal kegeser deh Kamu Cin ... " kata Mami ketawa melirikku.


" Iya nih, Perasaanku jadi gak enak nih .... " jawabku melihat Bibi yang tersenyum dan tertawa bahagia melihat Kami bercanda bersama.


" Kalau mau langsung pulang, Bareng ajah sama Mami iya ..... " kataku melihat RR.


" Astaga .... Kamu langsung ngusir Aku ???? Bi, Aku sedih sekali .... " kata RR melihat Bibi dengan manyun.


" Hahahaha .... Dia mah bercanda Nak ... " jawab Bibi senyum.


" Usah deh Cin .... Kamu udah kalah. Hahaha ... " kata Mami sambil menyendokkan nasinya lagi.

__ADS_1


Bibi belum menanyakan ke Aku siapa RR begitu juga sama RR, Bibi tidak bertanya siapanya Aku.


Bibi hanya berpesan sama RR untuk selalu menjagaku dengan tulus dan baik.


__ADS_2