Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 277


__ADS_3

Paginya, Kami berdua langsung berangkat untuk Ziarah, sementara Mami gak mau ikut dan memilih ke Butik saja untuk membantu Karyawan. Karena Mami mengecek banyak Orderan yang ke pending, Makanya Dia bermaksud untuk ikut turun tangan membantunya.


Ditambah karena sudah mau akhir tahun, Barang baru juga akan banyak masuk ke Butik.


Aku meminta ke RR agar Aku yang menyetir pagi ini tapi Dia bersikeras untuk tidak memperbolehkanku. Bahkan Dia sampai marah marah samaku dan ngebentak Aku membuatku diam.


Aku hanya ingin mengemudi saja setelah beberapa lama sudah tidak pernah.


RR langsung membukakan pintu untukku setelah Dia pamit sama Bibi.


Aku langsung masuk dan menatapnya tajam dengan raut wajah judesku.


" Kalau dibilangin, Kamu bisa dengar gak sih, Sayang ???? Ini masih pagi loh, Jangan buat badmood, Nanti imbasnya seharian !!! " katanya tanpa melihatku dan melajukan mobil meninggalkan rumahku.


Dia sudah mencari riwayat perjalanan dan alamat pemakaman Orang tuaku dari history map yang sudah terpasang di mobil.


" Ran, Kamu dengar gak ???? " tanyanya melirikku karena Aku tidak menjawabnya.


" Iya. Dengar. " jawabku pelan membuang pandanganku keluar.


" Trus tadi kenapa gak jawab ???? Hm ??? Kamu marah karena Aku bentak ??? "

__ADS_1


" Aku mau tidur. Nanti tolong bangunin Aku kalau sudah sampai. " kataku tanpa menjawab pertanyaannya serta memiringkan wajahku melihat ke luar.


" Tolong dong jangan mengalihkan permbicaraan, Ran .... Kapan sih Kamu dewasanya, Sayang ??? Kamu kayak gak menghargai Aku. " kata RR pelan.


" Udah deh, Aku gak mau berantam sama Kamu sekarang. Please !!!! Kalau Kamu mau marah, Tolong jangan sekarang. Nanti saja, setelah Kita pulang. Terserah Kamu mau marahnya seperti apa dan kalau mau maki maki Aku, Silahkan !!!! Aku gak peduli !!! Tapi Please, jangan sekarang !!!? Aku pengen tenang untuk jiarah. Aku capek !!! " kataku melihatnya dengan mata berkaca kaca dan menghela nafasku dengan kasar.


" Aku tau, Aku salah makanya Aku diam. "


" Maaf .... "


" Aku sudah bosan dengar kata kata itu !!!! Aku ingin hidup tenang. Tolonglah, Ngertiin Aku kali ini ajah !!!! Aku bukannya gak menghargai Kamu, bukan !!! Aku hanya ingin menenangkan diriku dulu, Tapi Kamu malah bilang Aku tidak menghargai Kamu. Aku capek, Sayang ..... Aku merasa Aku hidup tapi tidak seperti Orang hidup. Pernah gak sih Kamu membayangkan untuk berada di posisi Aku ???? Kamu ingat kan Aku selalu bilang, Kalau Aku jadi beban buat Kamu tolong kasih tau Aku, Tinggalin Aku !!!! Atau gak bunuh Aku saja !!!! " teriakku keras di dalam mobil dengan emosi dan menangis histeris melihatnya.


RR langsung menepikan mobil dan memelukku erat.


" Hal apa yang harus Aku lakukan supaya Aku bisa menghargai Kamu seperti yang Kamu bilang ??? "


" Udah udah .... " kata RR menghentikanku dan mengusap air mataku.


Setelah Aku berhenti menangis dan diam, Dia langsung melajukan mobil kembali menuju pemakanan Orang Tuaku.


Setelah berala lama, Akhirnya Kami sampai dan mobil diparkir di depan. Aku langsung keluar dan berjalan ke toko bunga yang ada di pintu masuk TPU itu. Aku membeli dua buket bunga dan beberapa macam bunga tabur. RR langsung membawanya dan mengikuti langkahku dari belakang.

__ADS_1


" Ini Orang Tuaku. " kataku berdiri dan menghela nafasku setelah berada disana.


Aku perlahan jongkok dan air mataku selalu saja mengalir setiap kali Aku ke pusara Mereka. Tidak bisa Aku menutupinya karena Aku juga tidak tau kenapa bisa seperti itu.


Aku menunduk dan memegang batu Nisan Mereka. Rasa sesak di dadaku seperti tidak bisa keluar atau Aku ucapkan setiap kali Aku mendatangi Mereka.


RR yang melihatku, menggenggam tanganku dan mengelus punggungku.


Aku perlahan langsung menabur bunga itu di atas makam Mereka karena memang pemakamannya dirawat oleh penjaga disana sehingga terlihat bersih.


" Ma, Pa .... Ini pertama kalinya Aku bawa Teman kesini. Aku menjalin hubungan dengannya. Aku minta doa Mama dan Papa dari surga sana untuk Ranti, karena mungkin dalam waktu dekat, Aku akan menerimanya untuk pendamping hidupku. Banyak hal yang ingin Aku ceritakan sama Mama, Papa tapi Aku tidak tau memulainya dari mana. Rasanya masih sesak di dadaku Ma, Pa ..... " kataku pelan sambil menabur bunga itu dan di dengar oleh RR juga.


" Bahagia selalu disurga. Ranti benar benar menyayangi Kalian. " kataku sambil meletakkan buket itu di atas pusaranya masing masing.


" Aku sangat bersyukur sekali bisa kenal sama Ranti. Aku akan menjaganya dan menyayanginya seumur hidupku. Bahagia di surga, Tante, Om. " kata RR lalu menatapku dan mengusap sisa sisa air mataku.


Kami langsung meninggalkan TPU itu setelah berbicara sedikit dengan penjaga makam disana dan kebetulan juga Penjaganya itu kenal samaku karena Dia tau setiap hari selama sebulan waktu kepergian Mereka, Aku selalu kesana dan menghabiskan waktuku disana berjam jam. Ditambah juga Petugasnya selalu melihatku dan menyapaku setiap kesini di tanggal kepergiannya.


RR memberikan kepada Petugas TPU itu uang untuk beli rokok dan minuman Mereka lalu Kami pergi dari sana.


Aku masih memilih diam dan tidak mau bicara selama di mobil. RR tanpa menanyakanku, Dia langsung melajukan mobilnya menuju Hotelnya.

__ADS_1


" Sayang, Kita sudah sampai. Ayo turun dulu, Nanti Kamu istirahat di kamar. '' katanya sambil menoel pundakku pelan.


__ADS_2