Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 111


__ADS_3

Saat Dia masuk Dia langsung melihatku dan Papanya yang lagi duduk dan ngobrol.


" Mari Kita makan malam. Sekretaris Saya sudah reservasi untuk tempat. " katanya tanpa basa basi.


" Ayooo Ayooo. " jawab Pak Andrew sambil menatapku dan memberi ajakan.


" Maaf Pak, Bukannya menolak tapi Saya ada janji. " jawabku sambil nyegir.


" I have a reservation. please appreciate. " jawabnya tanpa basi basi sambil menatapku datar membuatku semakin malas dan merasa kok Dia seperti memaksa gitu.


" Tolong jangan menolak iya. Steve memang bicara to the point gitu. " sambung Pak Andrew senyum menatapku yang sudah menunjukkan ekspresi seperti malas gitu.


" Oke. I will come. But please don't make a reservation the next time before being asked if You can or not. Because We don't know for everyone's availability. Ini bukan masalah atasan atau bawahan, Tapi ini sudah diluar jam kerja. " cetusku menatapnya judes.


" Oke oke. Sorri. " jawabnya senyum judes menatapku sehingga membuat Pak Andrew tersenyum melihat keberanianku.


" Bodo Amat, Kamu mau pecat atau tidak. Toh Aku emang benar!!!! Jangan mentang - mentang Kamu Bos jadi seenaknya. Ogah bangat !!!! " gumamku kesal.


Aku berjalan bersama Pak Andrew sementara Pak Steve di belakang Kami sambil nelpon.

__ADS_1


" Kamu jangan ambil hati untuk perkataan Steve tadi iya. Dia memang bicara seperti itu sehingga banyak Karyawannya yang keluar masuk karena itu. Saya sudah berkali kali memperingatkanya dan menasihatinya tapi tetap saja mungkin sudah wataknya kali seperti Mamanya. Heheheh... Aku harap Kamu maklum iya. " kata Pak Andrew menatapku sambil senyum.


" Its oke Pak. Kaget saja tadi langsung bicara seperti itu. "


" Makanya sampai sekarang Dia tidak punya pacar, hehehe .... Semua pada ilfil sama cara bicaranya. hehehe... " jawabnya sambil tertawa.


" Oh iya Pak, Restorannya dimana iya alamatnya ???? Aku bawa mobil soalnya, Jadi biar kesana duluan. " kataku yang melihat Pak Steve masih berbicara melalui telepon selulernya.


Pak Andrew langsung memanggil Sekretarisnya yang lagi menunggu Pak Steve. Dia langsung menanyakan alamat restorannya itu.


Setelah diberitahu, Pak Andrew langsung masuk kedalam mobilnya yang sudah ditunggu supirnya sementara Aku langsung masuk kedalam mobilku dan mengikuti mobil Pak Andrew dari belakang.


Pak Steve tidak lama kemudian langsung mengikuti Kami dari belakang juga.


Setelah sampai di Restoran itu, Kami langsung masuk dan Sekretaris Pak Steve langsung menanyakan tempat yang sudah direservasi dan Pelayan langsung mengantar Kami ke meja tersebut.


Setelah duduk dimeja, Pak Steve langsung menyuruh Pelayan untuk menghidangkan pesanan yang sudah dipesan. Dan Pelayan itu langsung mengangguk dan segera pergi.


" Oh iya, for the next production process when will it start ???? " tanya Pak Steve melihatku.

__ADS_1


" In 2 weeks there will be sample production for some designs and will continue as the next designs are already prepared, so no need to wait. " jawabku.


" Oh waow .... I will wait and see the results. " jawabnya sambil mengangguk.


" Mau Kamu tunggu atau gak kek bodo amat. " cetusku dalam hati.


" Oh yeah .... What is Your Name ??? "


" Ranti. " cetusku.


" Wah ... Nama yang bagus. " jawabnya dengan suara logat yang terbata bata dengan senyumnya karena mungkin Dia tidak lancar Bahasa Indonesia.


Aku hanya tersenyum datar dan mungkin Dia pikir Aku akan terharu dan senang kali akan pujiannya padahal ogah bangat.


Tidak lama kemudian, Makanan datang dan Pak Andrew dan Pak Steve mempersilahkan untuk makan.


" Silahkan .... Silahkan .... Selamat makan semuanya .... " kata Pak Andrew.


" Selamat makan."

__ADS_1


" Selamat makan. "


__ADS_2