Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 203


__ADS_3

Setelah kurang lebih 10 menit Kami berjalan, Akhirnya Kami sampai di kebun itu. Dan benar bahwa itu benar benar perkebunan buah. Hampir semua tanaman Mamanya RR berbuah dan siap di panen. Semua pohon hampir merah semua karena buahnya sudah siap di panen.


Aku bahkan sampai takjub dan antusias sekali melihat itu dan bahkan Mami sampai teriak teriak mem vidiokan perkebunan itu.


Mba sampai ketawa melihat kelakuan Kami beserta para Pekebun itu.


" Omaigat Cin .... Mami pengen tinggal disini ajah deh .... " kata Mami saking bahagianya.


" Indah bangat iya. Udah kaya, Tapi tetap masih gak malu untuk berkebun iya Cin .... Emang Mamanya RR kayaknya Orang yang ramah dan pekerja keras. Sama persis kayak Kamu Cin, gak mau berdiam diri saja walau sudah memiliki segalanya. " kata Mami memuji.


" Tergantung Orangnya sih Mi sebenarnya. Bukan tergantung kaya atau tidaknya. Kalau emang ada kemauan iya pasti akan melakukan hal apapun itu. " jawabku sambil mengikuti Mba yang mengambil keranjang buah dari pondok disebelah.


Jadi semua persiapan dan perlengkapan perkebunan itu ada disatu pondok kayak semacam rumah kecil.


" Pak, Kita panen apa duluan ??? " tanyaku sedikit keras karena Bapaknya ada di samping perkebunan itu.


" Strowberry ajah Non. Soalnya Orang Kurir Customernya mau ambil kesini. " jawab Bapaknya.


" Oke Pak. " jawabku menghampiri karena Strowberry ada di bagian bawah.


" Aku pengen comot comot nih, Gak apa apa kan Mba ? " tanya Mami.


Aku langsung menanyakan Mbanya karena Mami pengen comot comot langsung dari pohonnya dan langsung makan.


Mbanya langsung mengambil air sebaskom agar buahnya bisa langsung dicuci kalau mau langsung dimakan.


" Thank You Cin ... " kata Mami sambil memegang baskom itu dengan senyum sama Mba nya.


" Mau ikut panen juga Non ??? " tanya Bapaknya.


" Iya Pak. Gimana caranya ??? Tolong ajarin dong Pak . "


" Ngambilnya pakai gunting Non, atinggal di gunting ajah disini Non ... Tapi ngambilnya yang sudah merah ajah iya Non, Kalau misalnya masih kurang merah gak usah diambil. Takutnya kurang matang. " kata Bapaknya menjelaskan.


" Oh .... Oke Pak. " jawabku sambil mengambil keranjang yang ada disana serta gunting.


Aku mulai ikut memanen dan selalu berada disamping Bapaknya agar bisa sambil ngobrol karena Dia yang ngurusin kebunnya RR serta beberapa Temannya.


" Oh iya Pak, Ini nanti langsung di kirim atau gimana ??? " tanyaku sembari mengambil buah Strowberry itu.


" Iya nanti dari pihak Customernya datang kesini untuk pick up Non. "


" Oh .... Berarti udah langganan sama Mereka iya Pak ??? "


" Iya tapi bukan Mereka langganan menetap Non. Karena masih ada satu lagi Perusahaan yang khusus untuk dealer buah dari sini. "


" Oh gitu. "


" Iya Non. Jadi ini kayak masih kelas menengahlah seperti Mall Mall kecil. "


" Oh .... "


" Kalau yang biasa kan, Memang khusus Dealer untuk semua buah. Jadi Perusahaan itu yang menyalurkan untuk Mall Mall yang besar besar gitu, Mall kecil juga dimasukin sama itu Dealer tapi lebih ke Mall besar gitu Non .... "


" Nah kenapa gak kesitu ajah Pak ???? "


" Mereka ada jadwalnya Non. Palingan dua minggu lagi baru info. Jadi daripada busuk begini kan mending di jual saja. "


" Iya sih Pak. Nunggu dua minggu lagi yang masih setengah merah kan udah bisa dipanen lagi. "

__ADS_1


" Nah iya Non .... Untuk harganya juga masih mahalan sama yang ambil hari ini dan beberapa customer lain Non daripada Dealer itu. Kan lumayan, Hehehe .... "


" Iya lah lumayan Pak. Karena kalau dealer itu kan Penyalur juga Pak, Makanya agak murah. Kalau yang mau ambil sekarang ini kan kemungkinan atas nama Pribadi Mall nya. Jadi tidak pakai penyalur lagi. "


" Iyap benar Non. "


" Tapi dikasih tahu gak Pak, Mereka butuh berapa banyak gitu ??? "


" Iya dikasih tau Non. Jadi Kita udah catat. Nanti kalau udah penuh keranjang ini langsung ditimbang dulu Non, Jadi Kita tau berapa yang kurang. Ada 3 Pelanggan sih hari ini Non, Jadi lumayan lah untuk ngabisin yang merah merah ini. Apalagi kan sekarang weekend nih, Jadi pada mau stok buah karena kan Orang Orang biasanya Weekend belanja. "


" Iyap benar sih Pak. Jadi pengen berkebun begini juga. Hehehe.... Tapi sayang, Disana tanahnya gak subur kayak disini Pak. " kataku.


" Oh iya ???? Emang beda beda sih iya Non ...."


" Iya Pak ....Kalau disini kan enak Pak, Ibaratnya pekarangan rumah luas kalau disana hanya sebatas taman saja sudah enak tuh kalau ada yang rumahnya pakai taman. "


" Oh iya ???? "


" Iya Pak karena rumah disana rapat gak kayak disini ada space nya gitu. "


" Iya iya. "


Tiba tiba Ponselku bunyi dan RR yang menelpon.


" Kenapa Yang ???? " kataku sambil berdiri.


" Kamu lagi dimana ??? Ngapain ??? "


" Lagi ikut panen. Kan tadi udah ngomong toh ??? " kataku mengerutkan keningku.


" Jangan lama lama disana. "


" Biarin ajah Mereka yang panen Yang, Kamu dirumah ajah atau datang kesini ajah, Mami dimana ??? "


" Ih Kamu kenapa sih ??? Orang mau ikut panen. Mami lagi selfi selfi tuh dibawah pohon apel. "


" Kamu jangan capek capek Yang .... " kata RR manja.


" Iya ..... Kalau capek Aku pasti istirahat. Udah iya, Aku mau lanjut dulu. Kamu kerja gih .... " kataku.


" Datang kesini ajah Yang, Temanin Aku kerja."


" Udah deh gak usah sok sok manja minta ditemanin. Nanti sore ajah Kami kesana iya. "


" Hhhmmm .... Kangen Yang .... "


" Ah udah ah .... Kamu mah .... Bye!!!! " cetusku sambil mematikan panggilannya dan memasukkan ponselku kekantongku.


RR langsung ngirim emoticon nangis dan menciumku. Aku langsung balas dengan emoticon marah dan kesal lalu mematikan ponselku.


Aku lanjut lagi panenya sama Bapak itu sementara Mami, Mba dan Tukan Kebun yang lain panen Apel disamping.


Terkadang Mami mengambil vidio dan berkeliling disana sembari bernyanyi kayak Orang lagi kasmaran tidak jelas.


Disamping Strawberry ada buah Rasberri hitam dan dikasih tiang tiang penjalarannaya karena pohonnya kayak semacam Anggur yang menjalar.


Aku melihat buahnya sangat banyak dan berwarna hitam.


" Pak itu udah matang atau belum sih ??? Aku gak bisa bedainnya. Hehehehe... "

__ADS_1


" Iya sebagian udah siap dipanen itu Non. Nanti Kita panen juga. Kalau itu mah langsung ketauan Non, Buahnya yang siap dipanen itu kelihatan hitam bangat. "


" Oh iya iya. Disana jarang tau Pak buah kayak gitu. "


" Oh iya ???? Mungkin yang sudah diolah kali iya banyak.... "


" Iya. Selai kan Pak ???? "


" Iya Non. Mahal gak disana ??? "


" Mahal bangat Pak. "


" Dulu Nyonya semasih ada, Dia sering buat selai dari buah disini. Jadi kalau untuk selai selalu ada dirumah tidak pernah kosong. "


" Oh iya ???? Pintar iya ??? "


" Iya. Kalau Nyonya itu selalu cari kesibukan Non, Buktinya ini semua Nyonya yang tanam. Palingan beberapa sudah Kita yang tanam lagi karena sudah mati kayak ini. " kata Bapak itu sambil menunjuk Strawberry itu.


" Oh iya iya. "


" Kalau untuk Apel ini, Masih Nyonya yang tanam sama Pear dan yang lain. Kalau yang kecil kecil dan cepat mati, itu sudah Kita tanam ulang. Karena Nyonya juga selalu mengajari Kita untuk cara pembibitan dan yang lainnya. Dia itu sangat peduli dan baik sama Orang. Makanya semua pekerja di kebun masih pada bertahan sampai sekarang karena Nyonya itu ang sangat peduli, Apalagi sama Keluarga Kita. Semuanya memang benar benar baik. Semua buah yang disini, Kita bebas bawa pulang kerumah. Makanya setiap hari pasti banyak buah dirumah. "


" Oh iya iya. Tapi Orang Bapak setiap hari pulang dong ??? Rumahnya jauh gak dari sini ??? "


" Iya tiap hari pulang Non. Kan Kita difasilitasi setiap Orang motor. Tidak jauh dari sini Non, yang paling jauh jaraknya 30 menitan lah dari sini kalau naik motor. "


" Oh iya iya. "


" Tapi Non pacarnya Tuan iya ???? Hehehe ??? " Tanya Bapaknya sambil nyengir.


" Iya Pak. Hehehe .... " jawabku senyum.


" Non beruntung bisa dekat sama Tuan. Dia Orang baik Non. Bapak juga berdoa Dia dapat jodoh yang baik dan sayang dengan tulus sama Dia. Jangan sampai kayak yang dulu itu. Mungkin Dia udah cerita sama Non iya ???? " kata Bapak itu sambil sedikit geleng geleng karena mungkin membayangkannya.


" Hehehe .... Udah Pak. "


" Iya makanya itu Bapak bahagia sekali lihat Dia karena sudah punya calon. Selama ini Dia sangat menutup diri setelah kejadian itu. Memang benar benar tidak tahu diri itu Wanita. Bapak saja sampai tidak habis pikir. "


" Tapi itulah cara yang Diatas menunjukkan bahwa Dia memang bukan jodohnya Pak. Masih mending ketahuan pas sebelum nikah dari pada gak sama sekali kan ???? Iya itulah yang Dia syukuri, Diperlihatkan sisi calonnya itu sebelum hari H. "


" Iya sih Non, Benar yang Kamu bilang. Kalau udah sempat nikah, Wah habislah .... Tidak tahu hari ini masih begini atau gimana ... Tapi Non kerjanya disini atau hanya liburan doang kesini ???? "


" Liburan doang Pak. Hehehe .... "


" Oh iya iya. Pacaran jarak jauh juga gak apa apalah yang penting saling mendukung dan terbuka satu sama lain. Gak ada yang ditutup tutupi. "


" Iyap betul Pak. "


Hampir beberapa jam Kami disana untuk panen, Mba datang membawa beberapa minuman dan makanan sehingga Kami istirahat dulu untuk menikmatinya.


Dan karena sudah siang sekalian saja istirahat untuk makan siang.


Kami makan bersama disana di bawah pepohonan Apel itu.


Udara yang sejuk dan perkebunan yang bersih membuatku semakin menikmati makan siang itu.


Tinggal beberapa buah lagi yang belum dipanen karena hanya mengambil buah yang sudah terlalu matang saja.


Kami menyelesaikannya dan pulang. Aku membawa beberapa macam buah di keranjang.

__ADS_1


Sementara Pekerja Kebun masih disana untuk mensortir buah yang mau dimasukkan langsung kekeranjang buah karena beberapa pelanggan sudah datang.


__ADS_2