Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 136


__ADS_3

Aku langsung menelpon Mami untuk menanyakan Dia ada dirumah atau tidak. Ternyata Dia ada di Apartemennya dan masih tidur terdengar jelas dari suaranya.


" Mi, Aku otw kerumahmu iya.... Nyampe 15 menitan lagi. Ada bajuku disana kan ??? "


" Iya ada. Kamu dari mana emang Cin ???? "


" Nanti Kamu bakal tau. Bye... " tutupku.


Aku langsung menatap RR yang diam dan fokus mengemudi. Mungkin Dia berpikir bahwa Aku tidak bakalan mengajak Dia kerumahku, Atau Dia berpikir juga bahwa Aku segan mengajaknya pagi pagi buta kayak gini.


" Yang, Kita ke Apartemen Mami ya. " kataku sambil meneguk kopiku.


" Iya. " jawabnya singkat.


Aku tau pasti Dia kesal mungkin samaku karena Aku tidak membawanya kerumah, Tapi iya itu terserah Aku kan Aku toh tidak ada hubungan apa apa sama Dia selain saling memuaskan!.


Sampai di Lokasi Apartemen Mami, Kami langsung menuju Lantai Apartemennya dan parkir disana karena kebetulan ada parkiran disetiap lantai, Jadi tidak capek capek untuk parkir di lobby bawah.


Aku langsung keluar bersama RR dan masuk dari pintu parkiran menuju Kamar Mami.


Sesampai di depan pintunya, Aku langsung mengetuknya dan Mami langsung membuka pintu dengan memakai bando kecintannya.


" Haii .... " sapaku lalu masuk sambil main mata sama Mami.


" Pagi .... Omaigat .... Ada Sayangku... Ayo masuk masuk ... " kawab Mami sambil mempersilahkan RR masuk.


" Makasih Mi. " jawabnya senyum.


" Kamu masak apa Mi ??? Oh iya ada kan bajuku disini ??? " tanyaku menoleh ke Mami yang berjalan bersama RR.


" Gak tau deh Cin, ada atau gak. Aku masak Ayam rica rica tuh, Makan gih .... " jawab Mami.


" Wah ... Enak tuh kayaknya. "


" Kayaknya Kayaknya ..... Iya enak lah. " cetus Mami kesal mendengar jawabanku.


" Hahaha .... Jangan marah marah atuh Mi, Masih pagi loh .... Sayang Kamu makan gak ???? " jawabku sambil bertanya sama RR.


" Hhhmm .... "


Mami menatapku dan RR secara bergantian sambil memikirkan sesuatu.

__ADS_1


" Ape Ape ???? tanya ajah langsung kan Kita ada disini, Gak usah sok sok mikir gitu .... " kataku sambil membuka kulkas Mami.


" Hahahaha .... Mami bisa ajah .... " RR tertawa yang duduk disofa Mami.


" Kalian membuatku makin merasa bahwa kesendirian itu tidak enak loh ... " jawab Mami sambil menggigit bibir bawahnya.


" Oalah .... Ajak Brondong Kamu main kesini dong ... " jawabku sambil membuka tudung saji Mami yang ada dimeja dan wangi rica ricanya tercium enak bangat membuatku ingin mencicipinya.


" Dia sibuk Cin .... Ayo makan dulu Sayang .... Hayoo ... " ajak Mami berdiri dari duduknya mengajak RR.


" Hayo. Aku juga sudah mulai lapar mencium aroma masakan Mami. " jawab RR.


" Aku mau mandi dulu. Kalian duluan ajah makannya iya. Mi, ambilin bajuku dong ... " kataku.


" Udah lihat dilemari itu ajah Cin .... Aku mau melayani Sayangku ini .... Eh emang Kamu hari ini kerja ???? bukannya biasanya libur ??? " tanya Mami sambil senyum menggoda RR yang duduk di meja makan.


" Kerja Mi. Ada meeting. Kemarin meetingnya belum kelar. Biasa racker kerja. Aku juga malas sebenarnya karena kemarin Teamku sudah selesai, Tinggal divisi yang lain hari ini. Tapi Aku udah bilang sama SPVku untuk datang tepat waktu dan mewakiliku dulu karena mungkin Aku telat nanti. '' jawabku.


" Oalah. "


" Aku mandi dulu iya. " kataku sambil masuk ke kamar Mami.


Aku langsung membuka lemari Mami dan mencari bajuku yang ada disana. Ternyata ada beberapa pasang bajuku dirumah Mami. Syukurlah.


" Mi, Ada sikat gigi yang baru gak ???? " teriakku dari dalam kamar mandi.


" Ada. Bentar. "


Mami langsung mengetuk pintu kamar mandi memberikannya.


Saat Aku mandi, Mami dan RR makan bersama sambil cerita cerita hingga RR penasaran dan bertanya sama Mami.


" Mi, Aku mau nanya. Tapi tolong jangan kasih tau Dia bahwa Aku nanya Mami. "


" Hhmm .... Apa tuh Sayang ??? " jawab Mami sambil nguyah nasinya.


" Tadinya Aku mau antarin Dia kerumahnya tapi Dia diam dan tiba tiba Dia nelpon Mami dan akhirnya Kami kesini. Emang kenapa iya kalau Aku antarin Dia kerumahnya ???? Apa mungkin Dia tidak ada rasa sedikitpun samaku ???? "


" Oalah .... Kamu jangan masukin ke hati iya Sayang .... Kamu tau kan Dia kayak gimana ??? Bukannya Dia tidak ada rasa sama Kamu tapi mungkin Dia tidak mau atau belum mau mengajak Kamu kerumahnya. Apalagi Kalian nginap di hotel kan semalam ???? Mungkin Dia mikirin itu. Kalau Kamu yang antarin pagi pagi gini kerumahnya, Nanti Orang rumahnya pasti mikirin yang aneh sama Dia. Iya walaupun itu sebenarnya hak nya Dia, Tapi kayaknya Emang itu deh yang Dia pikirin. "


" Iya sih Mi. Aku mengerti. Oh iya Dia punya Saudara gak ??? "

__ADS_1


Mami melihat kearah kamar Mami sebelum menjawabnya.


" Dia Anak tunggal Sayang. Dan ..... " tiba tiba Aku keluar dari kamar sehingga Mami menghentikan omongannya dan langsung minum.


" Hhmm .... Aku mau nambah boleh gak Mi ???? Masakan Mami enak bangat. " kata RR mengalihkan pembicaraan Mereka agar Aku mungkin tidak curiga.


" Aaaa .... Aku terharu loh .... Orang Bule menyukai masakanku. Sini piringnya. " kata Mami senyum dan senang karena RR menyukai masakannya dan piringnya sudah kosong dan bersih yang tinggal hanya tulang tulang ayamnya saja.


Aku langsung mengambil piringku dan menyendokkan nasiku dan duduk disamping RR.


Saat Aku mau duduk, Ponselku bunyi dan Aku mengambilnya yang ada di Sofa didalam tasku.


" Halo .... kenapa Mba ???? " tanyaku karena SPVku nelpon.


" Halo Bu .... Ibu meeting hari ini ditunda jadi jam 1 siang. " jawabnya.


" Seriusan ???? Kok tumben ???? " tanyaku sedikit merasa senang juga karena bisa rebahan dulu.


" Iya baru ajah diinfo Sekretarinya Bapak, Katanya ada yang mau ditungguin. "


" Oalah .... Oke oke. Makasih Mba infonya. Nanti Aku kekantor berarti jam 12 an saja iya. Makasih iya. "


" Sama sama Bu. "


Aku langsung mematikan panggilannya dan merasa sangat senang karena akhirnya tidak buru buru kekantor. Tapi Aku penasaran yang ditungguin siapa.


" Gak jadi meetingnya Cin ??? " tanya Mami.


" Jadi tapi ditunda jadi jam 1 siang. Akhirnya Aku bisa tidur dulu. " jawabku sbil senyum melihat Mereka berdua dan langsung duduk makan dan menikmati masakan Mami.


Masakan Mami memang enak tapi Dia tidak terlalu pintar untuk masak masakan yang lain. Hanya ini masakan yang agak susah yang bisa dimasaknya karena waktu kecil dan waktu pertama kerja, Dia melihat cara masak ayam rica rica.


Walaupun begitu, Aku sudah mengapresiasi Mami karena itu sudah tergolong pintar masak.


" Yang, Kamu mandi disini ajah iya. Pake baju Mami ajah mau gak ? nanti Aku antar balik sekalian kekantor. " kataku senyum.


" Gampanglah itu. Udah habisin dulu nasimu, jangan main HP sambil makan. " jawab RR.


" Baik Sayang .... " jawabku senyum sambil mengangguk.


Mungkin Dia sudah terbiasa kalau makan tidak pernah memegang HP atau sambil bermain HP.

__ADS_1


" Baiklah. "


__ADS_2