
Paginya, Aku bangun cepat dan membantu Bibi untuk menyiapkan sarapan. Aku menyiapkan sarapan untuk RR pagi ini sebelum Dia berangkat ke luar kota.
Setelah selesai di dapur dan makanan sudah siap di meja, Aku naik ke atas untuk membangunkan RR agar Dia langsung bersiap siap.
Aku membuka pintu kamar dan benar saja, Dia masih tidur pules di kamar padahal ini sudah jam 6 pagi.
" Sayang, Bangun .... Bukannya Kamu jalan jam 8 ??? Ayo bangun, mandi gih sana .... " kataku memegang tangannya dan menoelnya.
" Hhm ... " gerutunya sambil perlahan membuka matanya dan malah menarikku ke dalam pelukannya hingga Aku terjatuh dan terbaring di dadanya karena tadinya Aku hanya duduk disamping tepi ranjang.
" Aduh .... " gerutuku di dalam pelukannya.
" Aku masih ngantuk, Yang .... " katanya pelan di telingaku yang membuatku mendesis.
" Udah ih bangun. Nanti Kamu telat loh, Kamu mau Supir nungguin Kamu ??? " tanyaku sambil melihat dan menatap wajahnya yang begitu tampan dan masih terlihat muka bantal.
Dia langsung membuka matanya melihat jam di dinding. Dia langsung meregangkan kedua tangannya untuk menghela nafasnya.
" Muach .... Muach .... Muach ... "
Tiba tiba Dia langsung menciumi pipi dan leherku hingga membuatku geli dan ketawa.
" Sayang ..... Geli ih .... Udah ih, Awas .... " kataku sembari menepis wajahnya dengan tanganku sambil ketawa.
Dia ketawa lepas saat melihatku yang kewalahan menghentikan aksinya itu.
" Aduh, Aku capek. Hah !!! " kataku sambil membuang nafasku kasar serta meliriknya yang sudah bangkit bediri dan beranjak dari kasur.
__ADS_1
" Ayo ... " katanya mengulurkan tangannya ke Aku yang masih posisi tertidur di kasur.
" Nagapain ??? " tanyaku menatapnya bingung.
" Sini, Aku bantu. " katanya sambil memberi isyarat untuk Aku memegang dan meraih ukuran tangannya itu. Aku pun dengan santai menerimanya dan dengan sigap Dia langsung menggendongku ke kamar mandi dan menutupnya.
" Sayang, mau ngapain ??? " tatapku di saat Dia menggendongku masuk ke kamar mandi.
" Temani Aku mandi. " jawabnya dengan menggoda dan senyum.
" Astaga .... Masih pagi, Sayang .... Udah deh, Nanti Kamu telat. Turunin Aku. " kataku berusaha untuk turun tapi Dia malah memegangku erat dengan kedua tangannya.
" Kan bukannya pagi justru lebih seru mainnya ???? " godanya sambil menciumi pipiku hingga berakhir di bibirku. Dia mengemutnya lembut dan sedikit lebih lama membuatku mulai bergairah.
Aku langsung melingkarkan tanganku di lehernya dan membalas ciumannya itu.
Saat mendengarnya berkata seperti itu, Aku semakin semangat untuk memuaskannya pagi ini. Dengan sigap tanganku mulai menarik kaos yang dipakainya. Dia mendudukkanku di atas wastafel yang ada di dalam kamar mandi.
Dia juga langsung melepas kancing piyama tidurku dan mulai beraksi menikmati setiap sudut tubuh indahku.
Aku mendesah hebat saat Dia melebarkan kakiku dan mulai merabanya.
" Aaaaaa ... Aauu .... Aaa .... "
Aku menggigit bibir bawahku saat RR mulai membawaku masuk kedalam ruang kaca yang disana berada shower. Dia langsung menyalakan shower itu dan menuntunku untuk berjalan kebawah shower yang menyala itu
Aku perlahan meraba pahanya dengan tanganku sembari mengemut bibirnya. Aku mengerang saat Dia merana dan menuntun miliknya untuk mendekati areaku dan mulai memasukkannya. Masih baru bersentuhan sudah membuatku mendesah hebat. Aku memeluknya erat saat Dia sudah mendekatkan kedua benda itu untuk saling menyatukan satu sama lain.
__ADS_1
Dia mengayun dan memegang bokongku erat dan memberikan dorongan dorongan manja nan nikmat. Aku juga yang sangat menikmatinya ikut membantu agar Dia juga turut merasa bahagia dan puas. Secara bergantian, Kami melakukannya bersama.
" Aku ingin membuatmu benar benar puas dan merasa sangat puas, agar Kamu cepat cepat pulang dari luar kota. Jika mau lebih puas dan enak dari sini, Maka Kamu harus pulang lebih cepat lagi. Apapun yang Kamu minta, akan Aku kabulkan nanti. " kataku sembari menekannya.
Dia mengangguk dengan cepat dan mengerang nikmat saat Aku hendak menariknya tapi dengan cepat Aku malah menahannya untuk sementara di dalam sana.
Permainan panas pagi ini sangat nikmat dan indah.
" Enak ??? Lagi ???? " tanyaku meremas dadanya erat.
" Mau lagi. Aku harus benar benar puas. Lakukan untuk jatah beberapa hari kedepan. " jawabnya sambil mengerdip erdipkan matanya saking menikmatinya. Aku semakin membuatnya merem melek menikmatinya hingga akhirnya Dia sudah berada dipuncak kenikmatan itu.
Dia memelukku dengan nafas yang tersendat sendat.
" Terima kasih, Sayang .... " bisiknya.
Aku mengangguk dan mengecup bibirnya berkali kali dan memeluknya.
*****
Selama RR di luar kota, Aku sibuk di Butik. Setiap jam Aku selalu vidio call sama RR dan mengiriminya pesan. Aku benar benar merindukannya. Entah kenapa dan apa yang membuatku benar benar bucin setelah menikah dengannya.
Terkadang, Aku langsung menelponnya kalau Dia tidak membalas pesanku walau Dia sudah berpesan bahwa jaringan disana masih lumayan susah.
Aku ngadu ke Mami saat RR tidak membalas pesanku atau mengangkat teleponku membuat Mami tertawa melihatku.
" Astaga .... Dasar pengantin baru !!! Batu juga ditinggal udah langsung kangen ajah !!!! " sindir Mami.
__ADS_1
w