Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)
Bab 153: Sumur Lor


__ADS_3

Sebuah sumur tua di Desa S dikeramatkan warga. Sumur ini dikenal sebagai sumur lor yang konon sangat angker.


Sumur ini, juga lekat dengan cerita penjaganya yang seorang wanita cantik, kendati juga dipercaya jadi tempat berkumpulnya genderuwo.


Akses untuk masuk ke sumur cukup sulit karena harus melewati persawahan. Tidak ada pintu khusus.


Kesan angker terdapat pagar tua yang tidak terawat. Bahkan sebagian sudah ambrol. Selain itu, terdapat pohon trembesi besar. Di bagian dalam juga terasa sangat lembab.


"Ya Allah, isih adoh ta Iki?" tanya Marsya yang sejak tadi kesulitan melangkah.


Perjalanan untuk menuju ke sumur tua itu melewati area persawahan. Di tambah area persawahan ini baru saja dibajak. Lempungnya membuat mereka kesulitan melangkah.


Sampai akhirnya mereka pasrah melepas sandal mereka dan rela kotor. Topi camping juga mereka kenakan.


Sebab terik mataharinya menyulut begitu panas memapar tubuh mereka. Ya, sekalipun mereka sudah berbaju serba panjang tapi tidak bisa dipungkiri bahwa memang suhu di sawah ini sangatlah panas.


Sungguh kuat para petani itu bekerja di sini lalu menghasilkan beras untuk kita makan.


"Sabar, sebentar lagi juga bakalan sampai!" tutur Cak Dika yang berada di barisan paling depan memimpin rombongannya.


Panggilan dari Haikal lah yang menuntun mereka kemari. Mereka tidak pernah menolak apabila ada yang meminta bantuan mereka.


Bahkan setelah mereka selesai menjelajahi tempat Astral. Masih banyak orang yang datang ke kediaman mereka untuk diobati dan dilihat.


Semua perkara konsultasi Ghaib. Sungguh rasanya jika ada gelar Sarjana Dukun. Mungkin mereka sudah menyandangnya saat ini.


Cukup lama melewati area persawahan itu. Mereka pun dihadapkan dengan rimbunnya perkebunan. Pohon pisang, pohon jati saat ini mereka masuki.


Hingga mereka melihat pagar besi tua yang hampir rusak. Di antara pagar itu tumbuh tanaman liar yang menjalar.


Cak Dika beserta rombongannya juga melihat beberapa manusia yang duduk di sana. Mereka adalah rombongan Haikal dan Pak Pardi.


Sebelum melangkah maju. Cak Dika dan adik-adiknya itu berhenti. Mereka bisa melihat dengan jelas sosok astral apa saja yang ada di sana.


Dominannya dengan banyak wanita cantik berambut panjang. Lebih seramnya lagi para Genderuwo juga ikut berlalu lalang di sana.


"Wah... Nek Iki Yo, pemukiman!" ucap Cak Dika.

__ADS_1


Rachel di sampingnya hanya tertawa mendengar itu. Betul saja, itu nampak seperti sebuah pemukiman.


"Yaudah, kenapa kita ndak lanjut?" tanya Bella menyeletuk.


Ketika mereka akan melangkah. Saat itu juga Rachel jatuh pingsan.


Brukkkk


"Hel!" pekik Thariq di belakang Rachel yang sigap memapah tubuh Rachel agar tidak jatuh terhempas di atas tanah.


"Hel, kamu kenapa?" tanya Thariq pada Rachel yang terpejam.


Mereka semua yang ada di sana terkejut, kecuali Melissa. Gadis itu dengan boneka yang dipeluknya menatap ke arah sumur itu.


Dia melihatnya, tiga orang anak kecil tersenyum ke arahnya. Mereka berpakaian lusuh. Mereka menatap Melissa lalu tersenyum dan berlari pergi dari sana.


Tiga sosok itu setelah Rachel pingsan. Mereka keluar begitu saja dari dalam lubang sumur.


"Itu!" ucap Melissa menunjuk ke depan. Ke arah sumur tua itu.


Bella mengikuti arah tunjuk Melissa. Dia tidak menemukan apapun kecuali sebuah gerbang berwarna hitam yang letaknya di ujung sana.


"Ada apa di sana?" tanya Bella bingung.


Melissa lalu menoleh ke arah Bella. Dia kemudian menunjuk lagi ke arah pintu gelap itu.


"Tiga orang anak kecil baru saja lari ke sana. Ketika Rachel jatuh pingsan. Ketiganya tersenyum lalu masuk ke dalam portal itu!" ujar Melissa memberitahu.


Rara yang mendengar itu sontak saling tatap dengan Cak Dika. Tatapan itu seakan meminta ijin.


"Biarkan aku yang masuk ke sana Cak!" ucap Rara.


Cak Dika menatap khawatir pada Rara. Gadis yang teramat sangat Cak Dika cintai.


"Memangnya kamu bisa? Itu auranya kuat sekali. Maskot kita tumbang, Nyai juga Ndak bisa aku panggil. Nyai itu terikat sama Rachel! Aku cuma bawa panglimanya. Maungnya ini Ndak ada apa-apanya dek daripada Nyai Ratunya!" jelas Cak Dika pada Rara.


Baik Cak Dika dan Rara serta seluruh pemilik mata ghaib itu tubuh mereka bergetar hebat. Merinding rasanya ketika merasakan satu kehadiran yang cukup kelam.

__ADS_1


Ketika mereka menoleh ke arah sumbernya. Sungguh mereka sangat terkejut mendapati para Genderuwo itu saling menyatukan diri.


Ukurannya di luar nalar manusia. Ukurannya lebih besar dari Thanos dan Sherk. Sialan memang, bulu kuduk mereka meremang. Ketika mereka melihat kepala dan mata merah itu.


Degggggg


Mental mereka terguncang. Ini betul adalah ujian yang cukup sulit sepertinya.


"Kalian mencari apa di sini? Mereka tidak di sini! Mereka masuk ke dalam alam kami! Jika kalian menginginkannya. Maka masuklah juga ke sana. Mari ikut kami berpesta!" ujar sosok Genderuwo raksasa itu lalu masuk ke dalam pintu gelap.


"Huh!" pekik Cak Dika lalu ambruk.


Itu adalah pertama kalinya dia merasa terguncang dengan kehadiran setan.


"Cak, kamu kenapa?" tanya Rahman yang khawatir.


Cak Dika hanya menggelengkan kepalanya. Lalu dia menunjuk ke arah Haikal dan orang-orang yang masih di sana.


"Ada baiknya kalau ini kita diskusikan dulu dengan mereka! Sebelum masuk ke sana, kita harus tau dulu apa yang terjadi sebenarnya!" ucap Cak Dika.


Thariq terkejut mendengar itu. Itu adalah tindakan yang lama menurutnya. Sedangkan Rachel saat ini sedang tidak sadarkan diri.


"Rachelku gimana Cak? Dia ndak sadar loh!" ujar Thariq protes. Dia benar-benar khawatir.


"Jagakan dia di sini! Crew tetap di sini. Lainnya ikut aku ke sana!" perintah Cak Dika.


Para Crew mengangguk mereka mengerti. Kemudian Rara, Marsya, Cak Dika dan Melissa pun mulai berjalan mendekati Haikal beserta rombongannya.


Kedatangan mereka disambut ramah. Di sana mereka mulai bertanya apakah yang terjadi sebenarnya?


Maka penjaga sumur itu mengatakan pada Cak Dika perihal kejadian apakah yang menimpa mereka saat ini.


Setelah cukup mengerti apa yang terjadi. Cak Dika pun mulai menceritakan pada mereka. Bahwa adiknya, Rachel sepertinya sedang dibawa masuk juga ke dunia ghaib.


Lama bercerita di sana. Cak Dika dan yang lainnya pun menghampiri Rachel dan Thariq. Cak Dika meminta pada Haikal beserta yang lainnya untuk tetap di sini.


Dan dia akan melakukan raga Sukma. Untuk mencari Rachel di sana lalu membawanya pulang. Dia juga akan mencari keberadaan anak kecil itu.

__ADS_1


Kembali petualangan ghaib mereka akan dimulai. Cak Dika meminta untuk Rara, Melissa dan Marsya untuk ikut bersamanya masuk menjelajahi portal ghaib.


__ADS_2