
Melissa samar mulai membuka kedua matanya. Di sini gelap, sangat gelap bahkan penerangan pun tak ada.
Namun, tangannya mengenali tanah ini. Ini basemen bawah rumah mereka. Tapi, kenapa dia ada disini? Melissa mencoba kembali mengingat perihal apa yang membawanya datang dan tak sadarkan diri kemari.
Ketika Melissa berusaha mengingat itu. Ada satu suara yang menyita perhatiannya. Satu suara di antara gelapnya rua g bawah tanah baseman.
"Kau, sudah bangun?" tanya satu suara, di antara kegelapan itu.
Melissa mengenali suara itu. Itu, adalah suara dari hantu Melissa. Anak dari tuan Arghayev yang mati secara tragis di sini.
Melissa lelah rasanya dipermainkan oleh para hantu. Lantas dia yang pasrah kemudian bertanya pada sosok Hantu Melissa itu.
"Melissa, sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Melissa frustasi.
Pertanyaan itu, membuat Melissa menampakkan dirinya bersama Gelanda di sampingnya. Mereka berdua sudah berbicara satu sama lain. Pembicaraan antar hantu.
"Kau lihat, kita manusia dengan jiwa yang sama?" tanya Hantu Melissa menatap penuh ke arah Melissa yang sudah frustasi itu.
Sungguh, Melissa tak memahami pernyataan itu. Apa maksudnya mereka berasal dari jiwa yang sama? Padahal keduanya sama sekali tidak memiliki hubungan darah.
Kepala Melissa masih sakit akibat pukulan yang ia dapatkan tadi. Samar dia menatap ke arah Gelanda yang diam sambil menatapnya.
"Ada apa ini, Gelanda?" tanya Melissa pada Gelanda.
Gelanda tersenyum tipis mendengar itu. Dia pun angkat bicara di sini.
"Adik, kami hanya ingin menyalamatkanmu!" ucap Gelanda.
Setelah Gelanda mengatakan itu. Melissa pun merubah wujudnya yang mengerikan itu me jadi wujudnya saat dia hidup. Melissa yang cantik bersurai putih.
Wujud mengerikan dari Hantu Melissa kini berubah. Di sana, Melissa melihat kemiripan antara dirinya dan Hantu ini. Tapi, bagaimana mungkin manusia di masa lalu itu begitu mirip dirinya?
"Kembalikan kepalaku, aku sudah cukup menderita dengan keputusan Tuhan padaku. Bukankah, aku sudah rela menerima kelumpuhan yang dia berikan. Lalu, mengapa? Mengapa gadis lumpuh ini, tidak berhak bahagia di rumahnya. Mengapa, Tuhan mengirimkan iblis itu datang? Menyiksa, memutuskan takdirku dengan dunia? Aku bahagia, meskipun lumpuh tapi masih bersama keluargaku. Lalu, mengapa? Mengapa, aku harus mati sekeji itu dan semenyakitkan itu? Melissa, katakan sesuatu. Apakah, aku berhak menerima semua ini?" ujar Hantu Melissa mengutarakan tiap rasa sakit yang menyiksa hatinya.
__ADS_1
Tabah itu rasanya sudah hilang dalam dirinya. Dunia dan manusianya memang kejam. Iba dengan apa yang Hantu itu katakan, Melissa diam.
Sungguh, ia sangat bingung kali ini. Dia harus apa, harus apa untuk membuat Hantu ini pergi dengan tenang di alamnya?
Hantu itu, menunjuk ke arah lain. Di bawah basemen remang-remang, minim pencahayaan. Wujud baru itu datang lagi.
Dua sosok berdiri di sebuah tiang. Kulit mereka, hangus bahkan wajah mereka pun tidak dikenali. Dua sosok itu merubah penampilannya yang buruk menjadi bagus dilihat.
"Kami bahagia, melihat anak kami dalam dirimu. Gelanda, pasti akan melindungi adiknya!" ucap dua sosok itu pada Melissa. Sosok itu pun menghilang.
Kali ini hanya tinggal dirinya, Gelanda dan Hantu itu. Melissa, merogoh sakunya mencoba mengambil ponselnya. Dari sana, ia mulai menghubungi aparat.
Bersamaan dengan berakhirnya panggilan itu, suara dobrakan keras dari pintu basemen ia dengar. Segera Melissa melemparkan ponselnya ke arah lain.
Itu Jason ia turun ke bawah Basemen kali ini. Jantung Melissa, berdebar sangat cepat. Takut, tentu saja dia takut pada lelaki itu.
Dia pembunuh yang belum dihukum. Tepat ketika mereka bertemu. Jason tersenyum melihat apa yang ada dihadapannya kali ini.
Melissa yang ini sangat mirip dengan Melissanya. Hasrat setan bercampur dengan rasa takut dalam hatinya mulai bergemuruh. Sambil berseringai dia pun mencoba mendekati Melissa.
"Kau akan apa?" tanya Melissa padanya.
Pertanyaan itu, membuat Jason mengangkat sekopnya. Mengayunkannya keras ke arah Melissa, belum sempat sekop itu menyentuh kepalanya Arwah Melissa menampakkan dirinya. Itu membuat, Jason mundur dan berhenti.
"Biadab tak berperasaan!" pekik Hantu Melissa, Jason hanya menatap datar ke arahnya.
Dengan tenang tangannya mulai membuka kotak yang sedaritadi ia bawa. Beberapa helai rambut itu, menjulang ketika tutup kotak di bagian samping itu dibuka.
Jason, menarik rambut putih itu keluar. Dari sana, terlihatlah kepala Melissa yang membusuk.
"Aaaaaaaaaa!" teriak Melissa, teriakan itu membuat beberapa benda disini jatuh. Kepala itu, adalah penangkal roh Melissa, di mana Melissa tidak akan bisa mendekatinya selama kepala itu berada di tangannya.
Di sini Gelanda sama sekali tak bisa membantu apapun. Manusia ini, sudah banyak membuat perjanjian dengan iblis.
__ADS_1
Roh Melissa hilang, bersamaan dengan penerangan di rumah ini menyala. Kali ini, Jason meletakkan kepala Melissa di bawah kakinya. Jason mengayunkan lagi sekop besarnya, pada Melissa.
Buaghhhhhh
Jason terkapar ketika batu besar itu datang menghantam kepalanya. Melihat itu Melissa terkejut. Robert baru saja menuruni anak tangga basemen.
Dia melempar batu besar itu cepat ke arah Jason. Robert mengalihkan perhatiannya pada anaknya itu.
Terlihat raut wajah khawatir itu terpampang di sana. Ia menghampiri anaknya, mencoba menanyakan keadaannya.
"Aku baik, Ayah! Tapi itu!" ucap Melissa, seraya menunjuk potongan kepala manusia di lantai.
Sibuk menanyakan keadaan anaknya. Rupanya Jason masih bisa membuka matanya. Dengan cepat, ia memukul kepala Robert dengan skopnya.
Berulang kali, darah segar itu mengucur tepat dari kepalanya. Ketakutan melihat itu segera Melissa berlari dari sana.
Belum sempat dia keluar dari basemen, kakinya kembali ditarik masuk oleh Jason kedalam Basemen. Di sinilah, Jason akan mengulangi adegan bejatnya itu.
"Aku, akan menikmatimu sebelum kau mati!!!!" ujar Jason murka seraya melepas paksa pakaian Melissa.
Di sana Melissa meronta-ronta, sungguh dia tidak percaya nasibnya akan sama seperti Hantu itu.
Dorrrr
Dorrr
Beberapa timah panas menembus kepala Jason. Polisi datang tepat pada waktunya. Sesuai dengan apa yang sudah Melissa rencanakan untuk meringkus Pembunuh seperti Jason. Jason mati saat itu juga di hadapan kepala Melissa.
Ketika aparat, mulai menolongnya. Melissa, melihat Hantu itu beserta keluarganya tersenyum ke arahnya. Sejak saat itu, tak ada lagi teror di rumah mereka. Damai, rasanya sungguh.
Namun dari rentetan kejadian itu. Trauma dalam diri Melissa masih ada. Dia tau Jason sudah mati. Tapi manusia itu menjadi setan pengganggu yang terus saja mengikutinya.
Memang dia tidak mampu menyentuh Melissa. Sebab Melissa ini dijaga oleh dua hantu lain. Pertama Gelanda kakaknya sendiri.
__ADS_1
Dan Hantu Melissa, anak dari pemilik rumah mewah yang saat ini Ayah dan Ibunya tempati di Amsterdam. Sebuah kanal YouTube baru membuat Melissa tertarik.
Channel itu adalah miliknya Gautama Family. Dan itulah yang membawanya datang ke Indonesia. Dia ingin Cak Dika beserta keluarganya mau membantu mengusir kehadiran setan Jason di dekatnya.