Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)
Bab 71: Eksekutor Terkejam (Story' of Melissa)


__ADS_3

Malam ini di kediaman Arghayev cukup damai. Melissa, gadis berusia lima belas tahun itu sedang serius memainkan pianonya.


Di sampingnya, Ibundanya mengajari anak semata wayangnya itu dengan sabar.


Suara bel malam itu, sedikit mengusik kedamaian mereka. Stevan, selaku kepala rumah tangga di situ pergi keluar. Mencoba mencari tau, siapakah yang bertamu malam ini?


Kedatangannya begitu larut. Mengusik memang, tapi tetap saja Stevan harus membukakan pintu untuk tamunya.


"Selamat malam, Tuan!" ucap Jason menyapanya, Stevan menyambutnya dengan senyuman mendengar itu.


"Anda siapa?" tanya Stevan yang tidak terlalu mengenal manusia di hadapannya ini.


Jason nampak tersenyum ramah mendengar pertanyaan yang mengalun dari diri Stevan. Lantas dengan ramah dia pun menjawab.


"Aku, Jason Tuan! Maaf, jika aku mengganggu ketentraman keluargamu. Tapi, ini jalanan yang cukup panjang. Kanan kiri hutan, aku sendirian berkendara malam ini. Mobilku mogok di sana, aku mencoba mencari bantuan tapi tak ada. Lalu, kutemukan rumahmu ini!" Jelas Jason padanya, sedikit iba pada lelaki itu Stevan mempersilahkan lelaki itu masuk.


Jason merasa tidak enak melihat keramahan Stevan untuknya. Dia pun mengangkat tangannya dan menggeleng.


"Ah tidak-tidak! Begini Tuan, aku hanya ingin meminta tolong saja. Bolehkah, aku menginap di rumahmu malam ini? Aku akan pergi pagi besok!" ucap Jason mencoba meminta bantuan pada Stevan.


Stevan sedikit berfikir mendengar itu, tak lama istrinya menepuk pelan bahunya. Sejak tadi wanita itu mendengar percakapan antara suaminya dan Jason.


Di dalam pun hati wanita ini merasa iba. Jadilah dia mengijinkan Jason untuk menginap di sini.


"Kau boleh menginap di sini!" Ucap istri Stevan.

__ADS_1


Stevan tersenyum mendengar itu. Mereka pun masuk ke dalam, di sana Jason tak sengaja melihat Melissa.


Gadis yang duduk di depan piano itu nampak sangat cantik di matanya.


Sembari mengikuti pergerakan Stevan yang menuntunnya untuk duduk di sofa ruang tamu. Kedua mata Jason tidak sekalipun mampu lepas menatap seorang Melissa.


Stevan mempersilahkan Jason duduk di ruang tamu, Jason pun duduk di sana. Sambil memperhatikan Melissa yang sangat anggun menurutnya.


Melihat tatapan Jason pada Melissa. Stevan pun tersenyum dan berkata,


"Itu, anak kami. Melissa!" ucap Stevan seraya memberikan minuman pada Jason. Mereka bercengkrama hangat malam itu.


Malam semakin larut, Jason sedaritadi matanya terjaga. Dia adalah pengguna narkoba. Utamanya adalah heroin.


Obat setan itu meracuni dirinya. Heroin adalah salah satu narkoba. Jika digunakan dalam jangka panjang, heroin dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti.


Kerusakan pembuluh darah akibat penggunaan jarum suntik berulang kali. Jason akan sakau apabila tidak menggunakan obat itu.


Di sela-sela efek obat yang merasuk itu. Entah mengapa, bayangan Melissa masih tetap ada dalam pikirannya.


Dia dan Melissa berbeda sepuluh tahun. Tapi entahlah, rasanya hatinya menyukai gadis itu. Atau, apakah, hasratnya menginginkan gadis itu.


Di sini sudah cukup sunyi, seluruh manusia di dalam sana masing-masing sudah hanyut dalam mimpinya. Dan inilah, kebejatan yang ia lakukan sekarang.


Ia masuk ke dalam kamar Melissa, dalam fikiran Jason kali ini, ia sangat menginginkan Melissa. Gadis itu, tak bisa lari dari sana.

__ADS_1


Mulutnya dibungkam oleh Jason. Tubuhnya dinikmati dengan rudal perkasa milik Jason. Melissa diam pasrah, dia lelah. Jason sudah bermain cukup lama di atasnya.


Melissa adalah gadis pengidap Paraplegia, itu menyebabkan fungsi gerak pada kakinya tak berfungsi. Melissa hanya menangis, melihat aksi bejat yang dilakukan Jason padanya.


Hidupnya ini tidak sempurna. Dan sekarang kesuciannya direnggut paksa oleh manusia bejat semacam ini. Manusia yang diberi belas kasih namun membalasnya dengan hal tak senonoh.


Dalam kondisi itu, Melissa merasa bahwa Tuhan itu sangat tidak adil pada hidupnya. Suara Isak tangis Melissa perlahan mulai merambat menusuk pendengaran Stevan dan istrinya.


Mereka bangun dari tempat tidurnya. Mereka berjalan perlahan di antara gelap. Terlihat pintu kamar anak gadisnya itu terbuka sedikit.


Stevan membuka pintu itu. Stevan terkejut mendapati anaknya yang sudah ternodai itu. Segera ia berlari ke arah lemari, mengambil pistol. Sebuah pistol yang dia letakkan di dalam lemari Melissa.


Melihat itu, Jason dengan cepat menembak Stevan lebih dulu. Disusul dengan Istrinya yang hendak menusukkan pisau padanya. Kali ini, hanya tinggal dirinya dan Melissa di sini.


Jason membawanya pergi dari sana, ia menuju atap rumah di sini. Di sana dengan kasarnya, Melissa dihempaskan begitu saja di lantai.


Gadis itu sudah tidak berdaya lagi rasanya. Dia lemas akibat ulahnya Jason yang keluar berulang kali dalam tubuhnya.


Sungguh beringas manusia ini. Ia mondar mandir ke sana kemari, mencari sesuatu. Di sini, banyak sekali barang bekas.


Saat itu, entahlah ide gila darimana itu. Sepertinya setan sudah menguasai tubuhnya. Ia mengambil, pasung yang ada di sana.


Beberapa rantai dan kunci. Melissa berteriak kesakitan, ketika Jason meletakkan kepalanya di atas pasung itu. Ketika sudah cukup tepat berada di sana, Jason segera mengunci pasung itu.


Sungguh, manusia ini sangat sadis semoga Tuhan melaknatnya. Melissa berteriak histeris, ketika Jason mulai merobek seluruh pakaiannya.

__ADS_1


Tangannya yang terantai, juga kakinya yang lumpuh itu hanya bisa pasrah, menerima nasib dan kelakuan bejat Jason padanya.


Di dalam sana Melissa kembali di asah oleh rudalnya Jason. Berulangkali tanpa ampun. Bangsat sekali manusia ini.


__ADS_2