Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)
Bab 168: Mas Suhu Bertemu Cak Dika


__ADS_3

Gema-gema adzan mulai berkumandang di kota Jakarta. Gautama Family juga sudah bangun semuanya. Mereka saat ini juga sedang berada di kamarnya masing-masing.


Bella memasukkan beberapa baju miliknya ke dalam koper. Hari ini adalah hari dia bertemu dengan Mas Suhu setelah beberapa lama tidak bertemu.


Klekkk


"Bella!' panggil Marsya yang baru saja masuk.


Bella yang berdiri di depan ranjang pun menoleh ke samping ke arah Marsya.


"Apa?" tanya Bella padanya.


"Itu Mas Suhu yang katamu itu! Dia sudah datang!" jawab Marsya.


Bella kaget sungguh. Bukankah katanya dia akan menjemput Bella jam enam pagi. Tapi ini, lepas shubuh dia malah sudah datang kemari.


Bella menutup koper miliknya lalu bergegas keluar. Ketika dia keluar tubuh kecilnya itu tak sengaja menabrak tubuh seseorang yang saat ini berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Awhhh!" pekik Bella.


Dia lalu mendongak mencoba melihat siapakah orang yang sedang berdiri di depan pintunya saat ini.


Ketika Bella melihatnya dia terdiam. Dia adalah Mas Suhu yang saat ini sedang tersenyum tepat ke arah Bella.


"Hallo, Bel!" sapa Mas Suhu.


Tinggi mereka cukup tidak manusiawi sungguh. Mas Suhu lebih tinggi dari Cak Dika. Postur tubuhnya tegap dan berotot.

__ADS_1


"Loh kamu?" ujar Bella menjauhkan tubuhnya dari Mas Suhu.


"Iyo ini aku!" jawab Mas Suhu sambil tersenyum menatap Bella.


"Bukannya katamu jam enam?" tanya Bella lagi.


Mas Suhu kemudian mengacak-acak surai milik Bella yang rapi. Dia gemas sungguh. Akhirnya dia bisa melihat Bella lagi setelah cukup lama.


"Kita perlu sarapan, kan? Ayo sarapan dulu!" ajak Mas Suhu.


Dia meraih pergelangan tangan Bella untuk ikut bersamanya.


"Heh!" pekik Marsya yang sejak tadi melihat mereka.


Mas Suhu yang sejak tadi tidak menyadari keberadaan Marsya di dalam kamar hotel pun mengurungkan niatnya. Dia memperhatikan Marsya yang berdiri di dalam sambil melipat kedua tangannya.


Ketika Mas Suhu berucap seperti itu. Terlihat Bella menoleh ke arah Marsya sambil memberi isyarat padanya untuk tidak mengijinkannya pergi.


Marsya tersenyum tipis kemudian dia kembali menatap ke arah Mas Suhu dan mengangguk. Mendapatkan persetujuan itu maka Mas Suhu pun tersenyum lebar.


"Makasih mbak, Yo!" ujar Mas Suhu melambaikan tangan lalu pergi mengajak Bella bersamanya.


Keduanya saat ini sedang menuju ke restoran yang ada di dalam gedung ini.


"Aku bisa maem sama saudaraku, Mas!" ujar Bella di sela perjalanannya bersama Mas Suhu.


"Maem sama aku, kan' Ndak pernah!" jawab Mas Suhu asal.

__ADS_1


"Yo itu karena kamu sudah punya, kan!" ucap Bella padanya.


"Punya opo?" tanya Mas Suhu menoleh ke arah Bella di sampingnya.


"Punya pacar!" jawab Bella.


Mas Suhu membuang kasar nafasnya.


"Bella, aku belum punya pacar sama sekali! Sejak terakhir kita muncak sampai sekarang. Sudah! Mas Suhu ini free, Bella Ndak mau daftar, kah?" tanya Mas Suhu padanya dengan nada bercandanya.


"Mok pikir take me out ta?" jawab Bella padanya.


(Kamu pikir ini take me out kah?)


Jawaban Bella membuat Mas Suhu tertawa. Bella pun juga sama. Dia ikut tertawa ketika menjawabnya.


Keduanya kemudian masuk ke dalam sebuah restoran yang disediakan oleh hotel. Mereka memesan makanan lalu makan berdua di sana.


Restoran itu masih sepi hanya ada beberapa koki yang baru saja tiba pagi ini. Ketika mereka selesai, mereka pun kembali ke kamar Bella.


Di depan kamar itu dari jauh sudah berdiri Cak Dika bersama dengan Rachel dan Rara di sampingnya. Mereka bertiga menatap Bella dan Mas Suhu yang baru saja datang.


"Assalamualaikum Cak!" sapa Mas Suhu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Cak Dika.


"Wa'alaykumussalam, siapa?" tanya Cak Dika membalas jabat tangan itu sambil bertanya kepada Mas Suhu.


"Saya temannya Bella, Cak! Teman kami di Jawa Tengah ada masalah. Dia minta kami untuk datang ke sana. Kata Bella, kalian semuanya pulang besok. Sedangkan teman kami tidak bisa menunggu. Jadi, apa boleh kalau Bella sama saya ke Jaw Tengah duluan? Barangkali Cacak mau nyusul besok ke sana, Monggo!" ujar Mas Suhu kepada Cak Dika

__ADS_1


__ADS_2