
Setelah melihat apa yang ada di dalam gambar potret Bella. Mas Suhu pun berdiri tepat di dalam satu lorong di dalam rumah itu.
Sedangkan Bella, dia berdiri di belakang Mas Suhu saat ini. Hanya mereka berdua yang masuk ke dalam. Sedangkan Wildan dan Andri mereka di luar.
Wildan masih terlihat cukup ketakutan untuk masuk. Maka Bella dan Mas Suhu lah yang masuk ke dalam. Mas Suhu memejamkan mata.
Beberapa detik ketika dia terpejam. Tubuhnya bergetar hebat. Di dalam sana Mas Suhu seperti ditarik masuk oleh dua sosok anak kecil. Anak kecil itu dia biarkan menarik tangannya hingga masuk ke dalam satu portal hitam.
"Mas!" panggil Bella pada Mas Suhu. Bella mendekati Mas Suhu memegang pergelangan tangan kekar Mas suhu lalu memperhatikan wajahnya.
Keringat dingin di kening Mas suhu mengucur deras sepertinya ada sesuatu di alam sebelah yang sedang Mas Suhu alami.
Bella mengeluarkan sapu tangan miliknya lalu mengusap setiap keringat yang mengucur deras dari kening Mas Suhu. Sembari menghapus tiap tetesan keringat itu Bella juga berdoa.
Di dalam sana Mas Suhu melihat dua anak kecil. Gelap sekali suasana di sana sehingga wajah kedua anak kecil itu tidak terlihat sama sekali.
"Hihihihi..." tawa kedua anak kecil itu sambil menatap Mas Suhu.
"Kalian datang kemari mencari apa? Ini rumah kami!" ujar keduanya.
Mas Suhu hanya diam memperhatikan mereka berdua. Mas Suhu tidak menjawab tiap apa yang mereka katakan.
Hingga ada satu aura kelam yang muncul dari belakang tubuh kedua anak kecil itu. Seorang wanita dengan bayi yang berdarah dalam gendongan tangannya.
Mas Suhu mengerti akhirnya. Mungkin ini bayi yang diceritakan oleh Wildan tadi. Mungkin ini bayi yang dilihatnya tadi hingga dia jatuh pingsan.
Tangan kanan mereka bergerak menunjuk ke arah Mas Suhu. Kemudian mereka bertiga serentak berkata,
"Balik!"
"Balik!"
"Balik!"
Ucap ketiganya berkali-kali. Gambaran seketika berubah. Mas Suhu dialihkan pada suatu tragedi. Di mana saat ini dia sedang menyaksikan seorang pria berpakaian layaknya ninja sedang mengobrak-abrik seisi lemari.
__ADS_1
Keadaan rumahnya gelap. Hingga ketika lampu dalam ruangan itu menyala sang ninja itu pun kaget setengah mati. Dia menoleh ke arah saklar lampu dan dia melihat seorang wanita berdiri di sana sambil menatapnya terkejut.
"Si-siapa?" tanya Wanita itu kepada pria berpakaian ninja itu.
Pria itu tidak menjawab dia lalu mengambil senjatanya. Dari sebuah besi panjang yang unjungnya meruncing.
Melihat pria itu membawa senjata sontak wanita itu merasa cukup terancam. Dia kemudian memilih berlari menghindari pria itu. Hingga ketika dia menuruni anak tangga dia melihat kedua anaknya di sana. Sontak wanita itu berkata,
"Bawa adik kalian! Cepat lari!" ucap Wanita itu histeris.
Namun ketika kedua anaknya berlari maka tubuh wanita itu segera didorong oleh pria ninja itu. Wanita itu terjatuh tubuhnya sedikit membentur tembok.
"Awhh..." lirih wanita itu.
Suara rintihan ibunya membuat kedua anaknya sontak berhenti lalu berbalik. Mereka membulatkan mata ketika melihat Pria ninja itu mengangkat senjatanya.
Lalu dengan brutal pria ninja itu menusukkan berkali-kali tombak besinya ke arah perut wanita itu. Dalam kondisi sekarat itu Wanita itu berkata kepada kedua anaknya untuk berlari.
Namun ketika puas menusuk perut sang wanita itu maka sang ninja pun berlari ke arah dua anak kecil itu. Mereka laki-laki dan perempuan.
Sang ninja mencengkram kedua kepala anak kecil itu lalu dia benturkan sekeras-kerasnya kedua kepala itu. Hal itu membuat kedua anak itu jatuh pingsan.
Sang ninja kembali mengambil tongkat eksekusinya. Maka kembali dengan brutal dia menusukkan tombak besi itu berkali-kali ke dalam perut dua anak itu. Hingga keadaan mereka pun sama seperti ibu mereka.
Mereka mati di sana. Kemudian tak lama Sang ninja mendengar suara tangisan seorang bayi. Suaranya ada di sekitar ruang tamu. Sang ninja berjalan ke arah ruang tamu itu.
Ditemukannya di sana seorang bayi yang tengah menangis. Lalu kedua tangannya yang kotor berlumuran darah membawa tubuh kecil itu bersamanya. Dia kembali ke arah lorong ke tempat tiga tubuh yang sudah dia bunuh.
Bayi itu diletakkan tepat di atas tumpukkan jenazah itu. Kemudian lagi dan lagi. Sang ninja kembali mengulangi perbuatannya.
Setelah puas menusuk perut sang bayi maka dia mengakhiri aksinya dengan menusuk kedua bola mata sang bayi. Sungguh bejat perbuatannya.
"Sekarang kamu tau bukan? Kalian tidak berhak berada di sini! Ini rumah kami!" ujar satu suara.
Gambaran seketika menjadi gelap. Menampakkan lagi tiga sosok itu di hadapan Mas Suhu.
__ADS_1
Mas Suhu sedih sekali melihat keadaan mereka. Tapi, mereka harus sadar bahwa rumah ini bukanlah rumah mereka lagi. Ini bukanlah arwah mereka melainkan qorin atau jin yang menyerupai mereka.
Maka Mas Suhu pun mendekati ketiganya. Lalu dia berkata,
"Maukah kalian aku tunjukkan tempat kalian?" tanya Mas Suhu pada ketiganya namun ketiganya tidak menjawab. Mereka hanya menatap benci ke arah Mas Suhu.
"Kami diusir! Kami dibunuh! Itu tidak adil!" ujar mereka.
"Tiap nasib manusia itu beragam! Maka jika akhir dari hayat kalian tragis. Terimalah, ini bukan tempat kalian! Tubuh yang kalian ikuti sudah mati! Bukan di sini tempat kalian, jadi kembalilah ke asal kalian! Tinggalkan rumah ini!" ujar Mas Suhu.
Ketika Mas Suhu berbicara di belakang tubuhnya ada seorang pemuda. Dia berwajah bersih. Dan tiap apa yang Mas Suhu katakan maka orang itu juga mengatakannya.
Auranya begitu kuat sehingga membuat ketiga setan itu merinding. Mereka tau mereka tidak bisa melawan khodam yang ada di dalam tubuhnya Mas Suhu.
Itu adalah khodam pangeran. Seorang Pangeran dari jaman kerajaan Jawa dahulu. Itu melekat dan ada dalam diri Mas Suhu. Sama halnya seperti Rachel. Ini adalah khodam turun temurun.
Beberapa saat setelah mengucapkan itu maka ketiga sosok itu pun menghilang dari hadapan Mas Suhu.
Setelah ketiga arwah itu hilang. Mas Suhu pun berbalik dia tersenyum menatap pangeran itu.
"Terima Kasih, Pangeran! Anda selalu membantu saya!" ujar Mas Suhu padanya.
"Sama-sama nak! Ini sudah tugas saya juga menjagamu!" jawab Sang Pangeran.
"Ah... Gadis itu sepertinya khawatir! Cepatlah kembali ke tubuhmu!" ujar Sang Pangeran itu lagi.
Mas Suhu pun mengangguk. Dia pun memejamkan matanya. Beberapa detik kemudian Mas Suhu kembali ke tubuhnya.
"Mas!" panggil Bella kepada Mas Suhu yang baru saja kembali.
"Ya, Bel?" tanya Mas Suhu padanya.
"Kamu Ndak papa, kan?" tanya Bella lagi padanya. Dia sungguh khawatir.
"Ndak papa, semuanya sudah selesai!" jawab Mas Suhu kepada Bella sembari tersenyum.
__ADS_1
Bella menganggukkan kepalanya. Mas Suhu menarik tangan Bella untuk ikut bersamanya keluar. Tarikkan tangan itu tentu membuat Bella terkejut namun Bella tetap mengikutinya.
"Semuanya sudah aman! Kalian bisa bekerja dengan tenang sekarang!" ujar Mas Suhu memberitahukan kabar baik itu kepada Wildan dan Andri.